acehvoice.net – Banda Aceh – Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry masih bertahan di depan gerbang Kantor Gubernur Aceh hingga Selasa (3/11/2026) pukul 17.42 WIB. Kedatangan mereka bertujuan menyuarakan tuntutan terkait penanganan bencana ekologis serta perlindungan hak-hak masyarakat sipil.
Namun, upaya mahasiswa untuk memasuki kawasan perkantoran Pemerintah Aceh belum membuahkan hasil. Berdasarkan pantauan di lokasi, massa aksi masih tertahan di luar gerbang meskipun telah berulang kali meminta izin agar dapat bertemu langsung dengan pimpinan Pemerintah Aceh.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama yang dinilai mendesak untuk segera ditindaklanjuti pemerintah.
Tuntutan pertama, mendesak pemerintah menetapkan bencana ekologis yang terjadi di Aceh dan Sumatera, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagai bencana nasional.
Kedua, mahasiswa meminta agar seluruh persoalan yang berkaitan dengan bencana ekologis tersebut diusut secara menyeluruh. Mereka juga mendesak pertanggungjawaban perusahaan atau korporasi yang diduga memiliki keterlibatan dalam kerusakan lingkungan hingga terjadinya bencana di sejumlah wilayah.
Sementara tuntutan ketiga berkaitan dengan persoalan hak asasi manusia. Mahasiswa mendesak pembebasan tahanan politik sekaligus meminta pemerintah menghentikan segala bentuk kriminalisasi terhadap masyarakat sipil.
Mahasiswa menilai pemerintah tidak boleh mengabaikan persoalan kerusakan lingkungan maupun berbagai persoalan kebebasan sipil yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat.
Kekecewaan terhadap sulitnya bertemu pimpinan daerah juga disampaikan salah seorang orator dalam aksi tersebut. Ia menyebut mahasiswa telah berulang kali menggelar demonstrasi dengan harapan dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem.
“Demo sudah berkali-kali kami hendak temui Mualem, tapi orang itu selalu tidak pernah ada di Banda Aceh,” ujar salah seorang orator di tengah aksi.
Di sisi lain, aparat kepolisian yang melakukan pengamanan terus berupaya menjaga situasi agar tetap kondusif. Petugas juga mengingatkan para peserta aksi untuk tidak mudah terpancing provokasi selama menyampaikan aspirasi.
“Kami hanya mendampingi, jangan terprovokasi silahkan sampaikan aspirasi dengan bijak,” ujar negosiator dari Polresta Banda Aceh.
Hingga berita ini diterbitkan, ratusan mahasiswa masih berada di depan gerbang Kantor Gubernur Aceh. Mereka belum mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan langsung tiga tuntutan tersebut kepada pimpinan Pemerintah Aceh.


























