acehvoice.net – Banda Aceh – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh menyalurkan sebanyak 100 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program bakti sosial Imipas Peduli, Senin.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Tato Juliadin Hidayawan, bersama seluruh jajaran sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah Aceh.
Tato mengatakan, kegiatan bakti sosial ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan ke-2 Tahun 2026.
Menurutnya, program Imipas Peduli menjadi salah satu upaya jajaran Imigrasi untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kelompok pekerja informal yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Penyaluran 100 paket sembako tersebut dilakukan di lima titik lokasi, yakni kawasan Jalan Pango Raya, sepanjang Jalan Lueng Bata, Simpang Empat Lambaro, serta kawasan depan Masjid Jami Lambaro di Kabupaten Aceh Besar.
Adapun penerima bantuan berasal dari kalangan pekerja sektor informal, seperti tukang sol sepatu, penarik becak, pengemudi ojek daring, hingga pedagang keliling.
Tato menjelaskan, kelompok pekerja tersebut menjadi sasaran bantuan karena sebagian besar menggantungkan penghasilan sehari-hari dari aktivitas ekonomi sederhana.
Ia berharap bantuan sembako yang diberikan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok sekaligus meringankan beban masyarakat penerima manfaat.
“Melalui program Imipas Peduli ini, kami ingin berbagi dan hadir lebih dekat dengan masyarakat. Bantuan yang disalurkan mungkin tidak seberapa, namun kami berharap dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan sehari-hari masyarakat yang menerimanya,” ujar Tato.
Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa peringatan Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian serta kepekaan sosial seluruh jajaran terhadap lingkungan sekitar.
Tato juga berharap kegiatan sosial tersebut dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, solidaritas, dan gotong royong di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di Provinsi Aceh.
Menurutnya, keterlibatan jajaran Imigrasi dalam kegiatan sosial seperti ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara institusi dan publik.
Dengan demikian, kehadiran Imigrasi di tengah masyarakat diharapkan semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan dan pengabdian keimigrasian di Aceh.























