acehvoice.net – Banda Aceh – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Aceh sepanjang September 2026 tercatat sebanyak 3.446 kunjungan. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 36,22 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh, Agus Andria, SST, M.Si., dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis di Kantor BPS Aceh, kawasan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (2/11/2026).
Agus menjelaskan, jumlah kunjungan wisman pada September 2026 juga mengalami penurunan sebesar 14,51 persen dibandingkan Agustus 2026.
“Pada September 2026, jumlah kunjungan wisman mencapai 3.446 kunjungan atau mengalami penurunan sebesar 14,51 persen dibandingkan dengan Agustus 2026. Serta mengalami penurunan sebesar 36,22 persen jika dibandingkan dengan bulan September 2025,” ungkap Agus.
Kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh tercatat melalui dua pintu masuk internasional, yakni Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) dan Pelabuhan Internasional Sabang.
Penurunan tersebut juga terlihat dari akumulasi kunjungan selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Berdasarkan data BPS Aceh, sepanjang Januari hingga September 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 28.162 kunjungan. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 33.600 kunjungan.
Dengan demikian, terjadi pengurangan sebanyak 5.438 kunjungan atau turun 16,18 persen secara tahunan.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kunjungan wisatawan mancanegara ke Aceh masih mengalami tekanan, baik secara bulanan maupun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Malaysia Masih Mendominasi
Di tengah penurunan jumlah kunjungan wisman, Malaysia masih menjadi negara penyumbang wisatawan mancanegara terbesar ke Provinsi Aceh.
Pada September 2026, wisatawan asal Malaysia tercatat menyumbang 72,66 persen dari keseluruhan kunjungan wisman ke Aceh.
Dominasi tersebut memperlihatkan bahwa Malaysia masih menjadi salah satu pasar utama pariwisata internasional Aceh.
Meski demikian, data BPS dalam rilis tersebut belum menjelaskan secara terperinci faktor yang menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, baik secara bulanan maupun tahunan.
Perkembangan data ini menjadi perhatian bagi sektor pariwisata Aceh, terutama dalam melihat tren kedatangan wisatawan asing dan mengevaluasi upaya peningkatan daya tarik destinasi wisata di daerah tersebut.


























