acehvoice.net – Banda Aceh – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., mendorong penguatan pembelajaran kokurikuler dan penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di madrasah sebagai bagian dari upaya membentuk karakter peserta didik yang kuat dan berakhlak mulia.
Hal tersebut disampaikan Salman saat menghadiri Pelatihan Kokurikuler Jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Banda Aceh yang berlangsung di Aula PSBB MAN 1 Banda Aceh, Rabu, 21 Oktober 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Salman didampingi Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Kankemenag Kota Banda Aceh, Kusnadi, S.Ag., M.A. Kegiatan yang digelar Kelompok Kerja Kepala Madrasah (K2M) MI Kota Banda Aceh tersebut turut dihadiri Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas), Hj. Fikriah, S.Ag., M.Pd., serta para kepala Madrasah Ibtidaiyah se-Kota Banda Aceh.
Pelatihan menghadirkan Dr. Rokayah, S.Ag., M.Pd., dari Universitas Sebelas April, Bandung, sebagai pemateri. Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Penerbit Erlangga.

Dalam arahannya, Salman menekankan bahwa pembelajaran kokurikuler memiliki peran penting dalam melengkapi proses pembelajaran di kelas. Menurutnya, kegiatan kokurikuler tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga perlu menjadi ruang untuk membangun karakter, sikap, keterampilan, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menyoroti pentingnya penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah. Menurut Salman, nilai-nilai cinta, kasih sayang, kepedulian, penghargaan, dan keteladanan perlu hadir dalam proses pendidikan sehingga madrasah tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki pengetahuan, tetapi juga berkarakter dan berakhlak mulia.
Penguatan kokurikuler dan KBC, lanjutnya, membutuhkan peran aktif kepala madrasah dan guru dalam merancang kegiatan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kegiatan yang dirancang diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mendukung pembentukan karakter murid sejak jenjang pendidikan dasar.

Salman berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kapasitas para kepala madrasah dalam mengembangkan program kokurikuler di masing-masing satuan pendidikan.
Ia juga mendorong agar hasil pelatihan tidak berhenti pada pemahaman secara teoritis, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam pengelolaan pembelajaran dan kegiatan pendidikan di madrasah.
Pelatihan Kokurikuler Jenjang MI se-Kota Banda Aceh ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kualitas pendidikan madrasah sekaligus memastikan implementasi kebijakan kurikulum dapat berjalan secara optimal di tingkat satuan pendidikan.
Dengan penguatan pembelajaran kokurikuler dan Kurikulum Berbasis Cinta, Kankemenag Kota Banda Aceh berharap madrasah mampu menjadi ruang pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan peserta didik, tetapi juga menumbuhkan generasi yang berkarakter, peduli, dan berakhlak mulia.


























