• Latest
  • Trending
  • All
Hari Santri di Aceh Timur: Rosmantisme Sejarah, Membangun Peradaban

Hari Santri di Aceh Timur: Rosmantisme Sejarah, Membangun Peradaban

21 Oktober 2026
Usai Sayuti Terpilih, Nora dan Miswar Digadang Isi Posisi Strategis

Usai Sayuti Terpilih, Nora dan Miswar Digadang Isi Posisi Strategis

21 Oktober 2026
Golkar Aceh Utara Rayakan HUT ke-62 dengan Aksi Sosial

Golkar Aceh Utara Rayakan HUT ke-62 dengan Aksi Sosial

21 Oktober 2026
Kakankemenag Banda Aceh Dorong Penguatan Kokurikuler dan KBC

Kakankemenag Banda Aceh Dorong Penguatan Kokurikuler dan KBC

21 Oktober 2026
Nagan Raya Jemput 9 ODGJ untuk Penanganan di RSJ Aceh

Nagan Raya Jemput 9 ODGJ untuk Penanganan di RSJ Aceh

21 Oktober 2026
Kemenag Aceh Dorong Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Arab

Kemenag Aceh Dorong Penguatan Kompetensi Guru Bahasa Arab

21 Oktober 2026
Kemenag Aceh Bahas Raqan Dayah Bersama DPRK Pidie Jaya

Kemenag Aceh Bahas Raqan Dayah Bersama DPRK Pidie Jaya

21 Oktober 2026
Terdampak Asap Karhutla, Sekolah Banda Aceh Belajar Jarak Jauh

Terdampak Asap Karhutla, Sekolah Banda Aceh Belajar Jarak Jauh

19 Oktober 2026
MaTA Kritik Program Bagi-Bagi Ikan DKP Aceh

MaTA Kritik Program Bagi-Bagi Ikan DKP Aceh

19 Oktober 2026
Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

Bupati Al-Farlaky Hadiri Muzakarah Dayah Keude Dua

18 Oktober 2026
Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi Kasus DSP BNPB

Yusril Tegaskan Pemerintah Tak Intervensi Kasus DSP BNPB

18 Oktober 2026
Alam Peudeung Berkibar di Pusat Kota Banda Aceh

Alam Peudeung Berkibar di Pusat Kota Banda Aceh

18 Oktober 2026
Satpol PP-WH Aceh Besar Intensifkan Pengawasan Syariat

Satpol PP-WH Aceh Besar Intensifkan Pengawasan Syariat

18 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 22, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Hari Santri di Aceh Timur: Rosmantisme Sejarah, Membangun Peradaban

Fazil by Fazil
21 Oktober 2026
in Opini
0
493
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mulyadi, S.H.I., M.Sos.
Kepala KUA Kecamatan Indra Makmu, Kabupaten Aceh Timur

ADVERTISEMENT

acehvoice.net – Aceh Timur – Setiap memperingati Hari Santri pada 22 Oktober, kita kembali mengenang peran ulama dan santri dalam perjalanan bangsa. Mereka tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ikut menjaga martabat masyarakat, membangun kesadaran kebangsaan, dan mempertahankan kemerdekaan. Sejarah itu patut kita hormati. Namun, ada hal yang tidak kalah penting: apa yang sudah kita lakukan untuk meneruskan semangat perjuangan mereka?

BacaJuga

Maulid 2026: Berhenti Sekadar Merayakan, Mulai Meneladani

Pertanyaan ini terasa relevan bagi kita di Aceh Timur, daerah yang tumbuh bersama tradisi keislaman dan pendidikan dayah. Kita memiliki warisan keilmuan, nilai-nilai agama, serta kearifan masyarakat yang patut dijaga. Akan tetapi, menjaga warisan tidak cukup dengan mengenangnya setiap tahun. Kita perlu memastikan bahwa nilai-nilai tersebut benar-benar hadir dalam cara kita mendidik anak, memperlakukan sesama, mengelola amanah, dan menyelesaikan persoalan masyarakat.

ADVERTISEMENT

Jangan sampai kita begitu bangga menceritakan kebesaran masa lalu, tetapi kurang berani membenahi keadaan hari ini.

Kesalehan yang Terasa dalam Kehidupan

Agama mengajarkan kejujuran, amanah, keadilan, kasih sayang, dan tanggung jawab. Nilai-nilai itu semestinya dapat dirasakan oleh orang-orang di sekitar kita. Kesalehan bukan hanya urusan hubungan pribadi dengan Allah, tetapi juga tercermin dalam hubungan antarmanusia.

ADVERTISEMENT

Orang yang amanah, misalnya, akan menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya. Orang yang memahami keadilan tidak mudah memperlakukan orang lain secara sewenang-wenang. Begitu pula orang yang memiliki ilmu semestinya semakin sadar akan tanggung jawabnya, bukan merasa paling benar dan menutup diri dari nasihat.

Di sinilah pendidikan santri memiliki arti yang luas. Keberhasilan belajar agama tidak cukup dilihat dari banyaknya pengetahuan yang dikuasai. Ilmu itu juga harus membentuk sikap dan mendorong lahirnya perbuatan yang bermanfaat.

Peringatan Hari Santri akan lebih bermakna apabila setelahnya ada perubahan yang dapat dirasakan masyarakat. Bukan berarti kegiatan seremonial tidak penting, tetapi maknanya akan lebih kuat jika diikuti kesungguhan dalam memperbaiki kehidupan.

Terobosan Perubahan: Memutus Pola, Merawat Tradisi

Perubahan sering kali dibicarakan seolah-olah berlawanan dengan tradisi. Padahal, keduanya tidak harus dipertentangkan. Tradisi keislaman justru dapat menjadi landasan untuk menghadapi persoalan baru, selama kita bersedia berpikir, belajar, dan mengevaluasi cara-cara yang selama ini digunakan.

Yang perlu kita tinggalkan bukanlah akar tradisi, melainkan kebiasaan yang menghambat kemajuan. Kita perlu berani memperbaiki cara kerja yang tidak efektif, membangun pelayanan yang lebih baik, dan memberi ruang bagi pemikiran yang jernih.

Menghormati guru tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan santri. Namun, penghormatan itu tidak seharusnya membuat seseorang takut bertanya atau enggan menguji pemahamannya. Adab dan sikap kritis bukan dua hal yang saling meniadakan. Seseorang dapat menyampaikan perbedaan pendapat dengan santun, sebagaimana seseorang dapat menjaga tradisi sambil mencari cara yang lebih baik untuk menghadapi tantangan zaman.

Terobosan perubahan bukan berarti memutus akar tradisi, melainkan menghentikan pola-pola yang menghambat pertumbuhan. Bukan meninggalkan nilai, melainkan menghidupkan kembali nilai-nilai luhur dalam tindakan nyata.

Gagasan ini perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ada kebiasaan yang masih baik, rawatlah. Jika ada cara yang sudah tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, perbaikilah. Jika ada praktik yang merugikan orang banyak, jangan dipertahankan hanya karena sudah berlangsung lama.

Tradisi akan tetap dihormati ketika mampu memberi tuntunan, bukan ketika setiap kebiasaan dianggap tidak boleh dievaluasi.

Santri dan Masa Depan Aceh Timur

Dayah memiliki tempat tersendiri dalam kehidupan masyarakat Aceh. Dari lingkungan inilah banyak orang belajar agama, membentuk akhlak, dan mengenal arti pengabdian. Peran tersebut perlu terus diperkuat agar santri mampu menghadapi persoalan masyarakat yang semakin beragam.

Santri tentu perlu mendalami ilmu agama. Pada saat yang sama, mereka juga perlu mengenal perkembangan teknologi, memahami persoalan sosial, mengembangkan keterampilan, dan belajar membangun usaha. Bekal tersebut bukan untuk mengurangi jati diri santri, melainkan agar ilmu yang dimiliki semakin luas manfaatnya.

Aceh Timur memiliki potensi dalam pertanian, perkebunan, perikanan, perdagangan, dan usaha kecil. Potensi ini membutuhkan generasi muda yang tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga berani menciptakan peluang. Santri dapat mengambil bagian melalui pendidikan, pendampingan masyarakat, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi sesuai kemampuan masing-masing.

Namun, kita tidak boleh sekadar meminta generasi muda untuk mandiri tanpa menyediakan ruang bagi mereka untuk berkembang. Pemerintah, pemerintahan gampong, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat perlu bekerja bersama. Pelatihan harus sesuai kebutuhan, program pemberdayaan harus menjangkau orang yang tepat, dan hasilnya perlu dievaluasi secara terbuka.

Uang dan kegiatan yang telah dilaksanakan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Yang lebih penting adalah apakah masyarakat memperoleh keterampilan, apakah peluang usaha bertambah, dan apakah manfaat program benar-benar dirasakan.

Di sinilah nilai agama, pendidikan, dan pembangunan bertemu. Ketiganya akan saling menguatkan jika diarahkan pada tujuan yang sama: memperbaiki kehidupan manusia.

Perubahan Dimulai dari Hal yang Nyata

Membangun peradaban mungkin terdengar sebagai cita-cita yang besar. Namun, pelaksanaannya sering bermula dari hal-hal sederhana: mendidik anak dengan keteladanan, melayani masyarakat dengan jujur, menggunakan kewenangan secara bertanggung jawab, dan menyelesaikan masalah tanpa mengabaikan hak orang lain.

Di Indra Makmu dan kecamatan lain di Aceh Timur, semangat Hari Santri dapat diwujudkan melalui penguatan pendidikan keluarga, pembinaan generasi muda, kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan, serta kerja sama antara dayah, pemerintah, dan berbagai unsur masyarakat.

Kita juga perlu membiasakan diri menerima masukan. Tidak semua kritik disampaikan dengan cara yang tepat, tetapi kritik yang didasarkan pada fakta dan bertujuan memperbaiki keadaan patut dipertimbangkan. Menjaga keharmonisan bukan berarti menghindari persoalan. Terkadang, justru dengan membicarakan masalah secara terbuka dan santun, kita dapat menemukan jalan keluar yang lebih baik.

Perubahan tidak selalu membutuhkan program besar atau ungkapan yang muluk-muluk. Kadang-kadang, perubahan dimulai ketika seseorang bersedia mengakui kekurangan, memperbaiki kesalahan, dan tidak mengulangi cara yang terbukti merugikan.

Jangan Berhenti pada Kebanggaan Sejarah

Kita tidak harus meninggalkan tradisi untuk menjadi masyarakat yang maju. Kita juga tidak perlu mengorbankan adab untuk membangun pemikiran kritis. Tradisi, ilmu, dan keterbukaan dapat berjalan bersama selama semuanya diarahkan untuk mencari kebenaran dan menghadirkan kemaslahatan.

Aceh Timur membutuhkan santri yang teguh dalam keyakinan, luas dalam pengetahuan, santun dalam pergaulan, serta berani mengambil bagian dalam menyelesaikan persoalan masyarakat. Santri tidak cukup hanya menjadi saksi perubahan. Dengan ilmu dan pengabdiannya, mereka dapat menjadi bagian dari perubahan itu sendiri.

Hari Santri seharusnya mengingatkan kita bahwa menghormati para ulama bukan semata-mata dengan menyebut nama dan mengenang jasa mereka. Penghormatan itu juga diwujudkan dengan melanjutkan kerja baik mereka: mendidik manusia, menjaga amanah, membela kebenaran, dan mengabdikan ilmu untuk kepentingan bersama.

Jangan hanya mewarisi kebesaran nama para ulama. Warisilah kesungguhan mereka dalam mendidik umat, keberanian mereka menjaga kebenaran, dan keikhlasan mereka mengabdi kepada masyarakat.

Selamat Hari Santri Nasional. Semoga tradisi keislaman yang kita jaga tidak berhenti sebagai kebanggaan masa lalu, tetapi terus tumbuh menjadi kekuatan untuk membangun Aceh Timur yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan berkeadilan.

Tags: Aceh Timur: Rosmantisme SejarahHari SantriKepala KUA Kecamatan Indra MakmuMembangun PeradabanMulyadi
SendShare197Tweet123Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Maulid 2026: Berhenti Sekadar Merayakan, Mulai Meneladani

Maulid 2026: Berhenti Sekadar Merayakan, Mulai Meneladani

by Fazil
24 Agustus 2026
0
1.5k

Oleh: Mulyadi, S.H.I., M.Sos.Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Indra...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Usai Sayuti Terpilih, Nora dan Miswar Digadang Isi Posisi Strategis

Usai Sayuti Terpilih, Nora dan Miswar Digadang Isi Posisi Strategis

21 Oktober 2026
Golkar Aceh Utara Rayakan HUT ke-62 dengan Aksi Sosial

Golkar Aceh Utara Rayakan HUT ke-62 dengan Aksi Sosial

21 Oktober 2026
Kakankemenag Banda Aceh Dorong Penguatan Kokurikuler dan KBC

Kakankemenag Banda Aceh Dorong Penguatan Kokurikuler dan KBC

21 Oktober 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In