acehvoice.net — Bireuen — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kebencanaan Tahun 2026 dari Universitas Syiah Kuala melalui Kelompok TM-STS-60 menggelar serangkaian program edukasi dan trauma healing bagi masyarakat terdampak Siklon Tropis Senyar di Gampong Meuse, Kabupaten Bireuen.
Bencana tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis warga, terutama anak-anak. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa memfokuskan kegiatan pada pemulihan psikososial, penguatan spiritual, serta membangun kembali semangat kebersamaan masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di musholla dan posyandu Gampong Meuse sebagai ruang interaksi sosial warga.
Pemulihan Psikososial Anak Jadi Prioritas
Ketua Kelompok TM-STS-60, Muhammad Fariz Zanetti, mengatakan bahwa program kerja dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan masyarakat.
“Anak-anak membutuhkan ruang aman untuk bercerita, bermain, dan kembali merasakan suasana yang menyenangkan pascabencana,” ujarnya.
Pada 16–18 Januari 2026, mahasiswa menggelar kegiatan capacity building anak yang diisi dengan sesi berbagi cerita, pembelajaran Iqra’, serta hafalan doa sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kembali rasa percaya diri, ketenangan batin, dan penguatan nilai spiritual.
Sebelumnya, pada 15 Januari 2026, mahasiswa melaksanakan trauma healing melalui permainan tebak gambar yang dilakukan secara berkelompok untuk melatih konsentrasi dan kerja sama tim. Meski dengan keterbatasan fasilitas, kegiatan tetap berlangsung efektif dengan memanfaatkan telepon genggam sebagai media visual.
Kegiatan berlanjut dengan lomba ball cup pada 22 Januari 2026 yang melatih keseimbangan dan kekompakan, serta permainan ular tangga modifikasi pada 27 Januari 2026. Dalam permainan tersebut, mahasiswa menyisipkan pesan edukasi kebencanaan seperti pentingnya kewaspadaan dan ketenangan dalam situasi darurat.
Program Individu Berbasis Keilmuan
Selain program kelompok, mahasiswa juga melaksanakan program kerja individu sesuai bidang studi masing-masing. Beberapa di antaranya dilaksanakan di MIN 19 Bireuen dan SMP Negeri 1 Kutablang.
Program tersebut meliputi edukasi menabung, edukasi penanganan luka, terapi bermain melalui art therapy, trauma healing melalui puisi, sosialisasi remaja tangguh bencana, edukasi mitigasi banjir berbasis pohon, serta kegiatan psikososial di Kantor Geuchik Gampong Meuse. Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi kompetensi akademik mahasiswa secara langsung di tengah masyarakat.
Kreativitas sebagai Media Penguatan Mental
Mahasiswa juga mengembangkan program kerja individu berbasis hobi sebagai pendekatan kreatif dalam mendukung pemulihan mental masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi nyanyi ceria siaga bencana, nonton bersama film animasi Bilal: A New Breed of Hero, edukasi gradasi warna melalui mewarnai, menari tor-tor, menyulam bersama ibu-ibu, pembuatan gelang dan gantungan kunci, hingga kerajinan pembatas buku sederhana.
Pendekatan ini dinilai efektif karena menghadirkan suasana santai dan menyenangkan, sekaligus membuka ruang ekspresi bagi anak-anak dan warga untuk kembali membangun rasa percaya diri pascabencana.
Dalam Bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan
Seluruh kegiatan Kelompok TM-STS-60 dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Ns. Sri Novitayani, M.Ns., yang memberikan arahan sejak tahap perencanaan hingga evaluasi program.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kebencanaan berharap dapat mempercepat pemulihan sosial dan psikologis masyarakat Gampong Meuse, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan serta ketangguhan warga dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.


























