acehvoice.net – Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, resmi membentuk Tim Teknis Plan of Development (PoD) Blok South Andaman Mubadala Energy sebagai langkah memperkuat koordinasi dan percepatan pengembangan sektor minyak dan gas bumi (migas) di Aceh.
Pembentukan tim tersebut tertuang dalam Keputusan Gubernur Aceh Nomor 500.10.7.1/072/2025 tentang Pembentukan Tim Teknis Plan of Development Blok South Andaman Mubadala Energy.
Berdasarkan lampiran keputusan gubernur tersebut, tim teknis melibatkan unsur pemerintah daerah, akademisi, praktisi, hingga tenaga ahli dari berbagai bidang yang berkaitan dengan energi, geologi, lingkungan, hukum, dan pembangunan daerah.
Dalam susunan tim, Gubernur Aceh, Wakil Gubernur Aceh, dan Sekretaris Daerah Aceh bertindak sebagai pengarah. Sementara Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh ditunjuk sebagai penanggung jawab, serta Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh dipercaya sebagai ketua tim.

Keanggotaan tim juga diisi oleh sejumlah pejabat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Biro Hukum Setda Aceh, akademisi dari Universitas Syiah Kuala (USK), praktisi energi, serta staf khusus gubernur yang memiliki kompetensi di bidang hilirisasi industri, tata kelola pemerintahan, transformasi digital, ketenagakerjaan, dan pembangunan berkelanjutan.
Pembentukan tim ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Aceh dalam mengawal proses penyusunan dan pelaksanaan Plan of Development (POD) Blok South Andaman yang dikelola oleh Mubadala Energy. Kehadiran tim diharapkan mampu memastikan setiap tahapan pengembangan proyek berjalan sesuai regulasi, memberikan manfaat ekonomi bagi daerah, serta membuka peluang investasi dan lapangan kerja bagi masyarakat Aceh.
Blok South Andaman sendiri merupakan salah satu wilayah kerja migas strategis di lepas pantai Aceh yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan potensi besar setelah ditemukannya cadangan gas signifikan. Pengembangan blok tersebut dipandang sebagai salah satu proyek energi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat industri migas nasional.
Pemerintah Aceh menaruh harapan besar terhadap pengembangan Blok South Andaman agar mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan pendapatan daerah, penguatan sektor energi, serta percepatan pembangunan ekonomi berkelanjutan di Aceh.


























