acehvoice.net – Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Jakarta Future Festival 2026: Navigating Resilience yang dilaksanakan di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Jumat (05/06/2026).
Dalam forum tersebut, Illiza bercerita bahwa kota kolaborasi sudah mulai terbangun sejak abad 17 lalu di Kota Banda Aceh yang penuh dengan peradaban, perdagangan rempah dan jalur sutra.
Kata Illiza, berkat kolaborasi Kota Banda Aceh dapat bangkit kembali setelah diluluh lantakkan akibat gempa bumi dan tsunami pada 21 tahun yang lalu.
“Alhamdulillah, pascatsunami Aceh menjadi bukti kuatnya kolaborasi kemanusiaan dunia.Ratusan pemerintah daerah, LSM nasional dan internasional, puluhan negara donor, lembaga PBB, serta berbagai lembaga keuangan dunia bersatu memberikan bantuan, menjadikannya salah satu operasi bantuan dan rekonstruksi pascabencana dalam sejarah terbesar,” kata Illiza.

Tidak berhenti di situ, kata Illiza di masa kepemimpinannya ini menjadi visi kolaborasi dalam membangun Kota Banda Aceh.
“Alhamdulillah karena memang saya itu sejak 2007 menjadi Wakil Wali Kota, 2012 selanjut menjadi Wali Kota, dan DPR RI, dan kembali ke Kota Banda Aceh. Nah kembalinya saya ini dengan sejarah sejarah yang pernah kami bangun dulu dan menjaring kolaborasi, kerjasama. Banda Aceh hari ini dikenal sebagai Kota Tangguh dan bahkan menjadi pembelajaran dunia,” kata Illiza.
Illiza menjelaskan, saat ini Kota Banda Aceh terus membangun melalui kolaborasi dan inovasi, dengan fokus pada pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, transformasi layanan publik melalui aplikasi SALEUM, peningkatan kapasitas masyarakat melalui Banda Aceh Academy, serta program pengelolaan sampah yang meraih penghargaan tingkat Asia.
“Kita juga memperkuat branding kota sebagai kolaborasi kota dan kota parfum Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Illiza.


























