• Latest
  • Trending
  • All

OPINI | Ketika Kematian di Perantauan Menjadi Luka Kolektif: Suara dari Simeulue untuk Keadilan dan Kemanusiaan

9 November 2025

Peusijuek Jamaah Haji 2026, Bupati Al-Farlaky Titip Doa untuk Kemajuan Aceh Timur

28 April 2026

Pemkab Aceh Timur Ajak Warga Solid Dukung Program, Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana

27 April 2026

Kekhususan yang Dikhianati : Krisis Epistemik dan Moral Kepemimpinan Aceh

26 April 2026

Di Tengah Pemulihan Banjir, Isu Liar Serang Bupati Al-Farlaky, Pemuda Aceh Minta Publik Waspada

25 April 2026

Gerak Cepat, Bupati Al-Farlaky Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Julok

24 April 2026

Walimatus Safar : Antara Spirit Ibadah dan Panggung Sosial

23 April 2026
Pimpin Upacara TMMD, Bupati Al-Farlaky Tekankan Sinergi dan Pemberdayaan Masyarakat

Pimpin Upacara TMMD, Bupati Al-Farlaky Tekankan Sinergi dan Pemberdayaan Masyarakat

22 April 2026

TMMD Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Tekankan Sinergi Lintas Sektor

22 April 2026

Interprofessional Education Bukan Hanya Belajar Bersama, tetapi Tentang Bertahan Bersama

21 April 2026
Bupati Al-Farlaky Dukung Pembentukan UPT BPOM di Aceh Timur

Bupati Al-Farlaky Dukung Pembentukan UPT BPOM di Aceh Timur

21 April 2026

Kartini dalam Hegemoni Seremonial : Dekonstruksi Kegagalan Kebijakan Gender di Aceh

21 April 2026

Marjoni Minta Polisi Usut Penyebar Berita Bohong ke Media

19 April 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Rabu, April 29, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Daerah

OPINI | Ketika Kematian di Perantauan Menjadi Luka Kolektif: Suara dari Simeulue untuk Keadilan dan Kemanusiaan

Muhammad by Muhammad
9 November 2025
in Daerah, Hukum, Kriminal
0
523
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Oleh: Mulyadi, S.H.I., M.Sos

ADVERTISEMENT

Rais Syuriah MWCNU Pante Bidari & Sekretaris Apari Aceh Timur

BacaJuga

Zakat Fitrah Perspektif Ahlusunah Waljamaah dalam Konteks Aceh Kontemporer

Mualem Apresiasi Presiden atas Dana Sapi Meugang untuk 19 Daerah Aceh

Wagub Aceh Tinjau Pembangunan Pesawat Boeing 737 untuk Wahana Manasik Pertama di Indonesia

acehvoice.net – Kabar tentang meninggalnya seorang mahasiswa Simeulue di Masjid Agung Sibolga bukan hanya peristiwa kriminal, tetapi getaran duka yang merambat hingga ke kampung-kampung di pulau kami. Luka itu terasa lebih dalam karena terjadi di ruang yang seharusnya menjadi tempat paling aman—masjid. Bagi kami di Simeulue, kejadian ini bukan sekadar hilangnya satu nyawa, tetapi juga hantaman terhadap rasa aman, martabat, dan identitas kolektif sebagai anak pulau.

ADVERTISEMENT

Anak Pulau di Negeri Orang: Antara Harapan dan Kerentanan

Mahasiswa Simeulue yang merantau ke luar daerah biasanya membentuk komunitas kecil yang saling menjadi penopang. Mereka belajar banyak hal: ilmu, kemandirian, dan cara bertahan hidup di tengah kerasnya kota orang. Tetapi peristiwa ini menunjukkan bahwa di balik kemandirian, ada kerentanan yang tipis batasnya.

Kita sering lupa bahwa anak-anak pulau ini hidup jauh dari orang tua, mengandalkan ikatan solidaritas sesama perantau. Ketika salah satu dari mereka menjadi korban kekerasan, seluruh jaringan itu ikut runtuh. Ini bukan hanya tragedi personal, tapi tragedi sosial.

ADVERTISEMENT

Luka di Ruang Suci: Ketika Kekerasan Meruntuhkan Nilai

Masjid selalu dimaknai sebagai tempat teduh, tempat manusia pulang ketika letih dan resah. Karena itu, ketika kekerasan terjadi di dalamnya, luka yang muncul bukan sekadar luka jasad, melainkan luka batin, luka iman, dan luka kemanusiaan.

Dari Aceh hingga Sibolga, suara duka bergema: “Anak kami tidak mati karena salah, ia mati karena dunia terlalu mudah menginjak yang lemah.”

Dan itu adalah cermin ketimpangan moral yang harus dicatat.

Adat Sebagai Jalan Pemulihan

Masyarakat Simeulue memiliki mekanisme adat untuk memulihkan luka, bukan untuk membalas dendam. Ritual Manyayam Dala, atau proses “mengganti darah”, bukan upaya menukar nyawa, tetapi sebagai simbol keinsafan dan pemulihan keseimbangan sosial.

Sirih belingkar, kain putih, dan pulut ketan menjadi tanda bahwa luka harus dijahit dengan penghormatan, kesucian, dan persaudaraan. Hukum negara tentu harus berjalan, tetapi hukum adat memberi ruang bagi penyembuhan yang lebih dalam—penyembuhan jiwa.

Justru di sini letak kekuatan masyarakat adat: mereka tidak menuntut balas sebesar-besarnya, tetapi memulihkan kehidupan sebesar-besarnya.

Papar: Ritual Menerima yang Pergi, Menguatkan yang Tinggal

Ketika jenazah almarhum dipulangkan ke Simeulue, masyarakat menyambutnya dengan ritual Papar, sebuah cara adat untuk merangkul duka menjadi narasi yang lebih besar tentang penghormatan dan penguatan.

Papar bukan sekadar mengenang, tetapi menjahit ulang hubungan antara yang hidup dan yang telah pergi. Ini adalah cara adat mengatakan:

“Kami menerimamu sebagai bagian dari kami, hidup dan matimu tidak akan kami lupakan.”

Dari Duka Lahir Kesadaran Baru

Peristiwa ini telah memantik solidaritas yang luar biasa. Mahasiswa berdiri, tokoh masyarakat bergerak, dan suara keadilan digaungkan sampai ke lembaga legislatif. Tragedi ini menyadarkan kita bahwa keadilan tidak boleh berhenti pada meja sidang; ia harus hidup di hati masyarakat.

Bagi masyarakat Simeulue, perjuangan ini bukan hanya tentang satu nyawa, tetapi tentang martabat seluruh anak pulau di mana pun mereka berada. Mereka menuntut agar negara hadir dan adat dihormati, karena keduanya sama pentingnya menjaga peradaban.

Kita Tidak Mencari Balas, Kita Mencari Damai

Di tengah dunia yang keras, masyarakat kecil seperti Simeulue sering dipandang remeh. Namun tragedi ini membuktikan bahwa suara mereka dapat menggema jauh: suara tentang martabat, solidaritas, dan kemanusiaan.

Kami tidak berdiri untuk membalas, tetapi untuk memastikan tidak ada lagi anak pulau yang mati sia-sia di negara orang.

Kami tidak menuntut permusuhan, tetapi keadilan yang menyembuhkan.

Kami tidak membawa dendam, tetapi membawa nilai-nilai adat yang menyatukan.

Tragedi di Sibolga ini adalah pengingat bahwa di mana pun anak perantau berada, keselamatan mereka adalah tanggung jawab bersama—negara, masyarakat, dan kita semua.

Karena pada akhirnya, yang kita perjuangkan adalah kemanusiaan itu sendiri.

Tags: AcehBudaya AdatDiaspora AcehKekerasan SibolgaMahasiswa Perantau
SendShare209Tweet131Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Zakat Fitrah Perspektif Ahlusunah Waljamaah dalam Konteks Aceh Kontemporer

by Fazil
16 Maret 2026
0
1.5k

Oleh: Mulyadi, S.H.I., M.Sos Kepala KUA Kecamatan Indra Makmu Zakat...

Aceh Siaga Bencana Hidrometeorologi, Mualem Instruksikan Langkah Cepat ke Bupati/Wali Kota

Mualem Apresiasi Presiden atas Dana Sapi Meugang untuk 19 Daerah Aceh

by Fazil
12 Februari 2026
0
1.4k

Mualem Apresiasi Presiden atas Dana Sapi Meugang untuk 19 Daerah...

Wagub Aceh Tinjau Pembangunan Pesawat Boeing 737 untuk Wahana Manasik Pertama di Indonesia

Wagub Aceh Tinjau Pembangunan Pesawat Boeing 737 untuk Wahana Manasik Pertama di Indonesia

by Fazil
31 Januari 2026
0
1.4k

acehvoice.net — Banda Aceh — Banda Aceh — Wakil Gubernur...

Satu Tahun Mualem–Dek Fadh, Aceh Masuk 8 Besar Nasional Kinerja Pelayanan Publik

by Fazil
15 Januari 2026
0
1.4k

acehvoice.net - Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Aceh mencatatkan capaian...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1

Peusijuek Jamaah Haji 2026, Bupati Al-Farlaky Titip Doa untuk Kemajuan Aceh Timur

28 April 2026

Pemkab Aceh Timur Ajak Warga Solid Dukung Program, Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana

27 April 2026

Kekhususan yang Dikhianati : Krisis Epistemik dan Moral Kepemimpinan Aceh

26 April 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In