Acehvoice.net – Sebagai daerah yang dikenal dengan penerapan syariat Islam yang kuat, kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kehormatan agama dan budaya setempat. Aliansi Pelajar Islam Peduli Syariat (APIPS) mengadakan aksi penolakan terhadap pengaruh budaya Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di wilayah tersebut pada Selasa, 11 Maret 2025, bertempat di Taman Sari, Simpang Jam. Aksi ini melibatkan puluhan pelajar dan masyarakat yang peduli terhadap pelestarian syariat Islam di Aceh.
APIPS menggelar aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan generasi muda Aceh, sekaligus untuk memperkuat komitmen masyarakat dalam mempertahankan nilai-nilai agama Islam yang telah menjadi dasar kehidupan di Aceh.
Koordinator Aksi, T. Muhammad Rayyan, menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan tegas terhadap gerakan LGBT yang semakin marak, terutama di kalangan pelajar Aceh, khususnya di Banda Aceh. Ia khawatir jika tidak ada langkah nyata, pergeseran moral dapat merusak masa depan generasi muda Aceh.
“Alhamdulillah, puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT yang memberikan kita kesempatan untuk berkumpul di sini, dalam rangka memperjuangkan nilai-nilai agama yang kita cintai. Aksi ini kita lakukan sebagai bentuk penolakan tegas terhadap budaya LGBT yang merusak moral bangsa dan bertentangan dengan ajaran Islam serta nilai budaya kita di Aceh,” ungkap Rayyan dalam sambutannya.
“Sebagai daerah yang kuat dalam penerapan syariat Islam, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan umat Islam, melindungi generasi muda, dan memastikan bahwa moralitas kita tetap terjaga. Kita tidak bisa membiarkan pengaruh buruk dari luar merusak tatanan sosial yang sudah dibangun berdasarkan ajaran agama kita,” Lanjut Rayyan.

Tiga Tujuan Utama Aksi
- Penolakan Terhadap Praktik LGBT
APIPS dengan tegas menolak praktik LGBT yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam dan budaya lokal masyarakat Aceh. Di Aceh, ajaran Islam dan syariat Islam menjadi pedoman hidup yang sangat mendalam bagi setiap individu. - Edukasi dan Kesadaran Masyarakat tentang Bahaya LGBT
Aksi ini juga bertujuan untuk mengedukasi pelajar dan masyarakat Aceh mengenai dampak negatif dari praktik LGBT terhadap generasi muda dan bagaimana pergeseran moral dapat merusak norma-norma agama yang berlaku. Hal ini sejalan dengan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat yang mengatur tindak pidana terkait perilaku menyimpang. - Memperkuat Komitmen Menjaga Kehormatan dan Kelestarian Syariat Islam
Sebagai daerah yang tegas menerapkan syariat Islam, Aceh memiliki kewajiban untuk melestarikan nilai-nilai luhur yang mengedepankan kehormatan umat manusia. Aksi ini menjadi momentum untuk mempertegas posisi masyarakat dalam menjaga kelestarian ajaran Islam.
Rayyan menambahkan, “Tujuan utama dari aksi ini adalah untuk mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai bahaya pergeseran moral yang ditimbulkan oleh LGBT. Kita ingin memastikan bahwa mereka tetap hidup sesuai dengan nilai-nilai luhur Islam yang telah menjadi pedoman hidup kita di Aceh.”
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Aceh untuk berdiri bersama dalam gerakan ini.
“Mari kita bersama-sama menjaga dan memperkuat syariat Islam di Aceh, serta memastikan bahwa nilai-nilai agama yang kita anut tetap menjadi dasar kehidupan sosial kita,” serunya.
Aksi ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat Aceh, khususnya generasi muda. APIPS ingin memastikan generasi muda tidak terpengaruh oleh budaya asing yang bertentangan dengan ajaran Islam.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberi dampak positif kepada masyarakat Aceh, khususnya generasi muda, agar mereka selalu hidup sesuai dengan nilai-nilai agama Islam yang penuh rahmat dan berkah,” kata Rayyan.
Selain itu, aksi ini juga menjadi bentuk dakwah yang mengajak masyarakat untuk berbuat baik dan menjauhi kemungkaran. Dengan langkah ini, APIPS berharap generasi muda Aceh akan semakin sadar akan pentingnya menjaga moralitas dan nilai-nilai agama yang telah lama menjadi pegangan hidup mereka.























