acehvoice.net – Langsa | 27 Januari 2026 — Seorang pengusaha asal Jakarta menyatakan ketertarikannya untuk mengelola Klub Sepak Bola PSBL Langsa. Pengusaha tersebut diketahui pernah menjalankan sejumlah usaha di Aceh beberapa tahun lalu dan telah menjalin komunikasi awal dengan pengurus PSBL Langsa.
Pengusaha yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan dan hanya disebut berinisial PG itu mengaku memiliki kecintaan terhadap sepak bola serta Aceh. Ketertarikan tersebut mendorongnya untuk melirik PSBL Langsa sebagai salah satu klub sepak bola tertua di Aceh yang memiliki nilai historis dan potensi pasar olahraga yang besar.
“Saya penghobi sepak bola, dan kecintaan saya pada Aceh membuat saya tertarik pada dunia sepak bola Aceh, salah satunya PSBL Langsa. Klub ini memiliki sejarah panjang, pernah berprestasi di Liga Indonesia, dan memiliki potensi sport market yang besar. Saya sudah mencoba membangun komunikasi dengan pengurus PSBL Langsa,” ujar PG.
Ketua Umum PSBL Langsa, H. Hasan Basri, SH, MH, membenarkan adanya komunikasi dari pihak pengusaha tersebut. Ia mengatakan telah dihubungi melalui sambungan telepon dan bahkan diundang untuk menghadiri pertemuan di Jakarta.
“Ya, benar. Ada yang menghubungi saya via telepon dan mengundang untuk pertemuan di Jakarta. Prinsipnya, kami tentu berpikir positif. Selama itu untuk kemajuan PSBL Langsa, semua kemungkinan patut dipertimbangkan,” kata Hasan Basri.
Namun demikian, Hasan Basri menegaskan bahwa PSBL Langsa bukanlah milik pribadi, sehingga setiap keputusan terkait pengelolaan klub harus dibahas dan diputuskan secara kolektif melalui rapat pengurus.
“PSBL Langsa bukan milik pribadi saya. Semua keputusan akan dibicarakan dan diputuskan dalam rapat pengurus,” tegasnya.
PSBL Langsa yang didirikan pada tahun 1966 merupakan klub dengan sejarah panjang dan pernah menorehkan prestasi gemilang di kancah sepak bola nasional. Namun dalam beberapa tahun terakhir, klub ini mengalami penurunan prestasi serta menghadapi kendala finansial.
Di sisi lain, atmosfer sepak bola di Kota Langsa dinilai cukup menjanjikan. Antusiasme masyarakat tidak hanya datang dari Kota Langsa, tetapi juga dari dua daerah pemekaran di sekitarnya, yakni Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor pendukung berkembangnya industri olahraga di wilayah tersebut.
Selain itu, keberadaan jalan tol Binjai–Langsa turut meningkatkan aksesibilitas Kota Langsa dari Provinsi Sumatera Utara, yang dinilai dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola dan industri olahraga di kawasan tersebut.[]























