Acehvoice.net, Banda Aceh – Ketua Hmi FKIP USK menyikapi Kegaduhan yang di buat oleh bendum HMI badko aceh terhadap Kader dan Rakyat, Soroti Kepemimpinan Organisasi.
Kepercayaan publik dan internal dalam tubuh organisasi HMI Aceh tengah goyah setelah pernyataan kontroversial dari Bendahara Umum (Bendum) menuai kritik tajam dari kalangan kader serta masyarakat luas setelah keluarnya steatment melalui beberapa media terkait konflik BUPATI Aceh Barat dengan PT. MIFA Bersaudara.
Dalam pernyataannya, Bendum HMI Badko Aceh dinilai lebih berpihak pada kekuatan modal dan elite lokal yang selama ini kerap dituding meresahkan banyak rakyat di Aceh Barat. Yang lebih mengejutkan, Bendum bahkan ikut menyuarakan pembenaran terhadap langkah hukum yang ditempuh oleh pihak-pihak yang dianggap berseberangan dengan rakyat.
“Ini bentuk pengkhianatan terhadap semangat perjuangan. Ketika Bupati dikriminalisasi karena membela Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan rakyatnya, justru ada kader organisasi yang mendukung langkah hukum dari para penindas. Ini jelas mencederai hati kami,” ujar Rivaldi.
Dukungan Bendum badko untuk mengawal jalur hukum yang di tempuh antara konflik PT. Mifa bersaudara dengan Bupati Aceh Barat bukan hanya dinilai sebagai blunder politik, tetapi juga mejadi sebuah indikator
bahwa sebagian elit dalam sebuah wadah organisasi kehilangan arah dan idealisme nya.
“Kami mendesak ketua umum Badko HMI Aceh dan Pengurus Besar HMI untuk mengambil langkah paling bijak yaitu dengan segera mencopot jabatan tersebut dan menyerahkannya kepada yang lebih layak. Jangan jadikan organisasi besar ini menjadi alat untuk mendukung oligarki dan mengkhianati rakyat” -tutup rivaldi ke awak media.






















