acehvoice.net – Banda Aceh – Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh menyampaikan aspirasi terkait persoalan akses pendidikan bagi anak-anak di Kabupaten Pidie Jaya, penguatan karakter pelajar, serta penanganan pascabencana banjir di Aceh kepada Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Darwati A. Gani.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor DPD RI Provinsi Aceh, kawasan Taman Ratu Safiatuddin, Kota Banda Aceh, pada Kamis (15/10/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Rini Safitri, selaku Ketua I Bidang Kaderisasi PW PII Aceh, yang turut didampingi Ketua PD PII Kota Banda Aceh serta sejumlah pengurus PII lainnya.
Dalam pertemuan itu, PII Aceh menyoroti kondisi anak-anak di Kabupaten Pidie Jaya yang masih harus menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah. Selain itu, PII Aceh juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi pendidikan karakter dan moral pelajar serta pentingnya percepatan penanganan wilayah yang masih terdampak bencana banjir.
Soroti Akses Pendidikan Anak di Pidie Jaya
Dalam penyampaiannya, Rini Safitri menegaskan bahwa PII Aceh tetap berkomitmen mengambil peran dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan tidak hanya berkaitan dengan proses belajar mengajar, tetapi juga menyangkut keselamatan dan terpenuhinya hak anak untuk memperoleh akses pendidikan yang layak.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi anak-anak di Pidie Jaya yang harus menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah. Meskipun sungai tersebut disebut tidak terlalu dalam, kondisi itu tetap memiliki risiko bagi keselamatan anak-anak, khususnya mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Kami dari PII Aceh sangat berharap persoalan akses pendidikan yang dialami anak-anak di Pidie Jaya dapat ditindaklanjuti secara serius. Anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar seharusnya mendapatkan akses pendidikan yang aman dan layak, bukan harus menghadapi risiko saat menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah,” ujar Rini Safitri.
Ia berharap persoalan tersebut dapat diteruskan kepada pemerintah pusat dan instansi terkait agar mendapat perhatian serta penanganan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
PII Aceh Soroti Pendidikan Karakter Pelajar
Selain akses pendidikan, Rini Safitri turut menyoroti penerapan pendidikan karakter di lingkungan sekolah. Ia menilai pendidikan karakter tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui praktik nyata dalam kehidupan pelajar sehari-hari.
PII Aceh menjelaskan bahwa organisasinya secara rutin menyelenggarakan pelatihan kader setiap semester. Melalui kegiatan tersebut, PII Aceh juga melakukan kajian untuk memahami kondisi pelajar di Provinsi Aceh, termasuk berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam proses pembentukan karakter.
Dari kegiatan dan kajian tersebut, PII Aceh melihat adanya kebutuhan untuk memperkuat pembinaan karakter dan moral pelajar. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah terbatasnya ruang bagi pelajar untuk mengeksplorasi potensi, mengembangkan kemampuan, serta menyalurkan kreativitas mereka secara positif.
“Menurut kami, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan sebagai slogan di sekolah. Harus ada implementasi nyata yang memberikan ruang kepada pelajar untuk mengembangkan potensi, menyalurkan kreativitas, dan membentuk karakter serta moral yang baik,” ungkap Rini.
Ia menambahkan, kegiatan pembinaan pelajar perlu memberikan kesempatan kepada generasi muda untuk mengembangkan kemampuan diri, membangun kepemimpinan, dan berpartisipasi dalam kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
“Kami berharap aspirasi ini dapat menjadi perhatian pemerintah, baik terkait akses pendidikan anak-anak di daerah terdampak maupun penguatan karakter pelajar. Kami ingin persoalan yang dihadapi pelajar tidak hanya menjadi pembicaraan, tetapi juga mendapatkan tindak lanjut yang nyata,” tambahnya.
Darwati Sepakat Pendidikan Karakter Perlu Perhatian
Menanggapi aspirasi tersebut, Darwati A. Gani menyampaikan terima kasih kepada PII Aceh yang telah berkunjung dan menunjukkan kepedulian terhadap berbagai persoalan pendidikan serta kondisi masyarakat di Aceh.
Darwati juga menyatakan sependapat bahwa persoalan karakter dan moral pelajar perlu mendapat perhatian bersama. Menurutnya, pendidikan karakter merupakan bagian penting yang tidak dapat diabaikan dalam upaya membentuk generasi muda.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik PII Aceh yang sudah berkunjung dan menyampaikan aspirasi. Saya menghargai kepedulian PII terhadap kondisi pendidikan dan persoalan yang dihadapi masyarakat Aceh saat ini,” ujar Darwati.
Ia mengakui bahwa kondisi pendidikan, termasuk persoalan karakter dan moral pelajar, menjadi hal yang perlu dicermati. Namun, Darwati menjelaskan bahwa bidang pendidikan bukan merupakan ranah tugas utamanya.
Meski demikian, ia menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan PII Aceh tetap dapat disuarakan melalui forum rapat paripurna dan saluran yang sesuai dengan kewenangannya.
“Saya sepakat bahwa pendidikan karakter dan moral pelajar merupakan hal yang penting. Kita juga melihat bahwa kondisi pendidikan hari ini membutuhkan perhatian dari berbagai pihak. Aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik PII Aceh akan saya suarakan melalui forum yang menjadi kewenangan saya, termasuk dalam rapat paripurna,” katanya.
Darwati Akan Sampaikan Aspirasi Pascabanjir kepada Pemerintah Pusat
Selain persoalan pendidikan, pertemuan tersebut juga membahas penanganan pascabencana banjir di Aceh, terutama bagi wilayah yang hingga kini masih terdampak.
Darwati menjelaskan bahwa penanganan pascabencana masih menjadi salah satu persoalan yang mendapat perhatiannya. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya dirinya telah menanyakan kepada pemerintah pusat mengenai perkembangan penanganan pascabanjir di Aceh.
Menurut Darwati, penanganan bencana menghadapi tantangan karena sejumlah daerah di Indonesia juga mengalami bencana alam. Kondisi tersebut membuat anggaran penanganan harus dialokasikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan di wilayah terdampak.

“Sebelumnya saya sudah menanyakan kepada pemerintah pusat terkait penanganan pascabanjir di Aceh. Kita melihat bahwa saat ini banyak daerah di Indonesia yang juga mengalami bencana alam, sehingga anggaran penanganan harus dibagi. Namun, kita juga menyaksikan bahwa penanganan pascabencana di Aceh sudah berlangsung cukup lama,” ungkap Darwati.
Ia menilai wilayah yang masih terdampak banjir di Aceh membutuhkan perhatian lebih agar proses pemulihan dapat berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
“Insyaallah, aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik PII Aceh akan saya sampaikan kepada pemerintah pusat. Saya berharap daerah-daerah di Aceh yang sampai hari ini masih terdampak bencana dapat memperoleh perhatian lebih, sehingga penanganannya bisa menjadi prioritas dan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani,” tutup Darwati.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi PII Aceh untuk menyampaikan aspirasi mengenai keselamatan akses pendidikan anak-anak, penguatan pendidikan karakter pelajar, serta percepatan penanganan pascabencana.
PII Aceh berharap komunikasi dengan para pemangku kebijakan dapat mendorong perhatian lebih serius dan langkah konkret untuk menjawab persoalan pendidikan serta kebutuhan masyarakat di wilayah Aceh yang masih terdampak bencana.


























