acehvoice.net — Banda Aceh — Menjelang pelaksanaan kegiatan pada 15 Agustus 2026, Kepala Administrasi dan Logistik (KA Adminlok) Brigade Pelajar Islam Indonesia (BPII) Aceh, Muhammad Revi, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi, opini, maupun narasi yang berkembang di tengah masyarakat.
Muhammad Revi menegaskan bahwa kegiatan yang akan dilaksanakan pada 15 Agustus tersebut merupakan kegiatan yang membawa semangat kebaikan, persatuan, serta upaya untuk terus merawat perdamaian. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat kegiatan tersebut secara objektif dan tidak mudah memberikan penilaian berdasarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Menurut Revi, kegiatan tersebut pada prinsipnya hanya menjadi momentum untuk mengingat tanggal 15 Agustus sekaligus merawat dan memperkuat perdamaian yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Aceh.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita memaknai tanggal 15 Agustus dengan semangat kebaikan dan perdamaian. Jangan sampai momentum yang seharusnya menjadi ruang untuk mempererat persatuan justru dipengaruhi oleh informasi atau opini yang dapat memecah belah masyarakat,” ujar Revi, Rabu (12/08/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengedepankan pikiran dan prasangka yang baik terhadap setiap kegiatan sebelum mengambil kesimpulan. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang wajar, namun tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling mencurigai atau mempertentangkan sesama masyarakat.
Revi mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang mencoba membangun narasi provokatif atau menggiring opini ke arah yang dapat mengganggu suasana damai.
“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Jangan pula terburu-buru membuat opini sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya. Kita harus lebih bijak dalam menerima informasi dan tidak memberikan ruang kepada pihak-pihak yang ingin memprovokasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Revi menyampaikan bahwa semangat persatuan harus menjadi arah bersama. Menurutnya, setiap elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif.
Ia berharap seluruh masyarakat dapat menjadikan momentum 15 Agustus sebagai ruang untuk memperkuat kembali rasa kebersamaan serta mengingat pentingnya menjaga perdamaian.
“Kita tidak ingin kegiatan yang memiliki semangat kebaikan dan perdamaian justru ditarik ke dalam kepentingan atau opini yang berbeda. Mari kita arahkan semuanya kepada persatuan. Berpikir dengan kepala dingin, tabayun terhadap informasi, dan selalu mengutamakan kebaikan,” kata Revi.
Revi juga mengajak seluruh pihak untuk tidak memberikan ruang bagi provokasi yang dapat memecah persatuan. Menurutnya, perbedaan pendapat harus disikapi secara dewasa, sementara kepentingan menjaga perdamaian harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan pribadi.
“Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu membuat kita kehilangan persaudaraan. Mari bersama-sama menjaga perdamaian, merawat persatuan, dan memastikan momentum 15 Agustus ini tetap berada dalam koridor kebaikan,” tutup Revi.
Muhammad Revi
KA Adminlok Brigade Pelajar Islam Indonesia (BPII)






















