acehvoice.net — Aceh Timur — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan pentingnya peran keuchik dalam percepatan pemulihan pascabanjir saat menerima audiensi Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Aceh Timur di Pendopo Bupati, Jumat (3/4/2026).
Pertemuan tersebut menjadi forum strategis antara pemerintah kabupaten dan para pemimpin gampong untuk menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai tantangan pascabencana di Aceh Timur.
Dalam arahannya, Bupati Al-Farlaky menekankan bahwa keuchik tidak boleh hanya berperan sebagai penerima instruksi, tetapi harus menjadi ujung tombak pemerintah dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat serta menyelesaikan persoalan di tingkat desa.
“Keuchik harus aktif, mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat, dan menyelesaikan persoalan melalui musyawarah agar menghasilkan keputusan bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar permasalahan yang dapat diselesaikan di tingkat gampong tidak langsung dilimpahkan ke tingkat kabupaten. Menurutnya, penyelesaian berbasis musyawarah di tingkat lokal akan mempercepat proses penanganan dan mengurangi beban pemerintah daerah.
Bupati mengakui bahwa proses pemulihan pascabanjir membutuhkan waktu dan kerja sama semua pihak. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh keuchik untuk tetap solid dan berada dalam satu barisan bersama pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan.
“Peran keuchik sangat penting untuk percepatan pembangunan pascabanjir. Mari kita berjuang bersama agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujarnya.
Audiensi bersama Apdesi ini juga mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dalam membangun koordinasi yang kuat dari tingkat bawah, dengan melibatkan keuchik sebagai mitra strategis dalam proses pemulihan dan pembangunan daerah.


























