• Latest
  • Trending
  • All
Penambahan Batalyon TNI di Aceh Dinilai Langgar MoU Helsinki 2005

Penambahan Batalyon TNI di Aceh Dinilai Langgar MoU Helsinki 2005

4 Mei 2025
Dulu Bicara Prabowo 2 Tahun, Kini Listyo Sigit Terseret Kasus! Akankah Pernyataan Connie Bakrie Jadi Kenyataan?

Dulu Bicara Prabowo 2 Tahun, Kini Listyo Sigit Terseret Kasus! Akankah Pernyataan Connie Bakrie Jadi Kenyataan?

3 November 2026
Sambut Mahasiswa Baru, PB Himabir Banda Aceh Pastikan Bupati Bireuen Hadir

Sambut Mahasiswa Baru, PB Himabir Banda Aceh Pastikan Bupati Bireuen Hadir

3 November 2026
Polri Tetapkan Tiga Jenderal sebagai Tersangka Kasus Penyadapan

Polri Tetapkan Tiga Jenderal sebagai Tersangka Kasus Penyadapan

3 November 2026
Ratusan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Tertahan di Gerbang Kantor Gubernur Aceh, Ini Tiga Tuntutannya

Ratusan Mahasiswa UIN Ar-Raniry Tertahan di Gerbang Kantor Gubernur Aceh, Ini Tiga Tuntutannya

3 November 2026
KPK Buka Peluang Periksa Ahmad Dhani dalam Kasus Bea Cukai

KPK Buka Peluang Periksa Ahmad Dhani dalam Kasus Bea Cukai

3 November 2026
Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 36,22 Persen, Malaysia Masih Mendominasi

Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 36,22 Persen, Malaysia Masih Mendominasi

3 November 2026
Diduga Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Pria 59 Tahun Ditangkap Polisi

Diduga Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Pria 59 Tahun Ditangkap Polisi

3 November 2026
IPNU Aceh Perkuat Kaderisasi Lewat Lakmud dan Rapimwil

IPNU Aceh Perkuat Kaderisasi Lewat Lakmud dan Rapimwil

2 November 2026

Imigrasi Aceh Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga

2 November 2026
Mualem-Dek Fadh Desak Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Aceh

Mualem-Dek Fadh Desak Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Aceh

2 November 2026

81 Situs Sejarah Pidie Jaya Terancam, Bupati Minta Bantuan Pusat

2 November 2026

22 Rumah di Gayo Lues Ludes Terbakar, Mushala Ikut Hangus

2 November 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Rabu, November 4, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Daerah

Penambahan Batalyon TNI di Aceh Dinilai Langgar MoU Helsinki 2005

Fazil by Fazil
4 Mei 2025
in Daerah
0
497
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Acehvoice.net – Rencana penambahan empat batalyon Tentara Nasional Indonesia (TNI) di wilayah Aceh menuai penolakan dari berbagai pihak, termasuk dari Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk.

ADVERTISEMENT

Malik Mahmud Alhaytar. Beliau menilai bahwa langkah ini bertentangan langsung dengan kesepakatan damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), yang dituangkan dalam nota kesepahaman atau MoU Helsinki tahun 2005.

BacaJuga

Pemerintah Aceh dan DPRA Sepakati KUA-PPAS 2027

Aceh dan DPRA Sepakati KUA-PPAS 2027

Warning Keras Pemuda Aceh : Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Hak-hak Aceh Sebelum Terlambat!‎

“Selama perdamaian berlaku, masyarakat Aceh semakin merasa aman dan merasa bahwa pemerintah berkomitmen kepada perjanjian damai MoU Helsinki 2005. Malah, pihak eks kombatan GAM bahu-membahu saling menjaga keamanan sejak tahun 2005-2025,” kata Wali Nanggroe menanggapi rencana penambahan empat batalyon TNI di Aceh, Sabtu (3/5/2025).

ADVERTISEMENT

Dalam pernyataannya pada Sabtu, 3 Mei 2025, Tgk. Malik Mahmud menegaskan bahwa sejak MoU Helsinki ditandatangani, masyarakat Aceh telah hidup dalam suasana damai. Ia menilai keberadaan tambahan batalyon TNI tidak selaras dengan semangat perdamaian yang telah dibangun selama dua dekade terakhir. Bahkan, eks kombatan GAM disebut telah ikut menjaga keamanan bersama aparat sejak tahun 2005 hingga kini.

Menurutnya, kondisi geopolitik Asia Tenggara dan negara-negara tetangga seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, dan Australia berada dalam situasi yang stabil. Oleh karena itu, tidak ada alasan kuat untuk menambah kekuatan militer di Aceh.

“Seandainya ada ancaman dari luar, rakyat Aceh siap membela tanah air, sebagaimana sejarah Aceh dalam melawan Portugis, Belanda, dan Jepang,” ucap Wali Nanggroe.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh, ia menekankan bahwa kepercayaan dan komitmen pada kesepakatan damai adalah benteng pertahanan yang paling kuat dan menjadi dasar utama untuk membangun masa depan Aceh yang gemilang.

Senada dengan Wali Nanggroe, Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Tgk. Muharuddin juga menyampaikan kekhawatirannya. Ia menyebutkan bahwa pembangunan empat Batalyon Teritorial Pembangunan (YTP) dapat memicu trauma masa lalu masyarakat Aceh yang pernah mengalami konflik bersenjata.

Menurut Tgk. Muharuddin, kesepakatan damai dalam MoU Helsinki secara eksplisit membatasi jumlah tentara organik yang bertugas di Aceh sebanyak 14.700 personel. Ia juga menyoroti butir 4.8 dan 4.11 yang melarang adanya mobilisasi besar-besaran serta memastikan bahwa hanya tentara organik yang boleh berada di wilayah Aceh dalam kondisi damai.

Saat ini, Aceh telah memiliki 13 batalyon di bawah Kodam Iskandar Muda yang tersebar di berbagai daerah, seperti Aceh Tamiang, Banda Aceh, Bireuen, Bener Meriah, Aceh Selatan, Aceh Barat, Aceh Besar, Aceh Utara, Pidie, dan lainnya. Karena itu, menurutnya, memperkuat pasukan yang sudah ada jauh lebih tepat ketimbang membentuk batalyon baru.

Ia menambahkan bahwa penambahan batalyon baru bisa menciptakan kekhawatiran dan ketidakpercayaan di kalangan masyarakat, mengingat luka masa lalu konflik masih membekas di sebagian warga. Tgk. Muharuddin pun mendesak agar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia meninjau kembali rencana pembangunan empat batalyon tersebut.

“Untuk memperkuat pertahanan wilayah serta untuk mengintegrasikan program-program pertahanan dengan pembangunan nasional di Aceh, cukup dengan memperkuat tentara organik yang berada di Aceh, tanpa harus membentuk Bataliyon baru. Mengingat juga jumlah personil TNI di Aceh dari tahun ke tahun terus bertambah, melalui perekrutan baik tingkat tamtama dan bintara serta perwira,” ungkap Tgk Muhar.

“Masyarakat Aceh masih dalam situasi trauma pasca konflik, sehingga mobilisasi pasukan dan Penambahan Bataliyon justru akan semakin membuat trauma masyarakat mengingat situasi Aceh yang semakin damai dan kondusif,” tambahnya.

Ia mengusulkan agar pemerintah pusat berdialog dengan Pemerintah Aceh, DPRA, serta Wali Nanggroe Aceh untuk mencari solusi alternatif dalam menjaga pertahanan nasional tanpa harus mengorbankan rasa aman masyarakat Aceh.

Sebagai informasi, empat batalyon yang direncanakan akan dibangun masing-masing di Kabupaten Pidie, Nagan Raya, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil, oleh beberapa perusahaan konstruksi seperti PT Performa Trans Utama, PT Kartika Bhaita, PT Rezeki Selaras Mandiri, dan PT Teguh Karya Sejati.

Apakah Anda ingin saya bantu membuat artikel ini dalam format WordPress atau HTML juga?

Tags: DPRAKonflik AcehMoU HelsinkiPenambahan Batalyon TNIPerdamaian AcehPertahanan AcehRI-GAMTNI di AcehWali Nanggroe Aceh
SendShare199Tweet124Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pemerintah Aceh dan DPRA Sepakati KUA-PPAS 2027

Pemerintah Aceh dan DPRA Sepakati KUA-PPAS 2027

by Fazil
9 Oktober 2026
0
1.4k

Pemerintah Aceh dan DPRA menyepakati KUA-PPAS 2027 melalui rapat paripurna...

Aceh dan DPRA Sepakati KUA-PPAS 2027

Aceh dan DPRA Sepakati KUA-PPAS 2027

by Fazil
9 Oktober 2026
0
1.4k

Pemerintah Aceh dan DPRA menandatangani persetujuan KUA-PPAS 2027 di Banda...

Warning Keras Pemuda Aceh : Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Hak-hak Aceh Sebelum Terlambat!‎

Warning Keras Pemuda Aceh : Pemerintah Diminta Segera Selesaikan Hak-hak Aceh Sebelum Terlambat!‎

by Fazil
21 Agustus 2026
0
1.4k

acehvoice.net — Banda Aceh — Persoalan implementasi perdamaian Aceh kembali...

Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Blang Padang, Status Lahan Dibahas

Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Blang Padang, Status Lahan Dibahas

by Fazil
19 Agustus 2026
0
1.4k

Wagub Aceh Bersama Wamendagri Tinjau Blang Padang, Status Lahan Dibahas

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Dulu Bicara Prabowo 2 Tahun, Kini Listyo Sigit Terseret Kasus! Akankah Pernyataan Connie Bakrie Jadi Kenyataan?

Dulu Bicara Prabowo 2 Tahun, Kini Listyo Sigit Terseret Kasus! Akankah Pernyataan Connie Bakrie Jadi Kenyataan?

3 November 2026
Sambut Mahasiswa Baru, PB Himabir Banda Aceh Pastikan Bupati Bireuen Hadir

Sambut Mahasiswa Baru, PB Himabir Banda Aceh Pastikan Bupati Bireuen Hadir

3 November 2026
Polri Tetapkan Tiga Jenderal sebagai Tersangka Kasus Penyadapan

Polri Tetapkan Tiga Jenderal sebagai Tersangka Kasus Penyadapan

3 November 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In