• Latest
  • Trending
  • All

Ketika Tanah Menangis dan Langit Tak Lagi Menahan: Seruan dari Sumatera untuk Keadilan Alam dan Kemanusiaan

29 November 2025
Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

8 September 2026
Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

8 September 2026
Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

8 September 2026
Soroti Kasus Pelecehan dan Dugaan LGBT, PII Aceh Desak Pemko Audit Total Panti Pijat Refleksi

Soroti Kasus Pelecehan dan Dugaan LGBT, PII Aceh Desak Pemko Audit Total Panti Pijat Refleksi

8 September 2026
12 ASN Aceh Timur Terima Satyalencana dari Bupati Al-Farlaky

12 ASN Aceh Timur Terima Satyalencana dari Bupati Al-Farlaky

7 September 2026
FISIP USK–FISIP UI Perkuat Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Kelembagaan

FISIP USK–FISIP UI Perkuat Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Kelembagaan

6 September 2026
Gadaikan Motor Pinjaman di Aceh Besar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Gadaikan Motor Pinjaman di Aceh Besar, Pria Ini Ditangkap Polisi

6 September 2026
Plt Sekda Aceh Lepas Kafilah MTQN ke-31

Plt Sekda Aceh Lepas Kafilah MTQN ke-31

4 September 2026
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol

4 September 2026
Karhutla Indonesia, Asap Menyebar hingga Luar Negeri

Karhutla Indonesia, Asap Menyebar hingga Luar Negeri

4 September 2026
Bank BSN Apresiasi Nasabah di Hari Pelanggan Nasional

Bank BSN Apresiasi Nasabah di Hari Pelanggan Nasional

4 September 2026
Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN

Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN

4 September 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Selasa, September 15, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Daerah

Ketika Tanah Menangis dan Langit Tak Lagi Menahan: Seruan dari Sumatera untuk Keadilan Alam dan Kemanusiaan

Fazil by Fazil
29 November 2025
in Daerah, Opini
0
515
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Ditulis/disusun oleh: Muhammad Ramadhanur Halim, S,H.I.,

ADVERTISEMENT

Di tengah malam yang sunyi, suara gemuruh air dan longsoran tanah membangunkan ribuan jiwa. Bukan mimpi buruk, melainkan kenyataan pahit yang menyapu rumah, harapan, dan nyawa. Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kini tidak hanya basah oleh hujan, tapi juga oleh air mata. Bencana ini bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah jeritan bumi yang lelah, tubuh tanah yang luka dan langit yang tak lagi mampu menahan beban. Ketika sungai meluap dan bukit runtuh, kita dipaksa menatap wajah kita sendiri di cermin alam yang retak.

BacaJuga

Ulama Aceh Raih Kepercayaan Besar di Muktamar NU, Waled Nu Masuk 9 Anggota AHWA

Darwati Tinjau Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Aceh

Wagub Aceh Sampaikan 3 Isu ke Wamendagri

Kepada para korban, kami tunduk dalam duka. Tidak ada kata yang cukup untuk menggantikan kehilangan. Namun, dalam setiap pelukan yang tertunda dan doa yang terucap, semoga ada kekuatan yang tumbuh. Kami tidak akan membiarkan suara kalian tenggelam dalam lumpur dan diam.

ADVERTISEMENT


Kepada pemerintah pusat, inilah saatnya untuk mendengar lebih dari sekadar laporan. Ini bukan sekadar angka korban atau peta kerusakan. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang menuntut pengakuan: bahwa ini adalah bencana nasional. Penetapan status bencana nasional bukan soal prosedur administratif. Ini adalah pengakuan atas skala penderitaan, dan komitmen untuk hadir sepenuhnya. Ini adalah bentuk tanggung jawab negara kepada rakyatnya yang sedang terpuruk.


Ketika jembatan runtuh dan jalan terputus, bukan hanya akses logistik yang hilang, tapi juga harapan. Ketika anak-anak mengungsi tanpa tahu kapan bisa kembali ke sekolah, kita sedang mempertaruhkan masa depan. Namun, di balik semua ini, ada pertanyaan yang tak bisa dihindari: mengapa bencana ini terjadi begitu dahsyat? Mengapa air yang dulu menghidupi kini menenggelamkan? Mengapa tanah yang dulu subur kini longsor tanpa ampun?


Jawabannya tidak hanya ada pada curah hujan yang tinggi atau anomali iklim. Jawabannya juga ada pada tangan-tangan kita sendiri. Pada hutan yang ditebang tanpa ampun. Pada bukit yang digerogoti tambang. Pada sungai yang disumbat oleh limbah dan keserakahan. Secara ilmiah, banjir dan longsor adalah akibat dari hilangnya daya serap tanah, rusaknya tutupan vegetasi dan terganggunya keseimbangan hidrologis. Ketika akar-akar pohon tak lagi menahan tanah, maka hujan menjadi senjata, bukan berkah.

ADVERTISEMENT

Kepada para pelaku perusakan hutan, lihatlah hasil dari keserakahan itu. Bukan hanya pohon yang tumbang, tapi juga rumah-rumah rakyat. Bukan hanya tanah yang digali, tapi juga kubur bagi anak-anak yang tak sempat diselamatkan. Ini bukan saatnya saling menyalahkan, tapi juga bukan saatnya menutup mata. Kita harus berani berkata: kerusakan lingkungan adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Dan bencana ini adalah bukti paling nyata.

Pemerintah daerah telah berjuang. Relawan telah turun. Tapi skala bencana ini melampaui kapasitas lokal. Maka, pemerintah pusat harus hadir sepenuhnya, bukan hanya lewat kunjungan singkat atau bantuan simbolik. Kita butuh koordinasi nasional. Kita butuh mobilisasi sumber daya negara. Kita butuh pemulihan yang tidak hanya tambal sulam, tapi menyentuh akar persoalan: dari rehabilitasi lingkungan hingga reformasi tata ruang.


Kepada para pemimpin, ini bukan soal popularitas atau pencitraan. Ini soal nyawa. Ini soal amanah. Dan amanah itu kini sedang diuji di tanah Sumatera yang basah oleh duka.
Kepada masyarakat Indonesia, mari kita buka mata dan hati. Jangan biarkan tragedi ini menjadi berita sesaat. Jadikan ini momentum untuk menuntut keadilan ekologis dan solidaritas nasional. Kita tidak bisa terus hidup dalam siklus: rusak, bencana, tangis, lupa, rusak lagi. Kita harus memutus rantai ini. Dan itu dimulai dari keberanian untuk mengakui bahwa alam telah kita khianati.


Di balik reruntuhan rumah, ada reruntuhan kebijakan. Di balik banjir, ada banjir izin eksploitasi. Di balik longsor, ada longsornya komitmen terhadap keberlanjutan. Maka, mari kita bangun kembali, bukan hanya fisik, tapi juga kesadaran. Mari kita tanam kembali, bukan hanya pohon, tapi juga nilai-nilai tanggung jawab dan cinta pada bumi.


Pendidikan lingkungan harus menjadi arus utama. Penegakan hukum lingkungan harus tegas dan adil. Dan yang paling penting, partisipasi masyarakat harus diberdayakan, bukan dibungkam. Kita tidak bisa berharap pada langit jika kita sendiri terus melukai bumi. Doa tanpa aksi adalah kesia-siaan. Tapi aksi tanpa doa adalah kesombongan. Maka mari kita padukan keduanya.


Kepada Allah kita berserah, tapi kepada manusia kita bertanggung jawab. Karena bumi ini adalah amanah, bukan warisan. Dan anak cucu kita berhak atas tanah yang lestari, bukan ladang bencana. Jangan tunggu korban bertambah. Jangan tunggu jeritan menjadi sunyi. Jangan tunggu dunia menegur kita. Segera tetapkan status bencana nasional, dan jadikan ini titik balik menuju keadilan ekologis. Kita tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa memperbaiki masa depan. Dengan keberanian, dengan empati dan dengan ilmu pengetahuan yang berpihak pada kehidupan.


Sumatera sedang mengajar kita semua: bahwa pembangunan tanpa etika adalah kehancuran. Bahwa kemajuan tanpa keseimbangan adalah ilusi. Dan bahwa alam, jika dilukai, akan membalas dengan cara yang tak terduga. Mari kita dengarkan tangisan tanah. Mari kita jawab dengan tindakan. Karena jika kita diam, maka kita sedang menandatangani kontrak untuk bencana berikutnya. Dan saat itu tiba, mungkin tak ada lagi yang bisa kita selamatkan.[]

(Segala bentuk informasi yang ada dalam tulisan ini merupakan tanggungjawab penulis).

Tags: AcehBanjir AcehOpini
SendShare206Tweet129Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ulama Aceh Raih Kepercayaan Besar di Muktamar NU, Waled Nu Masuk 9 Anggota AHWA

by Rini
30 Agustus 2026
0
1.7k

acehvoice.net - JOMBANG – Kabar membanggakan datang dari arena Muktamar...

Darwati Tinjau Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Aceh

Darwati Tinjau Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Aceh

by Fazil
30 Agustus 2026
0
1.4k

acehvoice.net – Banda Aceh – Dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan,...

Wagub Aceh Sampaikan 3 Isu ke Wamendagri

Wagub Aceh Sampaikan 3 Isu ke Wamendagri

by Fazil
20 Agustus 2026
0
1.4k

Wagub Aceh Fadhlullah menyampaikan isu Blang Padang, dana Otsus, dan...

Forkopimda Aceh Bahas Kericuhan Hari Damai Aceh

Forkopimda Aceh Bahas Kericuhan Hari Damai Aceh

by Fazil
16 Agustus 2026
0
1.5k

Forkopimda Aceh membahas kericuhan Hari Damai Aceh, dugaan penggerak massa,...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

8 September 2026
Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

8 September 2026
Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

8 September 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In