Acehvoice.net, BANDA ACEH– Direktur Forum Bangun Investasi Aceh (FORBINA), Muhammad Nur, S.H., mendesak perusahaan yang telah melaporkan Bupati Aceh Barat, Tarmizi,SP, kepada kepolisian, untuk segera mencabut laporannya, Sabtu (28/6/2025).
Muhammad Nur menyebutkan, pelaporan terhadap kepala daerah bukanlah solusi yang tepat dalam menyikapi dinamika di lapangan, namun jangan sedikit-dikit arahnya lapor polisi.
“Kita paham, ada dinamika lapangan. Tapi sedikit masalah bukan berarti jalan keluarnya harus main lapor ke polisi,”ujar M.Nur.
Kata M. Nur, perihal ini bukan soal pidana, ini soal adanya mis komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah daerah.
” Apa perusahaan lupa sedang berada di mana, mengambil hasil dari mana d melakukan kegiatan apa di Aceh Barat. Jangan lupakan bahwa Meulaboh adalah tanah masyarakat Aceh yang menjunjung tinggi martabat dan dialog,” tegas Muhammad Nur.
Menurut M. nur, perusahaan yang melapor Bupat Tarmizi,SP, menunjukkan sikap bijak, menghargai kepada kepala daerah sebagai simbol demokrasi yang dipilih rakyat.
“Perusahaan tidak boleh merasa diri paling berkuasa atas sumber daya alam. Justru mereka harus menjadi mitra strategis pemerintah daerah, bukan pihak yang membuat konflik dengan elite lokal,”cetus M. Nur.
M. Nur menilai langkah pelaporan ini berpotensi memicu ketegangan horizontal yang merugikan iklim investasi di Aceh Barat.
“Pendukung kepala daerah tentu tidak tinggal diam jika pemimpinnya dikriminalisasi. Ini bisa berdampak pada stabilitas dan kinerja pemerintahan daerah. Karena itu kami tegaskan, ruang dialog harus dikedepankan, bukan pendekatan emosional atau adu kekuatan,” sebut Muhammad Nur.
Sebagai langkah konkret, M. Nur mendorong Bupati Aceh Barat untuk segera membentuk tim ahli khusus yang fokus di sektor mineral, batu bara, dan perkebunan sawit.
“Tim ini penting untuk memperkuat posisi daerah dalam mengawal investasi secara profesional, adil, dan berkelanjutan. Kita butuh pendekatan yang kolaboratif, bukan konfrontatif,” sebutnya.


























