• Latest
  • Trending
  • All
Adat Sebagai Identitas Antropologis Rakyat Aceh

Adat Sebagai Identitas Antropologis Rakyat Aceh

19 November 2025
Kapolda Aceh Apresiasi Penanganan Bencana Aceh Tenggara

Kapolda Aceh Apresiasi Penanganan Bencana Aceh Tenggara

20 Januari 2026
Pemkab Aceh Barat Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemkab Aceh Barat Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat

20 Januari 2026
TTI Soroti Sikap Diam DPRA soal Rehab Rekon Pascabanjir

TTI Soroti Sikap Diam DPRA soal Rehab Rekon Pascabanjir

20 Januari 2026
Wabup Aceh Tengah Minta Maaf ke Wartawan Lokal

Wabup Aceh Tengah Minta Maaf ke Wartawan Lokal

20 Januari 2026
BPBA Tegaskan Relawan Bencana Aceh Dibayar Nontunai

BPBA Tegaskan Relawan Bencana Aceh Dibayar Nontunai

20 Januari 2026

PB HIMABIR Banda Aceh Akan Gelar Musyawarah Besar ke-VIII

19 Januari 2026
MaTA Desak Evaluasi Kinerja BPBD Bireuen

MaTA Desak Evaluasi Kinerja BPBD Bireuen

18 Januari 2026
Ribuan Pengungsi Bener Meriah Masih Menunggu Hunian Sementara

Ribuan Pengungsi Bener Meriah Masih Menunggu Hunian Sementara

18 Januari 2026
Gubernur Aceh Hadiri Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

Gubernur Aceh Hadiri Rakor Satgas Percepatan Rehabilitasi Pascabencana Sumatera

18 Januari 2026
Sekda Aceh Apresiasi MER-C, Kolaborasi Tanggap Darurat Bencana Diperkuat

Sekda Aceh Apresiasi MER-C, Kolaborasi Tanggap Darurat Bencana Diperkuat

18 Januari 2026
Terpidana Lolos Seleksi JPT Aceh, Pansel Tuai Kritik Publik

Terpidana Lolos Seleksi JPT Aceh, Pansel Tuai Kritik Publik

17 Januari 2026
Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Kembali Alami Krisis Air Bersih

Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Kembali Alami Krisis Air Bersih

17 Januari 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Januari 20, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Budaya

Adat Sebagai Identitas Antropologis Rakyat Aceh

Fazil by Fazil
19 November 2025
in Budaya, Daerah, Disbudpar, Pendidikan, Sejarah dan Budaya, Sosial
0
494
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

acehvoice.net – Banda Aceh -Lembaga adat diminta untuk memikirkan kembali bagaimana menjadikan adat sebagai pembangkit etos masyarakat, karena adat merupakan identitas antropologis rakyat Aceh.

ADVERTISEMENT

Hal itu mengemuka dalam rapat kerja (Raker) Majelis Adat Aceh (MAA) yang digelar di Hotel Ayani, Banda Aceh, Senin – Selasa, 17 – 18 November 2025. Raker dibuka oleh Katibul Wali (Sekretariat Kepala) Lembaga Wali Nanggroe Aceh, Abdullah Hasbullah, S.Ag, MSM mewakili Gubernur Muzakir Manaf.

BacaJuga

OPINI | Doa dari Hati untuk Aceh Timur: Sebuah Harapan di Hari Jadinya yang Ke-69

Tradisi Pernikahan Aceh: Perpaduan Adat, Islam, dan Keindahan Budaya Lokal

[Opini]Memilih Kritis Untuk Menentukan Nasib Aceh 5 Tahun Mendatang

Abdullah yang membacakan Berbagai Gubernur menjelaskan, adat Aceh bersumber dan dihapuskan pada ajaran Islam yang tidak bisa dipisahkan. Adat Aceh tumbuh seiring dengan norma yang berlaku dalam masyarakat yang terus berkembang sesuai kebutuhan zaman. MAA berperan dalam merealisasikan adat yang relevan dengan zaman dengan berbagai permasalahan dalam masyarakat.

ADVERTISEMENT

“Kita perlu memikirkan bagaimana adat dapat membangkitkan etos dalam masyarakat. Kita perlu menghidupkan kembali meunasah tidak hanya sebagai ibadah, tapi juga sebagai pusat peradaban gampong,” ujarnya.

Untuk itu kata Abdullah, keberadaan berbagai lembaga adat di Aceh perlu direvitalisasi sesuai dengan bidang dan peran masing-masing, seperti pawang gle, haria peukan, keujruen blang, panglima laot, peutua seuneubok, serta lembaga-lembaga adat lainnya.

“Ini merupakan tanggung jawab bersama. Saya berharap keberadaan berbagai lembaga adat tersebut dapat membangkitkan etos dan solidaritas dalam masyarakat. Perlu juga memikirkan bagaimana menghadapi dan mencari solusi terhadap permasalahan terdegradasinya adat dan adab pada generasi muda,” lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Pada acara tersebut Abdullah juga menyampaikan materi “Sinkronisasi program pembinaan adat dalam mewujudkan keistimewaan dan kekhususan Aceh.” Menurutnya, sinkronisasi program pelatihan adat dapat dilakukan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) serta rapat kerja kekhususan dan keistimewaan Aceh. Abdullah berharap dana otonomi khusus (Otsus) bisa diperuntukkan kepada lembaga khusus dan lembaga keistimewaan Aceh dalam bentuk Otsus yang luas-luasnya.

Pemateri lainnya, anggota Tuha Peut Wali Nanggroe, Prof. Dr. H. Syahrizal Abbas, MA yang membawakan materi “Peran Majelis Adat Aceh Sebagai Majelis Fungsional Wali Nanggroe” menjabarkan. Adat Aceh adalah identitas antropologi orang Aceh. Adat Aceh ruhnya orang Aceh.

“Adat ngon hukom (syariah) lagee zat ngon sifeut, hanjeut meupisah dua. Prof Ali Hasjmy malah pernah mengatakan bahwa adat Aceh adalah syariat Islam, kalau berbenturan dengan syariat Islam itu bukan adat Aceh,” jelasnya.

Syahrizal menilai identitas itu kini mulai tergerus, terutama di kalangan generasi muda. Lembaga adat juga sudah mengalami penurunan fungsi dalam tatanan kehidupan masyarakat Aceh. Adat istiadat sudah mulai dibenturkan dengan norma atau hukum Islam. Di sisi lain ketokohan dan pewarisan nilai-nilai adat sudah mengalami degradasi yang serius.

Syahrizal juga menyayangkan munculnya pendapat dan anggapan dalam masyarakat bahwa adat menghalangi kemajuan manusia di era modern, padahal adat Aceh dinamis sesuai perkembangan zaman.

“Karena itu adat harus mampu merespon perkembangan zaman, tetap bisa berjalan di era modern. Bagaimana menjadikan adat itu sebagai bagian yang penting dalam kehidupan modern. Kita perlu memastikan berfungsinya kembali lembaga-lembaga adat yang ada,” lanjutnya.

Sementara itu Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) H. Ilmiza Sa’aduddin Djamal, MBA yang menyampaikan materi “Peran Legislatif Dalam Membantu Majelis Adat Aceh” menilai, ada empat tantangan dalam pelaksanaan adat di Aceh.

Tantangan keempat adalah: Kurangnya pemahaman terhadap fungsi adat itu sendiri baik di kalangan masyarakat maupun aparatur pemerintah, terbatasnya anggaran dalam pelestarian dan pengembangan adat, belum sinkronnya antara kebijakan modern dengan nilai-nilai adat, serta minimnya regenerasi dan dokumentasi adat secara sistematis.

Ilmiza menambahkan, legislatif dapat menjadi mitra strategis bagi MAA dalam memperkuat peran adat di Aceh. Adat diharapkan mampu menjadi salah satu pilar utama dalam membangun karakter masyarakat Aceh.

“Sinergitas antara adat, agama, dan pemerintahan yang diharapkan dapat mewujudkan Aceh yang tetap berkeistimewaan sesuai dengan nilai-nilai yang dijunjung tinggi. MAA adalah simbol keistimewaan Aceh. Sinergitas antara MAA, Pemerintah Aceh dan DPRA merupakan bentuk nyata dari komitmen bersama menjaga marwah adat dan jati diri bangsa Aceh. Adat bukan sekedar warisan masa lalu, tapi menjadi sumber kekuatan moral dan sosial dalam membangun Aceh yang berdaulat, berikutnya, danb,” tegas Ilmiza.

Penggunaan materi pemaparan oleh tiga pemateri tadi, Raker dilanjutkan dengan mendengar pemaparan dari tujuh MAA Perwakilan luar Aceh, terdiri dari MAA Perwakilan Jawa Barat, Jakarta, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Jawa Timur, dan MAA Perwakilan Sumatera Barat. Sementara pemaparan MAA dari 23 kabupaten/kota digelar pada hari kedua, Selasa, 18 November 2025.

Ketua MAA Provinsi Aceh Prof. Dr. Drs. Yusri Yusuf berharap dari hasil pemaparan program kerja perwakilan MAA dan kabupaten/kota tersebut, nantinya dapat dirumuskan rencana strategi kerja, menghasilkan kinerja, serta memecahkan berbagai permasalahan yang selama ini dihadapi dalam bidang pelestarian adat dan adat istiadat, serta dapat meningkatkan kordinasi dan kerja sama yang efektif.

“Raker ini menjadi sarana untuk kita membahas berbagai permasalahan adat dan adat istiadat untuk mendapat masukan bagi kita dalam mencari berbagai solusi bersama, yang kemudian kita rumuskan dalam bentuk program kerja ke depan,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Panitia Miftach Cut Adek yang juga Wakil Ketua I MAA Provinsi Aceh. Ia berharap melalui Raker tersebut dapat menginventarisir dan mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi oleh MAA baik di MAA provinsi, kabupaten/kota dan perwakilan MAA.

“Melalui Raker ini selain membahas rencana kerja untuk tahun 2026, kita juga bisa melakukan koordinasi dan konsolidasi MAA untuk pemantapan kinerja dan lain sebagainya,” tutupnya.

Tags: Adat AcehSejarah Aceh
SendShare198Tweet124Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

OPINI | Doa dari Hati untuk Aceh Timur: Sebuah Harapan di Hari Jadinya yang Ke-69

by Fazil
22 November 2025
0
1.5k

Penulis: Mulyadi, SHI., M.Sos(Kepala KUA Kecamatan Indra Makmu) Setiap ulang...

Tradisi Pernikahan Aceh: Perpaduan Adat, Islam, dan Keindahan Budaya Lokal

Tradisi Pernikahan Aceh: Perpaduan Adat, Islam, dan Keindahan Budaya Lokal

by Fazil
6 Oktober 2025
0
1.4k

Acehvoice.net, BANDA ACEH - Pernikahan di Tanah Rencong, Aceh, bukan...

[Opini]Memilih Kritis Untuk Menentukan Nasib Aceh 5 Tahun Mendatang

[Opini]Memilih Kritis Untuk Menentukan Nasib Aceh 5 Tahun Mendatang

by Fazil
21 November 2024
0
1.5k

Oleh : Ibnu Rahmat, S.H., M.H (Praktisi Hukum dan Akademisi)...

Mayam Aceh: Apa Itu dan Besaran Mahar Pernikahan

Mayam Aceh: Apa Itu dan Besaran Mahar Pernikahan

by acehvoice.net
14 Agustus 2024
0
1.5k

Acehvoice.net - Di Aceh, istilah "mayam" memegang peranan penting dalam...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Kapolda Aceh Apresiasi Penanganan Bencana Aceh Tenggara

Kapolda Aceh Apresiasi Penanganan Bencana Aceh Tenggara

20 Januari 2026
Pemkab Aceh Barat Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemkab Aceh Barat Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat

20 Januari 2026
TTI Soroti Sikap Diam DPRA soal Rehab Rekon Pascabanjir

TTI Soroti Sikap Diam DPRA soal Rehab Rekon Pascabanjir

20 Januari 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In