• Latest
  • Trending
  • All

Kualitas, Bukan Pencitraan: Bupati Aceh Timur dan Kerja Nyata yang Terukur

12 November 2025
Ini Pesan Mualem Kepada 25 Kepala SKPA yang Dilantik

Ini Pesan Mualem Kepada 25 Kepala SKPA yang Dilantik

28 Februari 2026

Muzakir Manaf Resmi Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh

28 Februari 2026

Mahasiswa KKN USK Gelar Edukasi dan Trauma Healing Pascasiklon Tropis Senyar

27 Februari 2026
Safari Ramadhan 2026, Pemerintah Aceh Fokus Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

Safari Ramadhan 2026, Pemerintah Aceh Fokus Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana

27 Februari 2026
Pemerintah Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk Penanggulangan Bencana

Pemerintah Aceh Luncurkan Dashboard Peta Aksi dan Partisipasi Masyarakat untuk Penanggulangan Bencana

27 Februari 2026
Rapat Satgas: Fadhlullah Tekankan Percepatan Rehabilitasi Aceh

Rapat Satgas: Fadhlullah Tekankan Percepatan Rehabilitasi Aceh

27 Februari 2026

Bunga Bakau yang Tak Pernah Layu

27 Februari 2026

“Pria Sawit” dan Janji yang Berubah Arah

27 Februari 2026

Generasi Scroll atau Generasi Berprestasi?

27 Februari 2026

Hadiri Training PII Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri Ingatkan Pentingnya Integritas Pelajar

26 Februari 2026

Prahara Buku di Pidie: Penyelewengan Kebijakan, Komandan Ibrahim Berang!

25 Februari 2026

Sekda Aceh Pimpin Rapim Percepatan APBA 2026, Perkuat Sinergi Ekonomi Kreatif

24 Februari 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Selasa, Maret 3, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Daerah

Kualitas, Bukan Pencitraan: Bupati Aceh Timur dan Kerja Nyata yang Terukur

acehvoice.net by acehvoice.net
12 November 2025
in Daerah, Opini
0
506
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Oleh: Eri Ezi

ADVERTISEMENT

Ketua Arah Pemuda Aceh (ARPA)

BacaJuga

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

Ketika Tanah Menangis dan Langit Tak Lagi Menahan: Seruan dari Sumatera untuk Keadilan Alam dan Kemanusiaan

OPINI | Doa dari Hati untuk Aceh Timur: Sebuah Harapan di Hari Jadinya yang Ke-69

Dalam sistem pemerintahan daerah, Bupati memegang peran sentral sebagai pengarah, pengelola, sekaligus pengawas roda pemerintahan. Tugasnya tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi menyangkut bagaimana pelayanan publik, infrastruktur, ekonomi, hingga wajah birokrasi dapat bergerak menuju kemajuan.

ADVERTISEMENT

Karena itu, ketika ada pihak yang dengan enteng menilai inspeksi mendadak (sidak) Bupati Aceh Timur sebagai “pencitraan”, saya teringat pepatah lama: “jangan menilai buku dari sampulnya.” Mungkin “Bro Pemerhati Kebijakan”—yang begitu lantang menuduh—lebih rajin menonton drama Korea daripada memahami fungsi kepala daerah menurut de jure dan peraturan perundang-undangan.

Sidak adalah Kewenangan Bupati, Bukan Gimmick Politik

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah memberikan mandat jelas bahwa kepala daerah berhak melakukan pengawasan langsung terhadap pelayanan publik dan pelaksanaan urusan pemerintahan. Jadi, sidak bukan pencitraan, tapi instrumen kontrol.

ADVERTISEMENT

Terlebih, kondisi birokrasi Aceh Timur sebelumnya menyisakan banyak persoalan. Kita masih ingat kasus seorang ayah yang membawa anaknya ke IGD Puskesmas Idi Rayeuk, namun pelayanan terhambat karena alasan “jaringan belum stabil” sehingga registrasi tak bisa dilakukan. Peristiwa itu bukan sekadar kelalaian—tetapi potret betapa rapuhnya sistem pelayanan publik warisan rezim sebelumnya.

Menyebut sidak sebagai pencitraan tanpa memahami konteks ini adalah bentuk ketidaktahuan terhadap tugas Bupati, dan mungkin juga ketidakmauan untuk membuka mata.

Tujuh Bulan Pemerintahan: Bukan Berjanji, Tapi Bekerja

Sejak dilantik pada 4 Maret 2025, Bupati Aceh Timur telah menunjukkan langkah-langkah yang memberi dampak langsung. Ia hadir bukan hanya di spanduk, tapi di lapangan; bukan hanya di podium, tapi dalam pembenahan struktur internal pemerintahan.

Perubahan tidak lahir dari retorika, tetapi dari keberanian memperbaiki mesin pemerintahannya terlebih dahulu. Tidak mungkin mobil berjalan mulus jika rantainya rusak dan mesinnya dibiarkan berkarat. Sidak adalah langkah pertama untuk memastikan pemerintahannya bekerja dari hulu ke hilir.

Kebijakan Kecil, Dampak Besar: Bukti Kepekaan Sosial

Di antara kebijakan yang menunjukkan sensitivitas sosial Bupati adalah keberaniannya mengalihkan anggaran mobil dinas untuk membangun jembatan di Alue Mirah, Kecamatan Pante Bidari. Ini bukan keputusan kecil; ini pesan moral bahwa pembangunan harus berpihak pada rakyat.

Beberapa langkah lainnya pun mencerminkan pola kepemimpinan yang merata dan tidak elitis:

Pengaspalan jalan desa Panton Rayeuk M di Banda Alam. Pembangunan jembatan penghubung Seuneubok Aceh–Bale Buya di Peureulak Kota. Penyerahan satu unit ambulans untuk warga pedalaman Lokop, Serbajadi. Pengaspalan jalan desa Blang Siguci di Idi Rayeuk. Penggagas layanan administrasi kependudukan di wilayah barat dan timur Aceh Timur. Rencana pembangunan stadion mini di Pante Bidari, Idi Rayeuk, dan Peureulak.

Langkah-langkah ini memperlihatkan bahwa pembangunan tidak hanya berputar di daerah perkotaan, tetapi menjangkau daerah-daerah yang selama ini dipinggirkan—bahkan di wilayah yang tidak mendukung beliau dalam Pilkada 2024.

Integritas diuji di sini: membangun seluruh Aceh Timur tanpa memandang peta politik.

Perubahan Tidak Lahir dalam Sehari

Tidak ada literatur pemerintahan—baik dalam kisah Mahabrata, sejarah Romawi, maupun teori pembangunan modern—yang menyebut bahwa kemiskinan dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi dapat melonjak hanya dengan pemerintahan berumur tujuh bulan.

Perubahan besar lahir dari langkah-langkah kecil yang konsisten.

“Setetes air tidak langsung menjadi sungai, tetapi lautan dimulai dari tetesan.”

Karena itu, memberi label gagal pada pemerintahan yang baru seumur jagung hanya menunjukkan kedangkalan dalam membaca proses pembangunan.

Saatnya Dewasa dalam Berpolitik

Kita perlu jujur: sebagian kritik yang muncul bukan lahir dari kepedulian terhadap Aceh Timur, melainkan dari kekecewaan Pilkada yang belum bisa diterima. Sehingga kritik berubah menjadi serangan emosional tanpa substansi.

Pesan untuk Bro Pemerhati Kebijakan:

Jika kalah, akui saja. Tidak perlu marah-marah setiap hari di media. Politik telah berlalu; yang di depan adalah masa depan Aceh Timur yang harus kita bangun bersama.

Mari Menjadi Masyarakat yang Objektif

Bupati dipilih oleh rakyat untuk bekerja bagi rakyat. Tugas kita sebagai pemuda adalah mendukung hal-hal baik dan mengkritisi secara elegan, bukan sekadar mencari celah untuk menunjukkan oposisi murahan.

Aceh Timur membutuhkan kolaborasi, bukan pertengkaran.

Butuh objektivitas, bukan kecurigaan.

Dan yang paling penting—butuh kualitas, bukan pencitraan.[]

Tags: Aceh TimurARPAGood GovernanceOpinireformasi birokrasi
SendShare202Tweet127Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

by Fazil
5 Desember 2025
0
1.4k

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

Ketika Tanah Menangis dan Langit Tak Lagi Menahan: Seruan dari Sumatera untuk Keadilan Alam dan Kemanusiaan

by Fazil
29 November 2025
0
1.5k

Ditulis/disusun oleh: Muhammad Ramadhanur Halim, S,H.I., Di tengah malam yang...

OPINI | Doa dari Hati untuk Aceh Timur: Sebuah Harapan di Hari Jadinya yang Ke-69

by Fazil
22 November 2025
0
1.5k

Penulis: Mulyadi, SHI., M.Sos(Kepala KUA Kecamatan Indra Makmu) Setiap ulang...

Globalisasi Pendidikan di Banda Aceh Menjadi Peluang atau Tantangan di Era Terbuka

Globalisasi Pendidikan di Banda Aceh Menjadi Peluang atau Tantangan di Era Terbuka

by Fazil
19 November 2025
0
1.4k

Globalisasi Pendidikan di Banda Aceh Menjadi Peluang atau Tantangan di...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Ini Pesan Mualem Kepada 25 Kepala SKPA yang Dilantik

Ini Pesan Mualem Kepada 25 Kepala SKPA yang Dilantik

28 Februari 2026

Muzakir Manaf Resmi Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh

28 Februari 2026

Mahasiswa KKN USK Gelar Edukasi dan Trauma Healing Pascasiklon Tropis Senyar

27 Februari 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In