Acehvoice.net – Warga Banda Aceh digemparkan oleh insiden tragis yang menimpa seorang siswi SMP berusia 14 tahun berinisial NF. Dalam kejadian memilukan yang terjadi pada Minggu malam, 8 Juni 2025, NF dilaporkan tidak pulang setelah berpamitan. Beberapa hari kemudian, ia ditemukan dalam kondisi lemah setelah mengalami penyekapan yang tidak manusiawi.
Menurut kesaksian NF, ia awalnya dijebak oleh seorang siswi SMA berinisial M ke Lapangan Blang Padang. Di sana, NF diberi zat yang membuatnya kehilangan kesadaran. Setelah itu, korban dipindahkan ke berbagai lokasi selama tiga hari tanpa cukup makanan dan minuman. Bahkan, NF sempat ditinggalkan dalam kondisi memprihatinkan di halte Ulee Lheu.
Lebih memilukan lagi, korban juga hampir diperjualbelikan kepada beberapa pria, namun ditolak. Peristiwa ini mengguncang hati masyarakat dan menimbulkan kekhawatiran luas akan lemahnya sistem perlindungan terhadap anak dan pelajar di Banda Aceh.
Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Daerah Banda Aceh menyampaikan pernyataan tegas atas kejadian ini. Ia mengecam keras penyekapan yang dialami korban dan mendesak aparat kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus ini. “Tidak hanya pelaku langsung, tetapi siapa pun yang terlibat secara langsung atau tidak, harus dihukum sesuai aturan hukum yang berlaku,” ujarnya.
Selain itu, PII Banda Aceh juga mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh dan Kementerian Dalam Negeri untuk memperkuat sistem perlindungan pelajar, termasuk pengawasan ruang publik, lingkungan sekolah, serta optimalisasi peran deteksi dini di tingkat gampong dan kecamatan.
“Ini bukan sekadar tentang satu korban. Ini tentang hak setiap pelajar untuk merasa aman saat belajar, bermain, dan tumbuh dalam lingkungan yang melindungi mereka. Bila hari ini kita diam, besok bisa saja anak-anak kita yang menjadi korban,” tegasnya.
PD PII Banda Aceh menyatakan kesiapannya untuk menjadi bagian dari solusi. Mereka berkomitmen terlibat dalam advokasi, edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan kasus serupa tidak terjadi lagi di masa depan.


























