• Latest
  • Trending
  • All

SEKOLAH DAN MADRASAH TIDAK LAGI SEPERTI NAMANYA

14 Agustus 2025

Penyelamatan dan Sertifikasi Aset, PB Himabir: Bupati Berkerja untuk Rakyat

8 Mei 2026

Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

8 Mei 2026

“Labbaik” yang Mengguncang Kesombongan : Haji, Panggilan Langit, dan Tamparan bagi Manusia yang Terlalu Membesarkan Dunia

5 Mei 2026

“SEKALI LAYAR TERKEMBANG” : Ketika Ruh Perjuangan PII Terancam Tenggelam di Tengah Krisis Idealisme Generasi

5 Mei 2026

Adakan FGD, Pemerintah Aceh Diskusi Terbuka Dengan OKP dan Ormawa Terkait JKA

4 Mei 2026

Dari Banjir ke Lapangan Terpencil, KPA Ungkap Fakta Kerja Nyata Al-Farlaky di Tengah Serangan Isu

30 April 2026

Jubir KPA Pusat Murka: Serangan ke Al-Farlaky Bukan Kritik, Tapi Upaya Hancurkan Kehormatan

30 April 2026

Peusijuek Jamaah Haji 2026, Bupati Al-Farlaky Titip Doa untuk Kemajuan Aceh Timur

28 April 2026

Pemkab Aceh Timur Ajak Warga Solid Dukung Program, Tegaskan Komitmen Pemulihan Pascabencana

27 April 2026

Kekhususan yang Dikhianati : Krisis Epistemik dan Moral Kepemimpinan Aceh

26 April 2026

Di Tengah Pemulihan Banjir, Isu Liar Serang Bupati Al-Farlaky, Pemuda Aceh Minta Publik Waspada

25 April 2026

Gerak Cepat, Bupati Al-Farlaky Salurkan Bantuan Darurat untuk Korban Kebakaran di Julok

24 April 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Mei 9, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Nasional

SEKOLAH DAN MADRASAH TIDAK LAGI SEPERTI NAMANYA

Fazil by Fazil
14 Agustus 2025
in Nasional
0
506
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Acehvoice.net – Dalam kehidupan sebuah bangsa, pendidikan adalah fondasi yang paling penting. Di Indonesia, sekolah dan madrasah menjadi tempat utama untuk menanamkan nilai, ilmu, dan karakter kepada generasi muda. Namun, seiring berjalannya waktu, muncul persoalan yang semakin nyata, metode pendidikan yang diterapkan di banyak sekolah saat ini tampak lebih fokus pada pengajaran daripada pada pendidikan itu sendiri.

ADVERTISEMENT

Hal ini terlihat dari rutinitas belajar yang padat, tugas yang menumpuk, dan tekanan untuk mendapat nilai tinggi. Para siswa diajarkan banyak mata pelajaran, namun sering kali mereka tidak benar-benar memahami maknanya. Bahkan, sebagian guru lebih menekankan kecepatan dalam menyelesaikan materi daripada memastikan bahwa setiap murid memahami apa yang diajarkan. Akibatnya, Pendidikan di Sekolah dan Madrasah berubah menjadi ajang perlombaan angka, bukan proses membentuk pribadi seorang pelajar. Hal ini menyebabkan banyak siswa yang cerdas di atas kertas, tapi kurang tangguh secara mental dan sosial.

BacaJuga

Kekhususan yang Dikhianati : Krisis Epistemik dan Moral Kepemimpinan Aceh

Generasi Scroll atau Generasi Berprestasi?

Ma’had Aljannah Banda Aceh Gelar Haflah Takhrij di Aula Balai Kota Banda Aceh.

Salah satu penyebab utamanya adalah metode pendidikan yang bersifat satu arah, Guru menjadi pusat segalanya, sementara siswa hanya menjadi pendengar. Jarang sekali proses belajar diwarnai oleh dialog, tanya jawab yang mendalam, atau diskusi terbuka. Padahal, belajar sejatinya adalah proses dua arah, yang membutuhkan ruang untuk berpikir, mengungkapkan pendapat, dan tempat untuk mengoreksi apabila ada kesalahan dalam berpendapat.

ADVERTISEMENT

Masalah lain adalah kurangnya pendekatan yang menyesuaikan dengan kebutuhan zaman. Saat dunia sudah serba digital, metode belajar di banyak sekolah masih terpaku pada cara lama, yaitu mencatat, menghafal, lalu diuji. Siswa tidak dibiasakan untuk berpikir kritis, bekerja sama, atau menyelesaikan masalah dalam kehidupan nyata. Hal ini membuat ilmu yang didapat terasa kering dan tidak membekas bagi para pelajar saat ini.

Guru sebenarnya punya peran sangat besar untuk mengubah hal ini, Namun, sistem pendidikan yang terlalu kaku dan penuh tekanan membuat para guru kesulitan untuk berinovasi. Kurikulum yang berubah-ubah, tuntutan administratif, serta penilaian yang terfokus pada angka, membuat mereka lebih sibuk dengan teknis mengajar daripada membimbing secara menyeluruh.

Maka, pendidikan kita butuh perubahan cara pandang, sekolah dan madrasah bukan hanya tempat mengajar, tapi tempat mendidik manusia seutuhnya. Metode yang dipakai seharusnya memberi ruang pada siswa untuk bertumbuh, bukan hanya dari sisi akademik, tapi juga dari cara berpikir, bersikap, dan menghadapi kehidupan.

ADVERTISEMENT

Kesimpulannya, Pendidikan di Indonesia baik di sekolah maupun madrasah masih terlalu terikat pada metode lama yang menekankan hafalan dan angka. Sudah saatnya terjadi perubahan, bukan dengan membongkar semuanya, tapi dengan memperbaiki arah dan pendekatan. Belajar tidak cukup hanya dari buku dan papan tulis, tapi juga dari dialog, praktik, dan pembiasaan nilai. Karena sejatinya, tujuan akhir pendidikan bukan hanya menghasilkan siswa yang pintar, tapi juga manusia yang bijak dan bertanggung jawab.

Tags: PendidikanSekolah
SendShare202Tweet127Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Kekhususan yang Dikhianati : Krisis Epistemik dan Moral Kepemimpinan Aceh

by Fazil
26 April 2026
0
1.4k

Oleh : Dr. Drs. T.M. Jamil, M.Si, Ph.DKetua Program Doktor...

Generasi Scroll atau Generasi Berprestasi?

by Fazil
27 Februari 2026
0
1.4k

Penulis: Balqis Salsabilla, Siswa Negeri 3 Banda Aceh acehvoice.net —...

Ma’had Aljannah Banda Aceh Gelar Haflah Takhrij di Aula Balai Kota Banda Aceh.

Ma’had Aljannah Banda Aceh Gelar Haflah Takhrij di Aula Balai Kota Banda Aceh.

by Rini
19 Mei 2025
0
1.5k

Acehvoice.net - Banda Aceh, 18 Mei 2025, Ma’had Aljannah Banda...

Pemko Banda Aceh Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Utara Malaysia

Pemko Banda Aceh Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Utara Malaysia

by Fazil
3 Mei 2025
0
1.4k

Acehvoice.net - Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menerima...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1

Penyelamatan dan Sertifikasi Aset, PB Himabir: Bupati Berkerja untuk Rakyat

8 Mei 2026

Darwati A. Gani Soroti Pemotongan Dana Desa Saat Bertemu BPKP Aceh

8 Mei 2026

“Labbaik” yang Mengguncang Kesombongan : Haji, Panggilan Langit, dan Tamparan bagi Manusia yang Terlalu Membesarkan Dunia

5 Mei 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In