Acehvoice.net, BANDA ACEH – Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Aceh menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Senin, 1 September 2025. Aksi ini menjadi sorotan publik karena menuntut evaluasi terhadap sejumlah kebijakan pemerintah sekaligus menyoroti berbagai persoalan hak asasi manusia (HAM) di Indonesia.
Pantauan di lokasi pada pukul 14.40 WIB menunjukkan ratusan warga telah memadati Jalan Daud Beureueh, tepat di depan kantor DPR Aceh hingga ke kawasan Simpang Lima. Akibatnya, arus lalu lintas di jalan utama tersebut lumpuh total dan menyebabkan kemacetan panjang.
Massa aksi menyampaikan bahwa pemerintah dan aparat keamanan perlu melakukan evaluasi menyeluruh atas kebijakan yang dianggap merugikan rakyat. Selain itu, mereka menegaskan pentingnya memperhatikan isu-isu pelanggaran HAM yang masih terjadi di tanah air.
Untuk mengantisipasi situasi, aparat gabungan dikerahkan dengan jumlah yang cukup besar. Tercatat sebanyak 1.096 personel TNI-Polri dan 150 personel Satpol PP melakukan pengamanan di sekitar gedung DPR Aceh. Kehadiran aparat bertujuan menjaga ketertiban agar aksi berjalan damai dan tidak menimbulkan kericuhan.
Hingga pukul 14.44 WIB, massa mahasiswa yang disebut-sebut akan bergabung dalam aksi tersebut belum tiba di lokasi. Namun masyarakat sudah lebih dahulu hadir sejak satu jam sebelumnya. Mereka terlihat membawa spanduk dan poster berisi tuntutan perubahan serta menyuarakan aspirasi rakyat Aceh.
Seorang perempuan yang ikut serta dalam aksi bahkan memimpin yel-yel dengan penuh semangat. “Hidup rakyat Aceh, hidup mahasiswa,” teriaknya dari atas pengeras suara sambil membakar semangat peserta lainnya.
Aksi unjuk rasa ini menegaskan bahwa suara rakyat Aceh masih kuat dalam memperjuangkan hak-hak mereka. Dengan bergabungnya berbagai elemen masyarakat dan mahasiswa, aksi di depan DPR Aceh diprediksi akan terus berlanjut hingga pemerintah memberikan jawaban nyata atas tuntutan tersebut.


























