acehvoice.net – Banda Aceh – Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (PP HIMMAH) resmi menunjuk Umar Banta Ali sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Pimpinan Wilayah HIMMAH Aceh.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan oleh PP HIMMAH Pusat yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PP HIMMAH, Abdul Razak Nasution.
SK tersebut mengamanahkan kepada Umar Banta Ali untuk mengambil alih roda organisasi di tingkat wilayah dan mempersiapkan pelaksanaan agenda tertinggi organisasi di Aceh.
Tugas utama Plt adalah menyelesaikan dan mensukseskan Konferensi Wilayah (Konferwil) PW HIMMAH Aceh Periode 2026-2030.
“Alhamdulillah, amanah sebagai Plt Ketua PW HIMMAH Aceh telah saya terima. Ini adalah tanggung jawab besar dari PP HIMMAH Pusat. Sesuai arahan Ketua Umum Abangda Abdul Razak Nasution, fokus utama kita saat ini adalah konsolidasi internal dan memastikan Konferwil HIMMAH Aceh periode 2026-2030 berjalan sukses, demokratis, dan bermartabat,” ujar Umar Banta Ali yang juga Wakil Ketua PP HIMMAH kepada media, Minggu (31/8/2026) di Banda Aceh.
Umar menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan langkah-langkah konsolidasi dengan seluruh Pimpinan Cabang (PC) HIMMAH se-Aceh yang masih aktif SK dan segera membentuk kepengurusan ditingkat daerah yang sudah Habis masa kepengurusan dan senior Al Washliyah Aceh.
Menurutnya, HIMMAH sebagai organisasi kader Al Washliyah harus kembali solid dan menjadi garda terdepan dalam mencetak kader intelektual yang berakhlak, berilmu, dan berkontribusi untuk umat dan daerah.
“Kami akan merangkul semua pihak agar kembali besar dan hadir di kampus-kampus. Konferwil nanti harus menjadi momentum kebangkitan HIMMAH Aceh. Kami mohon doa dan dukungan seluruh kader dan keluarga besar Al Washliyah,” tambahnya.
Dengan diterbitkannya SK Plt ini, seluruh aktivitas dan kewenangan PW HIMMAH Aceh secara resmi berada di bawah kepemimpinan Umar Banta Ali hingga terpilihnya Ketua definitif pada Konferwil mendatang.
PP HIMMAH berharap di bawah kepemimpinan Plt, proses transisi organisasi di Aceh dapat berjalan kondusif dan Konferwil dapat terlaksana tepat waktu.























