Acehvoice.net – Hingga pertengahan April 2025, jabatan Komisaris Utama PT Pembangunan Aceh (PEMA) masih belum terisi setelah wafatnya Kamaruddin Abubakar, atau lebih dikenal sebagai Abu Razak, yang meninggal dunia di Mekkah pada 19 Maret 2025.
Kekosongan posisi strategis di salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Aceh ini memunculkan berbagai spekulasi, termasuk siapa sosok yang akan dipercaya menggantikan Abu Razak.
Menurut informasi yang dihimpun dari sumber internal PT PEMA oleh media lokal Acehvoice.net, beberapa nama telah mencuat ke permukaan. Salah satu yang paling santer dibicarakan adalah Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh. Selain Irwandi, Ermiadi Abdul Rahman juga disebut-sebut sebagai calon potensial untuk mengisi kursi Komisaris Utama.
Sumber yang tak disebutkan namanya itu menyatakan bahwa Irwandi Yusuf telah mendapatkan persetujuan secara lisan dari Gubernur Aceh saat ini, Muzakir Manaf, untuk menduduki jabatan tersebut. Namun, hingga berita ini ditulis, Irwandi belum memberikan konfirmasi terkait kabar tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan pribadi belum mendapat balasan.
Saat ini, posisi Dewan Komisaris PT PEMA masih dijalankan oleh tiga orang, yakni Zaini Zubir (Kepala Biro Ekonomi Setda Aceh), Junaidi Ali (mantan Kepala BPKS), dan Taufik Edi Zulkarnaini, seorang pengurus Pemuda Pancasila Sumatera Utara yang dikenal sebagai eks tim sukses Muzakir Manaf.
PT PEMA merupakan kelanjutan dari Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh (PDPA) yang telah direstrukturisasi menjadi perusahaan perseroan daerah melalui Qanun Aceh Nomor 16 Tahun 2017, di masa kepemimpinan Irwandi Yusuf sebagai Gubernur. Seluruh saham PT PEMA dimiliki oleh Pemerintah Aceh, dan saat pendiriannya mendapatkan suntikan modal awal sebesar Rp100 miliar yang bersumber dari anggaran daerah.
Sejak pelantikan Muzakir Manaf sebagai Gubernur Aceh pada Februari 2025, sejumlah perubahan penting terjadi di tubuh PT PEMA. Salah satunya adalah pengangkatan Mawardi Nur sebagai Direktur Utama, menggantikan Faisal Saifuddin. Mawardi diketahui memiliki kedekatan dengan pengusaha Irsyadi, sosok yang dikenal dekat dengan Muzakir.
PT PEMA kini mengelola beragam sektor strategis seperti minyak dan gas bumi, pertambangan, industri, dan pariwisata. Salah satu proyek terbesarnya adalah pengelolaan Blok B, bekas ladang gas Arun, yang kini dikelola oleh anak usaha PT Pema Global Energi (PGE) bersama mitra strategis PT Energi Mega Persada.
Dari sisi kinerja, pada tahun buku 2022 PT PEMA mencatatkan laba bersih sebesar Rp48,6 miliar, dengan Rp24,3 miliar di antaranya disetorkan sebagai dividen ke Pemerintah Aceh.
Dengan posisi Komisaris Utama yang masih kosong, publik kini menanti langkah Gubernur Aceh dan manajemen PT PEMA dalam menentukan figur yang dinilai mampu membawa perusahaan ini terus berkembang ke depan.


























