acehvoice.net – Banda Aceh – 8 November 2025, Pengurus Daerah Pelajar Islam Indonesia (PD PII) Kota Banda Aceh resmi dilantik dalam sebuah acara khidmat yang digelar di Aula Balai Kota Banda Aceh, Jum’at malam (8/11).
Pelantikan tersebut mengusung tema “Bersatu Membina Generasi, Bersama Membangun Banda Aceh yang Bersyari’at”, yang merefleksikan semangat kolaboratif generasi muda dalam membangun kota berlandaskan nilai-nilai Islam.
Acara ini dihadiri oleh unsur Forkopimda Kota Banda Aceh, di antaranya Wali Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan, dan SDM, Bapak Ridwan, S.Ag., M.Pd., Kapolresta Banda Aceh yang diwakili oleh Iptu Finda Afriana, S.H., Danramil 0101 Kota Banda Aceh yang diwakili oleh Mayor Infantri Singgi, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banda Aceh, Ketua MPU Kota Banda Aceh, Komisioner KIP Kota Banda Aceh, serta jajaran Forkopimda lainnya.
Turut hadir pula Ketua KB PII Aceh Kanda Dr. Muslem Yacob, S.Ag., M.Pd., Ketua KB PII Kota Banda Aceh Kanda Ikhwanul Fitri Nst., S.Ag., M.Kes., Sekretaris KB PII Kota Banda Aceh Dr. Bustami Abu Bakar, M.A., Ketua PW PII Aceh Kanda Mohd. Rendy Febriansyah, Ketua Demisioner PD PII Kota Banda Aceh Kanda Muhammad Fazil, Ketua LVRI Aceh Kanda M. Djafar Karim, orang tua pengurus, perwakilan OSIS/OSIM sekolah dan madrasah, OKP, serta ormas Islam.

Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Pengurus Definitif PD PII Kota Banda Aceh periode 2025–2027 oleh Ketua I Bidang Kaderisasi PW PII Aceh, Rini Safitri, S.Pd., dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan oleh Ketua Umum PW PII Aceh, Kanda Mohd. Rendy Febriansyah, serta pemasangan gordon kepada Maulidil Fikri selaku Ketua Umum PD PII Kota Banda Aceh periode 2025–2026 oleh Ketua Demisioner PD PII Kota Banda Aceh, Kanda Muhammad Fazil.
Setelah penandatanganan berita acara, kepengurusan resmi diserahkan dari periode 2023–2025 kepada pengurus baru.
Dalam sambutannya, Kanda Muhammad Fazil menyampaikan rasa syukur dan harapan besar kepada pengurus baru.
“Kepemimpinan adalah amanah. Saya berharap pengurus baru dapat menjaga marwah PII dan terus melanjutkan perjuangan organisasi ini dengan semangat, komitmen, dan keikhlasan. Jangan pernah lelah menjadi pelajar yang berjuang untuk umat dan bangsa,” ujar Fazil dalam sambutannya.
Usai dilantik, Maulidil Fikri menyampaikan sambutan perdananya sebagai Ketua Umum PD PII Kota Banda Aceh periode 2025–2026.
“Tema yang kami usung bukan hanya sekadar kalimat, tetapi arah gerak kami ke depan. Kami ingin membina generasi muda yang memiliki karakter Islami, berjiwa sosial, dan siap berkontribusi untuk Banda Aceh. Bersatu membina generasi berarti kami harus solid di dalam, dan bersama membangun Banda Aceh yang bersyari’at berarti kami harus nyata di luar,” tegas Fikri disambut tepuk tangan peserta.
Ia juga menegaskan bahwa PII Banda Aceh siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam pembinaan pelajar.
“PII akan terus berdiri di garis depan dalam membentuk generasi pelajar yang berilmu, berakhlak, dan berdaya guna,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kanda Mohd. Rendy Febriansyah selaku Ketua Umum PW PII Aceh memberikan pesan agar PD PII Banda Aceh tetap menjaga arah perjuangan organisasi.
“Banda Aceh adalah wajah dari PII Aceh. Jika PII Banda Aceh tidak ada pergerakan dan tidak aktif maka PII Aceh juga keliatan tidak Aktif. Maka PII harus hadir dengan karya nyata, dan dapat menjadi teladan bagi pelajar Kota Banda Aceh dan tetap menjaga ruh keislaman dalam setiap aktivitas,” pesan Rendy.
Sebagai perwakilan pemerintah, Bapak Ridwan, S.Ag., M.Pd., Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Keistimewaan, Kemasyarakatan, dan SDM, memberikan arahan sekaligus apresiasi.
“Pemerintah Kota Banda Aceh sangat mengapresiasi langkah dan kiprah PII dalam membina pelajar. Kami berharap PII terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat nilai keislaman, moral, dan kepemimpinan di kalangan pelajar,” ungkap Ridwan.
Beliau juga menegaskan bahwa visi Banda Aceh sebagai Kota Syari’at akan semakin kuat bila ditopang oleh peran aktif generasi muda Islam.
Acara ini diakhiri dengan penyerahan piagam kepada beberapa instansi dan Lembaga pemerintahan. Dan ditutup dengan doa serta foto bersama


























