acehvoice.net – Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf melantik tiga pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh dalam sebuah prosesi yang berlangsung di Pendopo Anjong Mon Mata, Banda Aceh, Jumat (10/4/2026).
Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya penguatan struktur birokrasi melalui penempatan aparatur yang dinilai memiliki disiplin, kemampuan manajerial, serta pendekatan humanis dalam mendukung kinerja pemerintahan.
Adapun tiga pejabat yang dilantik yakni T. Banta Nuzullah sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Aceh, yang sebelumnya menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt). Kemudian Muhammad Junaidi sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh, yang sebelumnya menjabat Kepala Biro Hukum Setda Aceh. Serta Gamal Abdul Nasir sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Aceh, yang juga sebelumnya menjabat sebagai Plt.
Dalam arahannya, Muzakir Manaf menegaskan bahwa pelantikan merupakan hal yang wajar dalam sistem pemerintahan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja organisasi.
Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar tugas administratif, melainkan amanah besar untuk memberikan kinerja terbaik bagi masyarakat. Para pejabat yang dilantik diharapkan mampu menunjukkan dedikasi, profesionalisme, serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya percepatan realisasi belanja daerah, khususnya menjelang tahun anggaran 2026. Ia meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) segera menyelesaikan proses lelang dan memastikan anggaran yang telah dialokasikan dapat terserap secara optimal.
Menurutnya, keterlambatan penyerapan anggaran dapat berdampak langsung terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, ia menegaskan agar setiap kendala administratif segera diselesaikan tanpa menunda pelaksanaan program.
Muzakir Manaf juga mengingatkan pentingnya koordinasi antarinstansi serta kesiapan dalam menyesuaikan pola kerja yang lebih efektif. Ia berharap seluruh jajaran pemerintah dapat bekerja lebih cepat, tepat, dan terarah demi mendukung pembangunan Aceh yang berkelanjutan.


























