acehvoice.net – Banda Aceh – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah secara resmi membuka Rapat Koordinasi Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) se-Aceh Tahun 2026 yang digelar di Banda Aceh, Selasa (14/4/2026). Kegiatan tersebut dihadiri oleh para ketua MPU kabupaten/kota, anggota MPU, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Dalam sambutannya, Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya forum tersebut. Ia menegaskan bahwa rakor ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wadah strategis untuk memperkuat sinergi dan merumuskan kebijakan keumatan yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, MPU memiliki peran penting dalam sistem pemerintahan Aceh, tidak hanya sebagai lembaga pemberi pertimbangan, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai syariat Islam serta penuntun moral masyarakat. Di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, masyarakat dinilai membutuhkan bimbingan dan keteladanan dari para ulama.
Fadhlullah juga menilai tema rakor “Peran Strategis Lembaga MPU sebagai Wujud Implementatif Kekhususan Aceh” sangat relevan dengan kondisi saat ini. Ia menekankan bahwa kekhususan Aceh harus diwujudkan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar status administratif.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran ulama dalam menghadapi derasnya arus informasi yang tidak selalu benar. Dalam situasi tersebut, ulama diharapkan mampu menjaga kejernihan informasi serta memberikan pemahaman yang tepat kepada masyarakat.
Terkait isu yang berkembang, Fadhlullah menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap berjalan. Pemerintah hanya melakukan penyesuaian agar program tersebut lebih tepat sasaran, berdasarkan data sosial ekonomi yang lebih akurat, guna menjaga keberlanjutan layanan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan.
Ia juga mengajak para ulama untuk turut menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, sinergi antara ulama dan umara menjadi kunci dalam memastikan kebijakan dapat dipahami dan diterima dengan baik.
Pemerintah Aceh, lanjutnya, memandang MPU sebagai mitra strategis dalam pembangunan berbasis nilai-nilai syariat Islam, serta berkomitmen untuk terus memperkuat kelembagaan tersebut.
Mengakhiri sambutannya, Fadhlullah berharap rakor ini mampu melahirkan gagasan dan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan keumatan ke depan. Ia pun secara resmi membuka kegiatan tersebut.


























