Acehvoice.net, Aceh Timur – Sebuah kebakaran hebat melanda pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Mutiara Sawit Lestari yang terletak di Desa Kebon Teumpeun, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur. Kejadian ini terjadi pada malam hari, mengakibatkan kerusakan signifikan pada fasilitas produksi kelapa sawit tersebut. Sumber kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik yang terjadi di belakang tangki rebusan kelapa sawit.
Kapolsek Peureulak Barat, Ipda Surya Darma, menjelaskan bahwa kebakaran tersebut bermula dari percikan api yang muncul akibat masalah kelistrikan di area belakang tangki rebusan kelapa sawit. Percikan api ini berasal dari kabel dinamo yang berada di dekat mesin tersebut. Operator yang saat itu sedang bertugas langsung menyadari adanya percikan api dan segera memanggil mandor untuk melaporkan kejadian tersebut.
Mendengar teriakan operator, mandor pabrik dengan cepat mengambil alat pemadam api berupa pompa hidran untuk berusaha memadamkan api yang mulai menyala. Namun, alat pemadam yang tersedia tidak mampu menghentikan laju api yang semakin membesar. Keadaan ini membuat pihak manajemen perusahaan langsung menghubungi Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Peureulak untuk meminta bantuan.
Setelah menerima laporan, tim Damkar dari Peureulak segera menuju lokasi kejadian. Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang semakin meluas. Dengan bantuan dari tim Damkar, api akhirnya dapat dijinakkan dan kebakaran berhasil dikendalikan dalam waktu yang cukup cepat setelah kedatangan mereka di lokasi.
Meskipun kebakaran berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan dari insiden ini diperkirakan cukup besar. Hingga saat ini, pihak perusahaan masih melakukan perhitungan lebih lanjut mengenai total kerugian yang terjadi akibat kebakaran tersebut. Kapolsek Peureulak Barat, Ipda Surya Darma, menyatakan bahwa investigasi lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan mengidentifikasi sejauh mana kerusakan yang ditimbulkan.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian dan perusahaan, kebakaran ini diduga disebabkan oleh korsleting listrik, yang terjadi pada kabel dinamo yang terhubung dengan mesin di belakang tangki rebusan kelapa sawit. Korsleting listrik merupakan salah satu penyebab kebakaran yang umum terjadi pada fasilitas industri, terutama pada pabrik yang memiliki banyak peralatan mesin dan kelistrikan yang terus beroperasi dalam waktu lama.
Korsleting listrik seringkali terjadi karena adanya kegagalan isolasi pada kabel atau sambungan yang longgar dan menyebabkan arus pendek. Kondisi ini, jika tidak segera ditangani dengan baik, dapat menyebabkan percikan api yang kemudian berkembang menjadi kebakaran besar. Oleh karena itu, pemeliharaan dan pemeriksaan rutin terhadap sistem kelistrikan di pabrik menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah kejadian serupa.
Keberhasilan tim pemadam kebakaran dalam mengendalikan api dengan cepat juga tidak lepas dari kesiapan Pos Damkar Peureulak dalam menangani insiden kebakaran industri. Dalam kejadian ini, tim Damkar yang dipimpin oleh petugas berpengalaman langsung melakukan langkah-langkah pemadaman yang tepat, sehingga kebakaran yang dapat merusak lebih banyak fasilitas dapat segera diatasi.
Pemadam kebakaran memiliki peran yang sangat penting dalam mengurangi dampak kebakaran di area industri, seperti pabrik kelapa sawit ini, yang jika tidak ditangani dengan cepat bisa berakibat lebih fatal. Dalam hal ini, peran serta komunikasi yang baik antara perusahaan dan Pos Damkar sangat krusial.
Syukurlah, dalam kejadian kebakaran di PKS PT Mutiara Sawit Lestari ini tidak ada korban jiwa. Semua pekerja dan karyawan yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi berhasil dievakuasi dengan selamat. Meskipun demikian, kerugian material yang disebabkan oleh kebakaran ini diperkirakan akan cukup besar mengingat skala pabrik dan peralatan yang rusak.
Kebakaran yang melibatkan pabrik atau fasilitas industri besar seperti PKS sering kali menimbulkan kerugian finansial yang tidak sedikit. Selain kerusakan pada fasilitas fisik pabrik, kebakaran juga dapat mengganggu proses produksi yang berdampak pada pendapatan perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan, serta memperkuat sistem pengamanan kebakaran untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kebakaran di pabrik kelapa sawit PT Mutiara Sawit Lestari ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit di Aceh Timur, terutama terkait dengan masalah keselamatan dan pengelolaan fasilitas. Meskipun sektor kelapa sawit di Indonesia berkontribusi besar terhadap perekonomian, sektor ini juga dihadapkan pada berbagai isu teknis dan keselamatan yang perlu diatasi secara berkelanjutan.
Bagi pemerintah daerah dan otoritas terkait, kejadian ini menjadi pengingat pentingnya regulasi yang lebih ketat dalam pengawasan operasional pabrik kelapa sawit dan industri sejenis. Tidak hanya soal keselamatan pekerja, tetapi juga tentang perlindungan terhadap fasilitas dan mencegah kerugian yang lebih besar akibat kebakaran atau kecelakaan industri lainnya.


























