Acehvoice.net, Banda Aceh – Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM memastikan bahwa harga bahan pokok di daerah tersebut tetap stabil menjelang bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah/2025. Meskipun daya beli masyarakat diperkirakan akan meningkat menjelang Ramadhan dan Lebaran, harga bahan pokok di Aceh Timur saat ini tetap terkendali.
Stabilitas Harga Bahan Pokok di Aceh Timur
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Timur, Muhammad Oriza, menyatakan bahwa harga bahan pokok di wilayah tersebut masih terjaga stabil. Beberapa harga bahan pokok yang masih stabil antara lain:
- Beras premium: Rp210 per sak (15 kg)
- Cabai hijau: Rp40.000 per kg
- Cabai merah: Rp50.000 per kg
- Bawang merah: Rp35.000 per kg
- Gula: Rp19.000 per kg
- Minyak goreng curah: Rp19.000 per kg
- Tepung terigu: Rp12.000 per kg
- Daging ayam: Rp24.000 per kg
- Telur ayam: Rp26.000 per papan
Selain itu, harga ikan seperti bandeng, kembung, dan ikan tongkol juga stabil, dengan harga sekitar Rp23.000 hingga Rp30.000 per kilogram. Begitu juga dengan harga bawang putih (Rp40.000 per kg), kentang (Rp18.000 per kg), dan garam (Rp11.000 per kg).
Menurut Muhammad Oriza, stabilitas harga bahan pokok ini tercapai berkat pasokan yang lancar dan pengawasan yang ketat dari pihak pemerintah. Masyarakat di Aceh Timur dapat merasa tenang karena ketersediaan barang pokok yang cukup menjelang bulan puasa dan Idul Fitri.
Kenaikan Harga Bahan Pokok Tertentu
Meskipun sebagian besar harga bahan pokok stabil, beberapa barang mengalami sedikit kenaikan harga. Cabai kecil, misalnya, mengalami kenaikan dari Rp35.000 menjadi Rp40.000 per kilogram. Begitu juga dengan harga daging sapi yang naik dari Rp150.000 per kilogram menjadi Rp170.000 hingga Rp180.000 per kilogram. Kenaikan ini umumnya dipicu oleh peningkatan daya beli masyarakat yang lebih tinggi menjelang Ramadhan, terutama untuk tradisi meugang (pemotongan hewan) yang berlangsung sebelum bulan puasa.
Selain itu, harga tomat juga mengalami kenaikan dari Rp8.000 per kilogram menjadi Rp10.000 per kilogram. Meskipun ada kenaikan harga pada beberapa bahan pokok, kondisi ini dianggap wajar menjelang Ramadhan, di mana permintaan bahan pangan cenderung meningkat.
Pengawasan Ketat dan Program Pasar Murah
Muhammad Oriza juga menambahkan bahwa pihaknya terus memantau dan mengawasi harga bahan pokok serta ketersediaan stok barang. Jika ada lonjakan harga yang signifikan, Pemkab Aceh Timur berencana mengadakan program pasar murah untuk menstabilkan harga di pasar. Program ini bertujuan agar masyarakat dapat membeli bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau selama bulan suci Ramadhan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga mengingatkan para pedagang untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan. Mereka diingatkan untuk tetap mematuhi batas kewajaran dalam menentukan harga barang agar tidak ada lonjakan harga yang merugikan masyarakat. Pemkab Aceh Timur berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat dapat tercukupi dengan baik.
Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah berhasil menjaga kestabilan harga bahan pokok menjelang Ramadhan 2025. Meski ada sedikit kenaikan harga pada beberapa bahan pokok, kondisi ini masih dalam batas wajar. Dengan adanya pengawasan yang ketat dan program pasar murah, masyarakat di Aceh Timur diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan pokok mereka dengan harga yang terjangkau selama bulan puasa dan Idul Fitri. Pemkab Aceh Timur terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan harga dan memastikan pasokan barang tetap lancar untuk kesejahteraan masyarakat.


























