Acehvoice.net – JATINANGOR – Sosok Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., menjadi sorotan kalangan akademisi setelah tampil mengenakan seragam loreng praja saat mengikuti kegiatan retret kepala daerah di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Salah satu akademisi dari IAIN Cot Kala Langsa, Muhammad Dayyan, menyampaikan rasa bangganya saat melihat potret Al-Farlaky dalam balutan loreng praja. Menurutnya, penampilan tersebut tidak hanya simbolis, namun menyampaikan pesan kepemimpinan yang kuat dan bernilai.
“Cincin batu berwarna zamrud di jemarinya memberikan sentuhan tradisional sekaligus religius, merefleksikan nilai-nilai spiritual yang turut mewarnai kepemimpinan Pak Bupati,” ujar Dayyan seperti yang dikutip acehvoice.net pada postingan akun TikTok Muhammad Dayyan.
Ia juga menyoroti sorot mata Al-Farlaky yang dinilai tenang namun tegas, serta janggut rapi yang menambah kesan kharismatik.
“Beliau memadukan citra pemimpin modern dengan sosok yang akrab pada akar budaya Islam lokal. Ini bukan semata penampilan, tetapi representasi nilai yang diusung oleh pemimpin daerah Aceh Timur,” terangnya lagi dalam akun TikTok yang sama seperti yang dikutip acehvoice.net.
Bagi akademisi tersebut, Al-Farlaky bukan sekadar kepala daerah, melainkan figur yang menunjukkan integrasi antara ketangguhan, religiusitas, dan nasionalisme.
“Beliau tampil sebagai representasi dari pemimpin daerah yang siap berdiri di garda depan, mewujudkan Aceh Timur yang berdaulat dan bermartabat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky bersama Wakil Bupati Aceh Timur, T. Zainal Abidin, S.Pd., M.H., mengikuti retret kepala daerah yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri RI. Kegiatan yang berlangsung di Kampus IPDN Jatinangor itu merupakan bagian dari penguatan kapasitas kepala daerah hasil Pilkada 2024, merujuk pada Surat Edaran Kemendagri Nomor 200.5/3065/SJ.
Informasi yang diperoleh acehvoice.net menyebutkan, selama pelaksanaan retret 22–26 Juni 2025, Bupati dan Wakil Bupati Aceh Timur akan menginap di barak praja bersama 87 kepala daerah dari seluruh Indonesia. Fasilitas barak yang sederhana tanpa pendingin udara disesuaikan dengan kondisi iklim Jatinangor yang sejuk dan nyaman.
Kepada acehvoice.net, Bupati Al-Farlaky menyambut baik pelaksanaan retreat tersebut dan menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam menyamakan persepsi antara pusat dan daerah, sekaligus menjadi ruang refleksi bagi kepala daerah.
“Kami berkomitmen untuk membawa hasil retreat ini sebagai bekal dalam mempercepat pembangunan di Aceh Timur yang berpihak kepada masyarakat,” ujar Bupati kepada acehvoice.net.


























