acehvoice.net – Banda Aceh – Ketua Umum Pengurus Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh menyerukan pentingnya edukasi akidah setelah muncul temuan aktivitas baru kelompok Millah Abraham di provinsi tersebut. Seruan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran atas pengaruh ajaran menyimpang yang kembali merebak di sejumlah wilayah Aceh.
Menurut pihak PII Aceh, kebangkitan Millah Abraham bukan sekadar masalah hukum, tetapi ancaman serius terhadap pemahaman tauhid dan keyakinan umat Islam di Aceh. Edukasi akidah menjadi solusi utama agar generasi muda tidak terjerumus dalam ajaran yang dianggap menyesatkan.
“Ketika ulama telah menetapkan bahwa Millah Abraham adalah ajaran sesat, maka kami di PII Aceh tegak lurus terhadap fatwa tersebut,” ujarnya Ketua PII kepada media Senin, 17 November 2025.
Beberapa laporan menyebutkan bahwa kelompok ini mulai beroperasi dengan pola lebih senyap dan terstruktur, termasuk lewat ruang digital.
Selain itu, Ketua MPU Aceh, Tgk. Faisal Ali, sebelumnya mengingatkan bahwa Millah Abraham kerap berganti nama dan strategi, menjadikan pengawasan serta pembinaan akidah masyarakat menjadi sangat penting.
“Ada pemahaman keliru bahwa syariat Nabi Muhammad harus mengikuti syariat Nabi Ibrahim. Lalu muncul konsep trinitas yang menyebut Allah, Firman, dan Rasul itu satu. Ini jelas bertentangan dengan tauhid,” tegasnya.
PII Aceh menegaskan bahwa edukasi agama tidak boleh berhenti pada dakwah biasa, melainkan perlu didorong dengan program akidah formal di lingkungan sekolah, kampus, dan lembaga keagamaan agar umat memahami bahaya paham menyimpang.
“Semua ini menunjukkan penyimpangan yang sangat jauh dari ajaran Islam. Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa ini aliran sesat, bukan khilafiyah,” tambah Rendi.
Dengan kampanye edukasi akidah yang intensif, PII berharap agar masyarakat, terutama generasi muda, semakin tangguh dalam mempertahankan pemahaman Islam yang benar dan tidak mudah terpengaruh aliran sesat.


























