acehvoice.net — Aceh Utara — Warga pesisir di Gampong Lhok Puuk, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara semakin dihantui ancaman abrasi pantai dan banjir rob yang terus menggerus permukiman mereka. Salah satu warga, Mawardati (34), memilih tetap bertahan di rumahnya meski kondisi bangunan terancam hilang diterjang gelombang laut.
Mawardati mengaku tidak memiliki pilihan lain selain menetap di rumah tersebut karena menjadi satu-satunya harta yang dimiliki keluarganya. Ia tinggal bersama orang tua, suami, dan anak-anak di kawasan yang kini semakin terkikis abrasi pantai.
Setiap malam, Mawardati bersama keluarga terpaksa mengungsi ke hunian sementara demi menghindari risiko gelombang pasang. Namun pada siang hari, mereka kembali ke rumah untuk menjaga kios kecil yang menjadi sumber penghasilan keluarga.
Saat banjir rob datang, Mawardati harus melewati genangan air setinggi paha orang dewasa untuk bisa pulang ke rumahnya. Bahkan air laut kerap masuk hingga ke dalam rumah warga.
Kondisi abrasi di Gampong Lhok Puuk disebut semakin mengkhawatirkan. Sejumlah rumah warga dilaporkan telah rusak dan hilang akibat terjangan ombak. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah penanganan serius agar kawasan pesisir tersebut tidak hilang sepenuhnya.
Warga lainnya, Muhammad Yasir, menyebut abrasi kali ini merupakan yang paling parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, jumlah rumah di Dusun Barat terus berkurang akibat abrasi. Dari sebelumnya sekitar 151 rumah, kini hanya tersisa sekitar 50 rumah saja.
Ia menilai hingga saat ini belum ada solusi konkret untuk menyelamatkan kawasan pesisir tersebut, meskipun persoalan abrasi sudah beberapa kali mendapat perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah.






















