acehvoice.net – Aceh Utara – Bupati Aceh Utara H. Ismail A Jalil, MM atau yang akrab disapa Ayahwa, memanfaatkan media sosial dan siaran langsung (live streaming) sebagai ruang komunikasi terbuka dengan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memudahkan warga dari berbagai pelosok Aceh Utara menyampaikan aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada pemerintah daerah.
Melalui sesi live streaming, masyarakat dapat menyampaikan berbagai persoalan mulai dari kondisi infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan hingga kebutuhan lainnya di wilayah masing-masing.
Ayahwa mengatakan, pemanfaatan media sosial menjadi salah satu cara untuk memperpendek jarak komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Hal ini dinilai penting mengingat luasnya wilayah Aceh Utara dengan kondisi geografis serta persoalan yang beragam.
“Aceh Utara ini sangat luas. Tidak mungkin semua persoalan masyarakat bisa kita ketahui satu per satu kalau masyarakat tidak menyampaikannya. Karena itu, melalui media sosial kita bisa mendengar langsung apa yang terjadi di tengah masyarakat,” ujar Ayahwa kepada media, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, aspirasi yang disampaikan masyarakat dan membutuhkan tindak lanjut dapat menjadi bahan perhatian pemerintah untuk diteruskan kepada dinas atau instansi terkait sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Dengan pola komunikasi tersebut, media sosial tidak hanya berfungsi sebagai sarana menyampaikan informasi mengenai kebijakan dan program pemerintah, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan maupun kebutuhan secara langsung.
Warga dari berbagai kecamatan dan gampong tidak harus selalu datang ke pusat pemerintahan untuk menyampaikan persoalan. Melalui ruang digital, kondisi yang terjadi di lapangan dapat disampaikan secara lebih cepat dan terbuka.
Kebiasaan Ayahwa melakukan live streaming juga mencerminkan pola komunikasi pemerintahan yang lebih interaktif. Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi turut menyediakan ruang untuk mendengarkan aspirasi warga.
Di tengah luasnya wilayah Aceh Utara, komunikasi yang terbuka dan berlangsung dua arah dinilai dapat membantu mempersempit jarak antara pemerintah dengan masyarakat.
Bagi Ayahwa, setiap aspirasi yang disampaikan warga merupakan informasi penting untuk melihat kondisi Aceh Utara secara lebih dekat, termasuk persoalan yang terjadi di daerah yang secara geografis jauh dari pusat pemerintahan.


























