• Latest
  • Trending
  • All

Interprofessional Education Bukan Hanya Belajar Bersama, tetapi Tentang Bertahan Bersama

21 April 2026
Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

8 September 2026
Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

8 September 2026
Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

8 September 2026
Soroti Kasus Pelecehan dan Dugaan LGBT, PII Aceh Desak Pemko Audit Total Panti Pijat Refleksi

Soroti Kasus Pelecehan dan Dugaan LGBT, PII Aceh Desak Pemko Audit Total Panti Pijat Refleksi

8 September 2026
12 ASN Aceh Timur Terima Satyalencana dari Bupati Al-Farlaky

12 ASN Aceh Timur Terima Satyalencana dari Bupati Al-Farlaky

7 September 2026
FISIP USK–FISIP UI Perkuat Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Kelembagaan

FISIP USK–FISIP UI Perkuat Kolaborasi Akademik dan Pengembangan Kelembagaan

6 September 2026
Gadaikan Motor Pinjaman di Aceh Besar, Pria Ini Ditangkap Polisi

Gadaikan Motor Pinjaman di Aceh Besar, Pria Ini Ditangkap Polisi

6 September 2026
Plt Sekda Aceh Lepas Kafilah MTQN ke-31

Plt Sekda Aceh Lepas Kafilah MTQN ke-31

4 September 2026
1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol

4 September 2026
Karhutla Indonesia, Asap Menyebar hingga Luar Negeri

Karhutla Indonesia, Asap Menyebar hingga Luar Negeri

4 September 2026
Bank BSN Apresiasi Nasabah di Hari Pelanggan Nasional

Bank BSN Apresiasi Nasabah di Hari Pelanggan Nasional

4 September 2026
Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN

Kemensos Ungkap Penyebab Perubahan Desil DTSEN

4 September 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Senin, September 21, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Interprofessional Education Bukan Hanya Belajar Bersama, tetapi Tentang Bertahan Bersama

Fazil by Fazil
21 April 2026
in Opini, Sosial
0
502
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Oleh: Ns. Narawidya Safputri, S.Kep
Mahasiswa Magister Keperawatan, Fakultas Keperawatan USK

ADVERTISEMENT

Retensi tenaga kesehatan kerap dipahami secara sempit, seolah-olah hanya berkaitan dengan gaji, tunjangan, atau insentif finansial semata. Padahal, realitas di lapangan menunjukkan bahwa faktor yang membuat tenaga kesehatan bertahan jauh lebih kompleks. Rasa dihargai, lingkungan kerja yang suportif, serta kualitas hubungan dalam tim menjadi elemen yang tidak kalah penting.

BacaJuga

Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

Di tengah dinamika pelayanan kesehatan saat ini, beban kerja tenaga kesehatan semakin meningkat. Jumlah pasien terus bertambah, sementara ketersediaan tenaga sering kali tidak sebanding. Dalam satu shift, seorang perawat bisa menangani banyak pasien dengan kondisi yang beragam. Di sisi lain, dokter dituntut mengambil keputusan cepat dengan tingkat akurasi tinggi. Apoteker memikul tanggung jawab besar dalam memastikan keamanan dan ketepatan terapi obat. Profesi kesehatan lainnya pun menghadapi tekanan yang serupa.

ADVERTISEMENT

Tekanan ini semakin terasa di ruang perawatan intensif. Di ruang ini, pelayanan tidak mengenal jeda. Pasien membutuhkan pemantauan selama 24 jam, dengan kondisi yang bisa berubah dalam hitungan menit. Setiap tindakan harus tepat, cepat, dan terkoordinasi. Kesalahan kecil dapat berujung pada konsekuensi besar.

Dalam situasi tersebut, peran setiap profesi menjadi sangat krusial. Perawat bertugas memantau tanda-tanda vital secara kontinu. Dokter melakukan evaluasi dan menentukan langkah medis. Apoteker memastikan terapi yang diberikan aman dan sesuai. Ahli gizi mengatur kebutuhan nutrisi pasien. Fisioterapis membantu proses mobilisasi dan pemulihan. Semua peran ini saling terhubung dan membentuk satu sistem kerja yang tidak bisa dipisahkan.

Namun, tantangan muncul ketika kolaborasi tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ketika komunikasi tidak efektif, risiko miskomunikasi meningkat. Ketika pemahaman terhadap peran masing-masing tidak jelas, konflik antarprofesi menjadi sulit dihindari. Dalam kondisi seperti ini, pelayanan tidak hanya menjadi kurang optimal, tetapi juga berpotensi membahayakan pasien.

ADVERTISEMENT

Lebih jauh lagi, kondisi kerja yang tidak kolaboratif dapat memicu burnout. Tenaga kesehatan merasa kelelahan secara fisik dan emosional. Mereka merasa tidak didukung, tidak didengar, dan tidak dihargai. Dalam jangka panjang, hal ini mendorong mereka untuk mencari lingkungan kerja yang lebih baik, bahkan tidak sedikit yang memilih meninggalkan profesi.

Fenomena ini menciptakan lingkaran masalah yang berulang. Ketika tenaga kesehatan berkurang, beban kerja bagi yang tersisa semakin berat. Tekanan meningkat, kelelahan bertambah, dan pada akhirnya semakin banyak yang memilih pergi. Jika tidak diintervensi, kondisi ini akan terus berulang dan melemahkan sistem pelayanan kesehatan secara keseluruhan.

Di tengah tantangan tersebut, Interprofessional Education (IPE) hadir sebagai salah satu pendekatan yang relevan. IPE bukan sekadar metode pembelajaran, tetapi sebuah paradigma yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi sejak tahap pendidikan hingga praktik di lapangan.

Melalui IPE, mahasiswa dan tenaga kesehatan dari berbagai profesi belajar bersama, memahami peran masing-masing, serta membangun komunikasi yang efektif. Mereka dilatih untuk tidak hanya fokus pada kompetensi individu, tetapi juga pada kemampuan bekerja dalam tim.

Pendekatan ini membawa perubahan cara pandang. Profesi yang sebelumnya berjalan dalam batas-batas sektoral mulai bergerak menuju kolaborasi yang lebih terbuka. Setiap tenaga kesehatan memahami bahwa keberhasilan pelayanan bukanlah hasil kerja individu, melainkan hasil sinergi tim.

Ketika kolaborasi berjalan dengan baik, beban kerja menjadi lebih terdistribusi. Tidak ada lagi perasaan harus memikul semuanya sendiri. Keputusan diambil secara bersama, dengan mempertimbangkan berbagai perspektif profesional. Hal ini tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat.

Lingkungan kerja yang kolaboratif memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan. Tingkat stres dapat ditekan. Rasa saling menghargai tumbuh. Kepercayaan antarprofesi meningkat. Dalam kondisi seperti ini, tenaga kesehatan lebih mungkin untuk bertahan dan berkembang dalam pekerjaannya.

Dengan demikian, IPE tidak hanya berkontribusi pada peningkatan mutu pelayanan pasien, tetapi juga menjadi strategi penting dalam menjaga keberlangsungan tenaga kesehatan itu sendiri. Retensi tenaga kesehatan tidak lagi semata-mata bergantung pada faktor eksternal seperti gaji, tetapi juga pada kualitas hubungan kerja yang terbangun di dalam sistem.

Dalam konteks Aceh maupun Indonesia secara umum, pendekatan ini menjadi semakin relevan. Tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks membutuhkan solusi yang tidak parsial. Kolaborasi lintas profesi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan.

Pemerintah, institusi pendidikan, dan fasilitas pelayanan kesehatan perlu melihat IPE sebagai investasi jangka panjang. Membangun sistem yang mendukung kolaborasi berarti membangun fondasi yang kuat bagi pelayanan kesehatan di masa depan.

Pada akhirnya, Interprofessional Education mengajarkan satu hal penting: bahwa dalam dunia pelayanan kesehatan, tidak ada yang bisa bekerja sendiri.

Ia bukan hanya tentang belajar bersama di ruang kelas atau pelatihan. Ia adalah tentang bagaimana tenaga kesehatan dapat saling menopang di tengah tekanan, berbagi beban, dan tetap bertahan dalam sistem yang menuntut banyak hal.

Karena sesungguhnya, kekuatan pelayanan kesehatan tidak hanya terletak pada kecanggihan teknologi atau keahlian individu, tetapi pada kemampuan manusia di dalamnya untuk bekerja sebagai satu tim.

Dan di situlah makna sebenarnya: Interprofessional Education bukan hanya tentang belajar bersama, tetapi tentang bertahan bersama.

SendShare201Tweet126Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

by Fazil
8 September 2026
0
1.4k

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil mengajak masyarakat menjadikan Milad...

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

by Fazil
8 September 2026
0
1.4k

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

by Fazil
8 September 2026
0
1.4k

Operasional Bandara Soekarno-Hatta kembali dibuka, tetapi sejumlah penerbangan masih dibatalkan...

Soroti Kasus Pelecehan dan Dugaan LGBT, PII Aceh Desak Pemko Audit Total Panti Pijat Refleksi

Soroti Kasus Pelecehan dan Dugaan LGBT, PII Aceh Desak Pemko Audit Total Panti Pijat Refleksi

by Fazil
8 September 2026
0
1.5k

Soroti Kasus Pelecehan dan Dugaan LGBT, PII Aceh Desak Pemko...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

Milad ke-800, Bupati Ismail Jadikan Sejarah Pasai Inspirasi Aceh Utara

8 September 2026
Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

Harga Emas Banda Aceh Stabil Rp7,55 Juta per Mayam

8 September 2026
Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

Jadwal Penerbangan Soetta Belum Normal, Maskapai Masih Atur Rotasi Pesawat

8 September 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In