• Latest
  • Trending
  • All

“Pria Sawit” dan Janji yang Berubah Arah

27 Februari 2026

Muzakir Manaf Resmi Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh

28 Februari 2026

Mahasiswa KKN USK Gelar Edukasi dan Trauma Healing Pascasiklon Tropis Senyar

27 Februari 2026

Bunga Bakau yang Tak Pernah Layu

27 Februari 2026

Generasi Scroll atau Generasi Berprestasi?

27 Februari 2026

Hadiri Training PII Kota Banda Aceh, Sulaiman Bakri Ingatkan Pentingnya Integritas Pelajar

26 Februari 2026

Prahara Buku di Pidie: Penyelewengan Kebijakan, Komandan Ibrahim Berang!

25 Februari 2026

Sekda Aceh Pimpin Rapim Percepatan APBA 2026, Perkuat Sinergi Ekonomi Kreatif

24 Februari 2026

Wagub Aceh Minta Huntap Pascabanjir Jadi Prioritas Nasional

24 Februari 2026

Wagub Aceh Bahas Percepatan Huntap dengan BP BUMN

24 Februari 2026

Mengejutkan Hasil Temuan BPK-RI di Disdikbud Pidie

24 Februari 2026

PB PII Mengecam Keras Penganiayaan Terhadap Siswa di Maluku

21 Februari 2026
Oknum Brimob Ditahan Usai Siswa MTs Tewas di Tual Maluku

Oknum Brimob Ditahan Usai Siswa MTs Tewas di Tual Maluku

21 Februari 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Februari 28, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

“Pria Sawit” dan Janji yang Berubah Arah

Fazil by Fazil
27 Februari 2026
in Opini
0
502
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Penulis: Azka Dzikri Alfarehzy, Banda Aceh, Siswa SMP 17 Banda Aceh

ADVERTISEMENT

acehvoice.net — Pada tahun 2024, di sebuah negeri fiksi bernama Konesia, berlangsung pemilihan pemimpin tertinggi yang diibaratkan sebagai pemilihan raja. Seorang pria yang awalnya tidak banyak disebut namanya maju sebagai kandidat. Ia harus menghadapi dua pesaing kuat, yakni Nisa dan Gendar. Persaingan berlangsung ketat dan penuh strategi, mencerminkan dinamika politik yang tidak sederhana.

BacaJuga

No Content Available

Singkat cerita, pria tersebut berhasil memenangkan kontestasi. Ia mengungguli kedua lawannya dan resmi menjadi raja baru Konesia. Sementara itu, raja sebelumnya yang bernama Owi menyampaikan pidato perpisahan yang menyentuh hati rakyat. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan akan kembali ke kampung halamannya di Loso dan hidup sebagai rakyat biasa. Ucapan tersebut membuat masyarakat terharu dan mengenang kepemimpinannya dengan berbagai perasaan.

ADVERTISEMENT

Setelah pelantikan, terungkap bahwa raja baru itu bernama Prawawan. Dalam kampanyenya, ia menjanjikan program makan gratis dan bergizi bagi seluruh pelajar, mulai dari tingkat TK hingga SMA di seluruh Konesia. Janji tersebut disambut antusias oleh masyarakat, terutama para orang tua yang berharap kesejahteraan anak-anak mereka akan meningkat.

Namun, realitas yang terjadi tidak sepenuhnya sesuai dengan harapan. Program makanan gratis memang berjalan, tetapi di beberapa wilayah kualitasnya dipertanyakan. Ada laporan tentang makanan yang kurang memenuhi standar gizi, bahkan ditemukan makanan yang sudah tidak layak konsumsi. Situasi ini memicu kekecewaan sebagian masyarakat yang sebelumnya menaruh harapan besar pada kebijakan tersebut.

Di sisi lain, Konesia juga menghadapi bencana banjir di beberapa wilayah. Daerah seperti Sumutri Utara, Sumutri Barat, dan sejumlah kawasan di Adjeh dilaporkan terdampak cukup parah. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi. Dalam cerita ini, kebijakan lingkungan sang raja turut menjadi sorotan.

ADVERTISEMENT

Prawawan sebelumnya menggagas program reboisasi dengan slogan yang terdengar meyakinkan. Namun, dalam pelaksanaannya, pohon yang ditanam dinilai lebih berorientasi pada keuntungan ekonomi dibanding ketahanan lingkungan. Pohon-pohon tersebut dianggap tidak cukup kuat menopang ekosistem jangka panjang. Akibatnya, ketika curah hujan tinggi melanda, wilayah-wilayah tertentu menjadi lebih rentan terhadap banjir.

Kritik pun bermunculan. Sebagian rakyat menilai bahwa kebijakan tersebut lebih mengutamakan nilai komersial dibanding keselamatan lingkungan. Dampak yang dirasakan masyarakat tidak hanya berupa kerugian materi, tetapi juga korban jiwa. Banjir yang meluas membuat ribuan keluarga kehilangan rumah dan sumber penghidupan.

Ketegangan meningkat ketika gelombang demonstrasi muncul di berbagai daerah. Rakyat menuntut evaluasi kebijakan serta tanggung jawab atas dampak yang terjadi. Mereka berharap pemimpin baru mampu memperbaiki keadaan dan mendengar aspirasi masyarakat.

Namun dalam alur cerita ini, respons yang muncul justru menambah polemik. Alih-alih membuka ruang dialog yang luas, tindakan tegas diambil terhadap sebagian pengkritik. Beberapa orang yang menyampaikan kritik secara keras dikabarkan ditahan. Situasi ini memperuncing konflik antara pemerintah dan rakyat.

Cerita “Pria Sawit” sejatinya merupakan kisah fiksi yang sarat pesan moral. Ia menggambarkan bagaimana kekuasaan, janji politik, kebijakan lingkungan, dan respons terhadap kritik dapat menentukan arah sebuah negeri. Janji yang terdengar indah di awal dapat berubah menjadi sumber kekecewaan jika tidak dijalankan dengan konsisten dan bertanggung jawab.

Di balik alur dramatisnya, terdapat pelajaran penting tentang kepemimpinan. Seorang pemimpin bukan hanya dinilai dari kemenangan dalam pemilihan, tetapi dari kesesuaian antara janji dan realisasi. Kebijakan publik harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, terutama dalam hal lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, kritik dan aspirasi rakyat seharusnya menjadi bahan evaluasi, bukan ancaman. Dialog terbuka dan transparansi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan publik. Tanpa hal tersebut, jarak antara pemimpin dan rakyat akan semakin melebar.

Sebagai karya naratif, “Pria Sawit” mengajak pembaca untuk berpikir kritis tentang arti tanggung jawab, integritas, dan dampak kebijakan terhadap kehidupan banyak orang. Kisah ini juga menjadi pengingat bahwa setiap keputusan di tingkat atas akan berpengaruh langsung pada masyarakat luas.

Cerita ditutup dengan gelombang kemarahan rakyat yang menjadi simbol akumulasi kekecewaan. Dari sana, pembaca diajak merenungkan pentingnya kepemimpinan yang adil, bijak, dan berpihak pada kepentingan bersama.

Tags: Banjir SumateraCerita Politik FiksiCerpen Kritik SosialIsu ReboisasiJanji Makan GratisKritik kepemimpinanPria SawitRaja Konesia
SendShare201Tweet126Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

No Content Available
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1

Muzakir Manaf Resmi Lantik 25 Pejabat Eselon II Pemerintah Aceh

28 Februari 2026

Mahasiswa KKN USK Gelar Edukasi dan Trauma Healing Pascasiklon Tropis Senyar

27 Februari 2026

Bunga Bakau yang Tak Pernah Layu

27 Februari 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In