• Latest
  • Trending
  • All

Generasi Scroll atau Generasi Berprestasi?

27 Februari 2026
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas,

Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas,

26 Juli 2026
DPRK Banda Aceh Setujui Raqan APBK 2025

DPRK Banda Aceh Setujui Raqan APBK 2025

26 Juli 2026
Wabup Aceh Timur Bantah Tuduhan Dun Belanda, Beri Waktu 2×24 Jam untuk Klarifikasi

Wabup Aceh Timur Bantah Tuduhan Dun Belanda, Beri Waktu 2×24 Jam untuk Klarifikasi

26 Juli 2026
DPR Aceh Bahas Legislasi dan Revisi UUPA

DPR Aceh Bahas Legislasi dan Revisi UUPA

26 Juli 2026

Bupati Al-Farlaky Terima Permintaan Maaf Dun Belanda, Ajak Masyarakat Bijak Bermedia Sosial

25 Juli 2026

Bunda PAUD Aceh Timur Ajak Semua Pihak Bangun Generasi Tangguh, Hari Anak Nasional Jadi Momentum Penuhi Hak Anak

25 Juli 2026
Wagub Aceh Bahas Implementasi MoU Helsinki

Wagub Aceh Bahas Implementasi MoU Helsinki

24 Juli 2026
Haul Kesultanan Aceh ke-519, Jeunala Jameun Usul Hari Lahir Nasional

Haul Kesultanan Aceh ke-519, Jeunala Jameun Usul Hari Lahir Nasional

23 Juli 2026
Inspektur Aceh Tutup Penjaminan SPIP 2026

Inspektur Aceh Tutup Penjaminan SPIP 2026

23 Juli 2026
Gubernur Aceh Sepakati Pencegahan LGBT

Gubernur Aceh Sepakati Pencegahan LGBT

23 Juli 2026
Aceh Perjuangkan Status Wakaf Blangpadang

Aceh Perjuangkan Status Wakaf Blangpadang

23 Juli 2026
Inspektur Aceh Hadiri Paripurna DPRA

Inspektur Aceh Hadiri Paripurna DPRA

22 Juli 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Senin, Juli 27, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

Generasi Scroll atau Generasi Berprestasi?

Fazil by Fazil
27 Februari 2026
in Opini
0
508
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Penulis: Balqis Salsabilla, Siswa Negeri 3 Banda Aceh

ADVERTISEMENT

acehvoice.net — Suatu malam, saya menargetkan satu jam penuh untuk belajar matematika. Buku sudah terbuka, pulpen telah siap, dan sasaran pun jelas: memahami setidaknya dua bab sebagai persiapan ujian. Niatnya sederhana—fokus dan disiplin.

BacaJuga

Ketika Kekuasaan Tidak Mengenal Ruang Kelas

Talkshow S.A.F.E. oleh DEMA FPSI: Mahasiswa Lebih Berani Hadapi Pelecehan Verbal

Kekhususan yang Dikhianati : Krisis Epistemik dan Moral Kepemimpinan Aceh

Namun satu notifikasi muncul. Saya berpikir hanya akan melihatnya sebentar. Kenyataannya berbeda. Tanpa terasa, hampir empat puluh menit berlalu. Materi belum bertambah, tetapi layar ponsel sudah berkali-kali berganti.

ADVERTISEMENT

Keesokan harinya di kelas, ternyata saya tidak sendirian. Beberapa teman mengaku mengalami hal yang sama. Kami paham waktu terbuang. Kami sadar sedang menunda tanggung jawab. Namun pola itu tetap berulang. Inilah paradoks generasi digital: bukan karena tidak tahu, melainkan karena sulit menahan diri.

Sebagai pelajar di Banda Aceh, tuntutan akademik bukan perkara ringan. Persiapan UTBK, tugas praktik, ujian sekolah, hingga persaingan masuk perguruan tinggi negeri membuat suasana kompetisi terasa nyata. Di lingkungan sekolah, nilai kerap menjadi tolok ukur. Siapa yang berada di peringkat atas, siapa yang menjuarai lomba, siapa yang sudah memiliki rencana kuliah yang matang—semuanya menjadi bahan perbandingan. Tekanan itu ada dan nyata. Namun ironisnya, di tengah tekanan tersebut, gangguan justru hadir dalam genggaman sendiri.

Persoalannya bukan pada teknologi. Telepon pintar tidak pernah memaksa kita membuka aplikasi tertentu. Algoritma memang dirancang untuk menarik perhatian, tetapi keputusan tetap berada di tangan pengguna. Ketika waktu belajar tergeser oleh kebiasaan menggulir layar, itu bukan sepenuhnya kesalahan aplikasi. Itu adalah cerminan lemahnya pengelolaan diri.

ADVERTISEMENT

Ada pula pola yang lebih halus namun berdampak besar: budaya membandingkan diri. Setiap hari kita melihat pencapaian orang lain. Ada yang terlihat produktif, ada yang memamerkan sertifikat, ada yang tampak sudah selangkah lebih maju. Tanpa disadari, muncul perasaan tertinggal. Namun alih-alih bangkit dan bergerak, kita justru semakin lama terpaku pada layar.

Saya menyadari satu hal penting: sering kali kita lebih ingin terlihat sibuk daripada benar-benar bertumbuh. Kita ingin hasil cepat, tetapi enggan melalui proses dengan sabar. Kita mencari pengakuan, bukan peningkatan kualitas diri. Padahal prestasi tidak lahir dari kesan instan, melainkan dari konsistensi yang dijaga setiap hari.

Apakah solusi terbaik adalah menjauh sepenuhnya dari teknologi? Rasanya tidak realistis. Dunia perkuliahan dan dunia kerja tetap menuntut kemampuan digital. Yang dibutuhkan bukan menjauh, melainkan membangun kesadaran dan batas yang tegas. Misalnya dengan menentukan waktu belajar tanpa gawai, menyelesaikan target harian sebelum membuka hiburan, serta mengevaluasi penggunaan waktu setiap malam. Langkah-langkah ini terdengar sederhana, tetapi tantangan sebenarnya terletak pada konsistensi menjalankannya.

Generasi kita sebenarnya memiliki banyak keunggulan. Akses terhadap materi pembelajaran terbuka luas. Informasi dapat ditemukan dalam hitungan detik. Peluang untuk berkembang tersedia lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Yang sering kali kurang bukan fasilitas, melainkan disiplin dan ketegasan dalam menentukan prioritas.

Pada akhirnya, pilihan itu sederhana namun menentukan arah masa depan: terus menggulir layar tanpa tujuan, atau memanfaatkan teknologi sebagai alat untuk melompat lebih tinggi. Masa depan tidak ditentukan oleh seberapa sering kita terhubung ke internet, melainkan oleh seberapa serius kita mengelola waktu dan potensi diri.

Menjadi generasi berprestasi bukanlah tentang menolak kemajuan zaman, tetapi tentang mampu mengendalikannya. Ketika disiplin dan kesadaran diri tumbuh, teknologi tidak lagi menjadi distraksi, melainkan jembatan menuju pencapaian yang lebih besar.

Tags: DisiplinGenerasi BerprestasiGenerasi MudaGenerasi ScrollMotivasiPendidikan
SendShare203Tweet127Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Ketika Kekuasaan Tidak Mengenal Ruang Kelas

Ketika Kekuasaan Tidak Mengenal Ruang Kelas

by Fazil
24 Juni 2026
0
1.4k

Jumlah Besar yang Tak Pernah Menjadi Kekuatan Oleh : Dra....

Talkshow S.A.F.E. oleh DEMA FPSI: Mahasiswa Lebih Berani Hadapi Pelecehan Verbal

by Fazil
22 Mei 2026
0
1.4k

acehvoice.net —Banda Aceh — 21 Mei 2026, DEMA Fakultas Psikologi...

Kekhususan yang Dikhianati : Krisis Epistemik dan Moral Kepemimpinan Aceh

by Fazil
26 April 2026
0
1.4k

Oleh : Dr. Drs. T.M. Jamil, M.Si, Ph.DKetua Program Doktor...

Afdhal Ajak ASN Tegakkan Disiplin dan Jaga Citra Pemerintah

Afdhal Ajak ASN Tegakkan Disiplin dan Jaga Citra Pemerintah

by Fazil
7 Oktober 2025
0
1.4k

Acehvoice.net, BANDA ACEH – Wakil Wali Kota Banda Aceh, Afdhal Khalilullah,...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas,

Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers untuk Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Komunitas,

26 Juli 2026
DPRK Banda Aceh Setujui Raqan APBK 2025

DPRK Banda Aceh Setujui Raqan APBK 2025

26 Juli 2026
Wabup Aceh Timur Bantah Tuduhan Dun Belanda, Beri Waktu 2×24 Jam untuk Klarifikasi

Wabup Aceh Timur Bantah Tuduhan Dun Belanda, Beri Waktu 2×24 Jam untuk Klarifikasi

26 Juli 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In