acehvoice.net – Aceh Tengah – Masyarakat dari empat desa di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, melakukan perbaikan jalan nasional Takengon–Gayo Lues secara swadaya. Upaya ini dilakukan untuk membuka kembali akses transportasi yang sempat terputus akibat longsor pascabencana alam.
Warga yang terlibat berasal dari Desa Pantan Nangka, Mungkur, Gewat, dan Desa Sinoang Kemukiman Gelung Paraja. Salah seorang warga Pemukiman Wihni Jamat Linge, Sertalia, mengatakan perbaikan dilakukan tanpa bantuan dari pemerintah daerah.
“Alhamdulillah, akses dari Kecamatan Linge menuju Gayo Lues sudah bisa dilalui, meski sementara hanya untuk kendaraan roda dua. Perbaikan ini murni inisiatif masyarakat,” ujar Sertalia saat dikonfirmasi media, Senin (22/12/2025).
Menurutnya, warga membelah kayu untuk dijadikan alas lintasan jalan agar sepeda motor dapat melintas. Perbaikan tersebut merupakan kali kedua dilakukan secara mandiri, setelah sebelumnya jalan kembali rusak dan berlumpur sehingga sulit dilalui.
“Hari ini kami pasang potongan kayu menyerupai jembatan. Namun saat ini warga masih kekurangan paku dan bahan bakar minyak untuk chainsaw,” jelasnya.
Sertalia juga mengungkapkan bahwa warga telah memperbaiki sedikitnya empat titik jalan yang tertimbun longsor akibat bencana pada 26 November 2025 lalu. Salah satu titik terparah tertutup material tanah sepanjang sekitar 500 meter.
Ia menegaskan, hingga kini akses dari pusat Kota Takengon menuju Kecamatan Linge masih terbatas untuk kendaraan roda dua. Bahkan, masih ada beberapa desa yang terisolir dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Ini murni swadaya masyarakat. Kami berharap ada perhatian dan bantuan agar akses jalan dapat kembali normal dan desa-desa yang masih terisolir bisa segera terbuka,” pungkasnya.
























