Acehvoice.net, Banda Aceh – Pada kontestasi Pilkada Aceh tahun 2024, terdapat dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung memperebutkan posisi nomor satu di Aceh. Mereka adalah Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi yang menyandang nomor urut 1 dan H. Muzakir Manaf-Fadhlullah dengan nomor urut 2.
Ketua Dek Fad Center Aceh Utara, Zainal, ST menyebut, masyarakat harus teliti melihat bagaimana sosok masing masing pasangan calon yang akan menduduki tampuk kepemimpinan di Aceh dan mengatur nasib Aceh lima tahun kedepan.
“Aceh merupakan daerah istimewa dengan sejarah emasnya pada masa kesultanan Iskandar Muda, penerapan syari’at Islam yang telah menjadi ruh kehidupan rakyat, dan kesukuan yang kental sehingga disebut Aceh bansa teuleubeh ateuh rueng donya (Aceh bangsa yang unggul di muka bumi),” sebut Zainal
Ia menegaskan, dalam memilih pemimpin masyarakat perlu mengadakan analisis mengenai bagaimana ideologi ke Acehan terpatri dalam rekam jejak seorang calon pemimpin Aceh kedepannya.
Menurutnya, pemimpin yang memiliki identitas ke Acehan yang kental itu ada pada Mualem dan Dek Fad. Ia sebagai putra Aceh melihat bahwa, yang mampu memahami Aceh secara mengakar hari ini adalah Mualem dan Dek Fad.
“Mereka merupakan pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berideologikan nasionalisme Aceh versi Almarhum Wali Nanggroe Hasan Tiro. Ideologi ini menyentuh seluruh sisi kehidupan rakyat Aceh,” ucap Zainal di Banda Aceh pada 24 Oktober 2024
Ia juga menyebut Mualem bahkan menduduki posisi Panglima GAM dan Dek Fadh juga pernah Panglima Operasi Wilayah Pidie. Tentunya kepemimpinan mereka memimpin pasukan berdasarkan ideologi ke Acehan cukup kuat.
“Ya, mereka merupakan komandan pasukan sehingga punya pengalaman memimpin bahkan dalam kondisi yang sangat mematikan saat itu. Mereka justru mampu memimpin tanpa fasilitas yang mewah, hidup dalam hutan bergerilya. Hal tersebut karena tulus demi Aceh tercinta,” ucap mantan aktivis ’98 itu
Tak hanya itu, Zainal, putra asli Panton Labu itu juga mengungkap bahwa, gerilya para pejuang GAM termasuk Mualem dan Dek Fad saat itu menjadikan mereka dekat dengan rakyat. Sehingga mereka sangat paham bagaimana kondisi rakyat Aceh di akar rumput yang bahkan tidak pernah dijamah oleh pemerintah.
“Hingga hari ini mereka masih berbuat untuk Aceh. Mualem melalui kepemimpinannya di Partai Aceh mendorong seluruh kadernya yang menduduki jabatan eksekutif dan legislatif untuk bekerja untuk rakyat Aceh secara ikhlas. Hal serupa juga dilakukan Dek Fad selama menjadi anggota DPR RI dua periode,” ungkapnya
Terakhir ia mengajak masyarakat untuk menentukan sikap dan memilih Mualem-Dek Fad sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh pada Pilkada 27 November mendatang.
“Mari kita menentukan sikap. Tunjukkan kecintaan kita terhadap Aceh dengan memilih pemimpin dengan ideologi ke Acehan yang kuat. Jangan sampai pemimpin kedepan orang yang selalu ‘bermesraan’ dengan kekuasaan atau yang tumbuh besar di luar Aceh sehingga tidak paham kondisi rakyat Aceh di akar rumput.” tutup Zainal


























