acehvoice.net — Bener Meriah — Sebanyak 2.116 jiwa pengungsi korban banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah hingga kini belum mendapatkan hunian sementara (Huntara). Pemerintah daerah baru merencanakan pembangunan 914 unit Huntara, namun prosesnya masih terkendala penentuan lokasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Posko Penanganan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan lokasi pembangunan Huntara belum ditetapkan secara final karena adanya aspirasi warga.
“Data Huntara yang direncanakan sebanyak 914 unit, tetapi titik lokasi belum final. Warga meminta agar Huntara dibangun tidak terlalu jauh dari tempat tinggal lama dan lahan perkebunan mereka, sehingga saat ini masih dalam proses,” ujar Ilham Abdi, Ahad (18/1/2026).
Meski hunian sementara belum terealisasi, pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi. Dapur umum masih beroperasi dan pasokan sembako terus disalurkan, termasuk bantuan dari para donatur dan relawan yang aktif di wilayah terdampak.
Berdasarkan data sementara pascabencana, jumlah rumah warga yang mengalami kerusakan cukup signifikan. Tercatat sebanyak 831 unit rumah rusak berat, 186 unit rusak sedang, dan 371 unit rusak ringan akibat banjir dan longsor.
Ilham berharap penetapan lokasi pembangunan Huntara dapat segera diselesaikan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat. “Pemerintah daerah terus bekerja secara optimal. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kondisi Bener Meriah dapat segera pulih,” pungkasnya.
























