acehvoice.net – Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap dugaan adanya pembiayaan dan perekrutan terhadap kelompok yang disebut terafiliasi dengan Anarko untuk menunggangi aksi penyampaian aspirasi di kawasan DPR/MPR RI, Kamis (27/8/2026).
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin mengatakan, pihaknya telah memeriksa puluhan orang yang diduga terlibat dalam persiapan kegiatan tersebut.
Dari 63 orang yang diperiksa oleh penyidik, sebanyak 10 orang disebut masuk dalam klaster yang diduga berkaitan dengan perekrutan dan pembiayaan. Sementara 53 orang lainnya masuk dalam kelompok yang diduga berperan sebagai pelaksana.
“Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antar pihak serta tujuan dan peran masing-masing dalam rangkaian kegiatan tersebut,” ujar Iman dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya.

Menurut hasil pemetaan dan pemantauan kepolisian, sejumlah jaringan yang diduga terafiliasi dengan kelompok Anarko disebut telah melakukan konsolidasi sebelum aksi berlangsung. Konsolidasi tersebut diduga mencakup penguatan narasi, penggalangan dana, mobilisasi massa hingga persiapan sejumlah sarana yang berpotensi digunakan untuk melakukan tindakan kekerasan.
Polisi juga mendalami dugaan penggalangan dana melalui berbagai sumber, termasuk dana pribadi, pemberian dari pihak lain hingga donasi terbuka. Menurut kepolisian, terdapat dugaan sejumlah kegiatan pengumpulan dana dikemas sebagai kegiatan sosial, namun penggunaan dananya masih dalam proses pendalaman penyidik.
Dalam pengungkapan tersebut, Polda Metro Jaya turut menyita sejumlah barang yang diduga berpotensi digunakan untuk mengganggu keamanan saat aksi berlangsung.
Barang bukti yang diamankan antara lain puluhan senjata tajam, airsoft gun, jeriken berisi bahan bakar, ratusan botol kaca berikut sumbu, sejumlah tas ransel, alat pengeras suara serta barang lainnya.

Kepolisian menyatakan barang-barang tersebut masih menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengetahui tujuan serta keterlibatan masing-masing pihak.
Puluhan orang tersebut diamankan di wilayah Jakarta Timur dan diketahui berasal dari sejumlah daerah, termasuk Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang dan Bandung.
Selain itu, Polda Metro Jaya menyebut total orang yang diamankan dalam rangkaian penanganan kasus tersebut mencapai 65 orang. Sebanyak 63 orang diamankan oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum, sedangkan dua orang lainnya ditangani Direktorat Reserse Siber.
Dua orang yang ditangani Direktorat Siber disebut telah ditahan dengan inisial R dan Z. Polisi juga mengungkap adanya seorang berinisial MNP yang diamankan di Sumatera Utara terkait dugaan unggahan provokatif serta penyebaran barcode yang diduga mengarah pada ajakan pembuatan bom molotov.
Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan masih terus dilakukan untuk mendalami peran setiap orang yang diamankan, termasuk dugaan keterlibatan pihak yang merekrut, membiayai, menyediakan sarana, mengorganisasi massa maupun memberikan arahan.
Kepolisian menegaskan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah aksi penyampaian aspirasi ditunggangi oleh pihak-pihak yang diduga berpotensi melakukan tindakan kekerasan.
Meski demikian, polisi menegaskan hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum tetap dilindungi oleh undang-undang, selama dilakukan sesuai aturan dan tidak melanggar hukum.


























