acehvoice.net – Banda Aceh – Awal putaran kedua Pegadaian Championship 2025–2026 menghadirkan dinamika baru dalam persaingan Grup 1. Garudayaksa FC masih menjadi tim paling konsisten dan berhasil mempertahankan posisi puncak dengan raihan 24 poin dari 11 pertandingan. Performa impresif mereka mencatat 7 kemenangan, 3 hasil imbang, dan hanya sekali kalah. Efektivitas lini serang dan pertahanan juga terlihat dari selisih gol +19, hasil dari 26 gol memasukkan dan 7 gol kebobolan.
Di posisi kedua, Adhyaksa FC Banten terus memberi tekanan dengan koleksi 20 poin dari jumlah laga yang sama. Tim ini membukukan 5 kemenangan, 5 seri, dan satu kekalahan. Produktivitas mereka mencapai 22 gol dan kebobolan 15 kali, dengan selisih gol +7.
Sumsel United menempati urutan ketiga dengan total 17 poin. Dari 11 pertandingan, mereka berhasil meraih 5 kemenangan, 2 hasil imbang, dan menelan 4 kekalahan. Tim ini memiliki selisih gol +1 setelah mencetak 14 gol dan kebobolan 13.
Sementara itu, FC Bekasi City berada di peringkat keempat dengan 16 poin. Mereka mencatat 4 kemenangan, 4 kali imbang, dan 3 kekalahan, dengan selisih gol +4 berkat 12 gol yang dicetak dan 8 gol kebobolan.
Persaingan semakin sengit di papan tengah. Persiraja Banda Aceh berhasil merangkak ke posisi kelima dengan 15 poin, sama seperti Persikad yang berada tepat di bawahnya. Persiraja mengoleksi selisih gol +1 (15–14), sedangkan Persikad memiliki selisih gol 0 (17–17). Kedua tim mengemas statistik serupa: 4 kemenangan, 3 hasil seri, dan 4 kekalahan.
Di posisi ketujuh dan kedelapan, PSMS Medan serta PSPS Pekanbaru sama-sama mengantongi 14 poin. PSMS mencatat selisih gol +1 (13–12), sementara PSPS memiliki selisih gol –6 (15–21). Keduanya memiliki catatan 3 kemenangan, 5 imbang, dan 3 kekalahan.
Persekat Tegal menempati posisi kesembilan dengan total 10 poin. Tim ini baru meraih 2 kemenangan, 4 hasil seri, dan menelan 5 kekalahan. Selisih gol mereka berada pada angka –9 (7–16).
Di dasar klasemen, Sriwijaya FC masih kesulitan keluar dari zona merah. Dari 11 pertandingan, mereka baru mengumpulkan 2 poin hasil dari 2 kali imbang dan 9 kekalahan. Catatan gol mereka pun cukup buruk, dengan selisih gol –18 (10 gol memasukkan dan 28 gol kebobolan).
Persaingan di Grup 1 diprediksi semakin ketat pada pekan-pekan berikutnya. Tim-tim papan tengah masih memiliki peluang besar memperbaiki posisi, sementara Sriwijaya FC harus bekerja ekstra keras untuk keluar dari dasar klasemen.

























