Acehvoice.net – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie menggelar Rapat Paripurna yang berfokus pada penyampaian visi, misi, dan program prioritas pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Pidie. Acara ini berlangsung di gedung dewan setempat pada hari Rabu, 24 September 2024.
Salah satu pasangan calon, Sarjani Abdullah dan Alzaizi, yang dikenal dengan singkatan SAJA, menyampaikan 15 program kerja unggulan mereka dalam rapat tersebut. Visi yang mereka usung dikenal sebagai “Tapuga”, yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat Pidie yang Islami, adil, maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Selain visi, pasangan ini juga memaparkan sejumlah misi yang mencakup berbagai aspek penting. Di antaranya adalah pemerintahan yang akuntabel, kemandirian adat, pendidikan berkualitas, dan ketahanan pangan, yang diharapkan dapat menguatkan daerah Pidie dalam berbagai bidang.
Lebih lanjut, pasangan ini memecah misi mereka menjadi sepuluh aspek kunci, yaitu Pidie meusyariat, Pidie caroeng, Pidie meuadat, Pidie sehat, Pidie Meuadab, Pidie Meukat, Pidie Meudaulat, Pidie Geumaseh, Pidie Meugoe, dan Pidie Meugah. Setiap misi ini dirancang untuk membangun Pidie dalam berbagai aspek sosial, budaya, dan ekonomi.
Dalam rapat paripurna istimewa tersebut, Sarjani Abdullah dan Alzaizi menjelaskan misi-misi tersebut secara mendetail. Sebagai pasangan calon dengan nomor urut 2, mereka juga menjelaskan program-program prioritas mereka yang menjadi bagian penting dari visi misi mereka.
Salah satu dari 15 program kerja yang mereka ajukan adalah Pidie meusyariat, yang fokus pada tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan inovatif. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
Program lainnya adalah Pidie meuadat, yang berfokus pada kemandirian adat gampong, serta Pidie meuseni yang bertujuan mereaktualisasi adat dan seni yang Islami. Ada juga Pidie meuadab, yang bertujuan mengembangkan literasi peradaban dan sejarah Pidie, serta Pidie damee yang berfokus pada ketahanan sosial, politik, dan perdamaian.
Di bidang ekonomi, ada program Pidie meukat, yang mendukung pemberdayaan ekonomi kreatif, dan Pidie meugah, yang berfokus pada pengembangan ekonomi kepariwisataan, investasi lokal, dan kewirausahaan. Sementara itu, program Pidie caroeng berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.[]


























