• Latest
  • Trending
  • All
[Opini]KEMBALINYA DOMINASI MILITER DALAM RUANG SIPIL

[Opini]KEMBALINYA DOMINASI MILITER DALAM RUANG SIPIL

17 Maret 2025
KPK Buka Peluang Periksa Ahmad Dhani dalam Kasus Bea Cukai

KPK Buka Peluang Periksa Ahmad Dhani dalam Kasus Bea Cukai

3 November 2026
Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 36,22 Persen, Malaysia Masih Mendominasi

Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 36,22 Persen, Malaysia Masih Mendominasi

3 November 2026
Diduga Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Pria 59 Tahun Ditangkap Polisi

Diduga Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Pria 59 Tahun Ditangkap Polisi

3 November 2026
IPNU Aceh Perkuat Kaderisasi Lewat Lakmud dan Rapimwil

IPNU Aceh Perkuat Kaderisasi Lewat Lakmud dan Rapimwil

2 November 2026

Imigrasi Aceh Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga

2 November 2026
Mualem-Dek Fadh Desak Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Aceh

Mualem-Dek Fadh Desak Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Aceh

2 November 2026

81 Situs Sejarah Pidie Jaya Terancam, Bupati Minta Bantuan Pusat

2 November 2026

22 Rumah di Gayo Lues Ludes Terbakar, Mushala Ikut Hangus

2 November 2026
Bukan Sekadar Pengurus OSIM, 25 Siswa MTs Darul Hikmah Digembleng dengan Ilmu Organisasi

Bukan Sekadar Pengurus OSIM, 25 Siswa MTs Darul Hikmah Digembleng dengan Ilmu Organisasi

2 November 2026
BMKG: Banda Aceh Diprakirakan Cerah, Suhu Capai 29 Derajat

BMKG: Banda Aceh Diprakirakan Cerah, Suhu Capai 29 Derajat

2 November 2026
Enam Warga Sekolah Diduga Keracunan MBG di Banda Aceh, Dapur Dihentikan

Enam Warga Sekolah Diduga Keracunan MBG di Banda Aceh, Dapur Dihentikan

31 Oktober 2026
Banda Aceh Bidik Adipura Kencana 2026, Pemko Matangkan Persiapan

Banda Aceh Bidik Adipura Kencana 2026, Pemko Matangkan Persiapan

31 Oktober 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Rabu, November 4, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini]KEMBALINYA DOMINASI MILITER DALAM RUANG SIPIL

Fazil by Fazil
17 Maret 2025
in Opini
0
522
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Ibnu Rahmat, S.H., M.H. (Praktisi Hukum dan Akademisi)

ADVERTISEMENT

Acehvoice.net – Reformasi 1998 bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tonggak penting dalam upaya menata ulang hubungan sipil-militer di Indonesia. Salah satu warisannya yang paling fundamental adalah pemisahan peran militer dari ranah sipil, dengan menghapus dwifungsi TNI yang selama Orde Baru menjadikan angkatan bersenjata bukan hanya alat pertahanan negara, tetapi juga pemain utama dalam politik dan pemerintahan.

BacaJuga

Pendaftaran Bintara dan Tamtama TNI AD Gelombang III 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

TMMD Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Tekankan Sinergi Lintas Sektor

TNI Bubarkan Aksi Bendera Bintang Bulan di Lhokseumawe, Satu Orang Ditangkap

Namun, upaya revisi UU TNI yang kini bergulir di DPR seakan menjadi tiket bagi kembalinya keterlibatan militer dalam urusan sipil. Jika rancangan ini disahkan, perwira aktif bisa menduduki jabatan sipil tanpa perlu pensiun terlebih dahulu. Ini bukan sekadar soal “penyesuaian aturan”, tetapi sebuah langkah mundur dalam demokrasi.

ADVERTISEMENT

Prinsip utama dalam negara demokrasi adalah supremasi sipil, bahwa institusi militer tunduk pada otoritas sipil, bukan sebaliknya. Di negara-negara demokratis yang mapan, militer memiliki tugas yang jelas, yakni mempertahankan negara dari ancaman eksternal, bukan ikut serta dalam administrasi pemerintahan.

Ketika prajurit aktif diperbolehkan mengisi jabatan sipil, kita sedang membuka celah yang berbahaya. Mekanisme checks and balances bisa tergerus, dan prinsip akuntabilitas menjadi kabur. Seorang pejabat dari unsur sipil bertanggung jawab penuh kepada hukum sipil dan dapat diperiksa oleh lembaga penegak hukum yang independen. Namun, bagaimana dengan pejabat yang berasal dari militer? Apakah mereka akan tunduk pada sistem hukum yang sama, atau tetap mendapatkan perlindungan dari institusinya?

Selain itu, perluasan kewenangan militer dalam birokrasi sipil juga akan mengubah dinamika pemerintahan. Struktur komando dalam militer bersifat hierarkis, kaku, dan tidak mengakomodasi mekanisme deliberatif sebagaimana yang diperlukan dalam tata kelola sipil. Dalam sistem demokrasi, pengambilan keputusan didasarkan pada transparansi, keterbukaan, dan partisipasi publik, ini merupakan hal yang bertolak belakang dengan sifat kedisiplinan militer yang berorientasi pada kepatuhan mutlak terhadap perintah atasan.

ADVERTISEMENT

Masalah lain yang tak kalah krusial adalah bagaimana sistem hukum memperlakukan anggota TNI yang melakukan tindak pidana umum. Seharusnya, jika seorang individu melakukan kejahatan yang bersifat umum, seperti pembunuhan, penganiayaan, atau bahkan korupsi. Mereka seharusnya diproses melalui peradilan yang berlaku bagi semua warga negara.

Namun realitanya, anggota TNI yang melakukan tindak pidana umum sering kali diproses di peradilan militer. Mekanisme ini justru menjadi ruang aman bagi mereka yang seharusnya bertanggung jawab di hadapan hukum sipil. Dalam banyak kasus, hukuman yang dijatuhkan sering kali lebih ringan dibandingkan dengan yang diberikan kepada pelaku dari unsur sipil. Kasus-kasus kekerasan yang melibatkan anggota TNI terhadap warga sipil sering berakhir dengan hukuman ringan, dan bahkan dalam beberapa kasus, korban sulit mendapatkan keadilan.

Lebih parah lagi, kasus korupsi yang melibatkan oknum TNI tidak diproses melalui Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), tetapi tetap berada di lingkup internal peradilan militer. Padahal, korupsi adalah kejahatan yang berdampak luas terhadap keuangan negara dan harus ditangani secara transparan.

Kasus korupsi di lingkungan TNI kerap ditangani dengan pendekatan tertutup, tanpa mekanisme transparansi yang dapat diakses oleh publik. Ini sangat berbeda dengan pejabat sipil yang wajib menjalani persidangan terbuka di Pengadilan Tipikor. Jika kita masih serius ingin menegakkan prinsip keadilan, mengapa ada dua sistem hukum yang berbeda dalam menindak kejahatan yang sama?

Revisi UU TNI ini bukan sekadar soal perubahan regulasi administratif, tetapi cerminan dari bagaimana negara menempatkan demokrasi dan supremasi sipil di hadapan militer. Jika perwira aktif kembali diberi ruang luas untuk menduduki jabatan sipil tanpa mekanisme kontrol yang ketat, sementara di sisi lain mereka tetap menikmati perlindungan hukum eksklusif dalam peradilan militer, maka yang kita hadapi bukan hanya kemunduran, tetapi erosi prinsip-prinsip dasar reformasi.

Jangan heran jika demokrasi nanti hanya menjadi aksesori, sementara komando kembali menjadi bahasa utama kekuasaan, bukan sekadar di barak, tetapi juga di ruang-ruang kebijakan yang seharusnya independen dari kepentingan militer.

Tags: Ibnu RamatKembalinya Dominasi MiliterRevisi UU TNIRuang SipilTNI
SendShare209Tweet131Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Pendaftaran Bintara dan Tamtama TNI AD Gelombang III 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

Pendaftaran Bintara dan Tamtama TNI AD Gelombang III 2026 Resmi Dibuka, Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya

by acehvoice.net
18 Juli 2026
0
1.5k

Acehvoice.net - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) secara...

TMMD Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Desa, Bupati Tekankan Sinergi Lintas Sektor

by Muhammad
22 April 2026
0
1.4k

acehvoice.net - ACEH TIMUR — Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman...

TNI Bubarkan Aksi Bendera Bintang Bulan di Lhokseumawe, Satu Orang Ditangkap

TNI Bubarkan Aksi Bendera Bintang Bulan di Lhokseumawe, Satu Orang Ditangkap

by Fazil
25 Desember 2025
0
1.4k

TNI Bubarkan Aksi Bendera Bintang Bulan di Lhokseumawe, Satu Orang...

Debut kapal selam tanpa awak KSOT-008

Debut kapal selam tanpa awak KSOT-008

by Fazil
8 Oktober 2025
0
1.4k

Acehvoice.net, TNI Angkatan Laut untuk pertama kalinya memamerkan kapal selam...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
KPK Buka Peluang Periksa Ahmad Dhani dalam Kasus Bea Cukai

KPK Buka Peluang Periksa Ahmad Dhani dalam Kasus Bea Cukai

3 November 2026
Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 36,22 Persen, Malaysia Masih Mendominasi

Kunjungan Wisman ke Aceh Turun 36,22 Persen, Malaysia Masih Mendominasi

3 November 2026
Diduga Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Pria 59 Tahun Ditangkap Polisi

Diduga Cabuli 2 Anak di Bawah Umur, Pria 59 Tahun Ditangkap Polisi

3 November 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In