• Latest
  • Trending
  • All
[Opini]: Syiah Kuala Islamic Center: Merawat Tradisi dengan Modernitas

[Opini]: Syiah Kuala Islamic Center: Merawat Tradisi dengan Modernitas

1 Oktober 2024

KNPI Aceh Tamiang Dukung Bupati Armia Fokus Pemulihan Pascabencana

4 Februari 2026

KPI Aceh Tegaskan Pengawasan Penyiaran Internet Amanat UUPA, Bukan Upaya Membatasi Ekspresi Publik

4 Februari 2026
Akses Jalan ke KAT Sikundo Aceh Barat Kembali Bisa Dilintasi

Akses Jalan ke KAT Sikundo Aceh Barat Kembali Bisa Dilintasi

3 Februari 2026
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Tangani 30 Aduan Jamaah

Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Tangani 30 Aduan Jamaah

3 Februari 2026
Haji Uma Surati MA soal Empat Pemuda Aceh Tengah yang Jadi Terdakwa

Haji Uma Surati MA soal Empat Pemuda Aceh Tengah yang Jadi Terdakwa

3 Februari 2026
Illiza dan Forkopimda Ikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah

Illiza dan Forkopimda Ikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah

3 Februari 2026
Gubernur Aceh, H. Muzakir Manaf bersalaman dengan Presiden RI Prabowo Subianto, saat mengikuti Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Mualem Hadiri Rakornas 2026, Perkuat Sinergi Pusat-Daerah

3 Februari 2026
Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI

Sekda Aceh Tegaskan Komitmen Dukung KONI

3 Februari 2026
akil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah, saat mengikuti Apel Pemulangan Personel Satuan Tugas Praja IPDN yang dipimpin Oleh Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, MA, Ph.D, yang turut didampingi jajaran Kemendagri RI, di area Kantor Bupati Aceh Tamiang, Selasa (3/2/2026)

Wagub Aceh Dampingi Mendagri Apel Pemulangan Satgas di Aceh Tamiang

3 Februari 2026

Perkuat Tata Kelola Keuangan RSUD, Kanwil Kemenkum Aceh Fasilitasi Konsultasi Rancangan Perbup Aceh Besar

3 Februari 2026

Bukan Oleh Pemerintah Aceh, Pengawasan Media Sosial Oleh KPI Aceh Sesuai Dengan Nilai Syariat Islam

2 Februari 2026
Wakil Walikota Banda Aceh Afdhal Buka Perjusa SMP Islam Al-Azhar Cairo

Wakil Walikota Banda Aceh Afdhal Buka Perjusa SMP Islam Al-Azhar Cairo

2 Februari 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Februari 4, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini]: Syiah Kuala Islamic Center: Merawat Tradisi dengan Modernitas

Fazil by Fazil
1 Oktober 2024
in Opini
0
531
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Ibnu Rahmat SH., MH. (Praktisi Hukum dan Akademisi)

ADVERTISEMENT

Acehvoice.net – Banda Aceh, Gagasan mendirikan Syiah Kuala Islamic Center di Aceh menunjukkan visi besar yang bertujuan untuk mengharmonisasikan nilai-nilai keagamaan dengan modernisasi. Inisiatif ini bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan upaya simbolis yang lebih luas untuk mengangkat status Aceh sebagai provinsi Islam terkemuka di Indonesia. Proyek ini mencakup berbagai aspek: pendidikan agama, kemajuan ekonomi, dan identitas regional. Namun, seperti halnya proyek publik besar lainnya, ada beberapa pertimbangan yang perlu dilihat secara objektif.

BacaJuga

Satu Tahun Mualem–Dek Fadh, Aceh Masuk 8 Besar Nasional Kinerja Pelayanan Publik

Lahan Sawah Aceh Terdampak Banjir 89.582 Ha, Kerugian Ditaksir Tembus Rp 1 Triliun

Aktivis Reformasi 98 Kibarkan Bendera Putih di Lhokseumawe, Desak Aceh Jadi Bencana Nasional

Kekuatan utama dari Syiah Kuala Islamic Center terletak pada potensinya untuk memperkuat identitas Islam Aceh sambil mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan menciptakan pusat yang didedikasikan untuk pengembangan pendidikan Islam dan persiapan haji, pusat ini menjanjikan tidak hanya menarik perhatian lokal tetapi juga nasional dan internasional. Proyek ini dapat menjadi katalis bagi pariwisata religius, sektor yang sedang berkembang di Indonesia, dan menempatkan Aceh sebagai tujuan utama bagi umat Islam yang mencari bimbingan spiritual dan koneksi dengan ulama-ulama Islam masa lalu, seperti Syiah Kuala.

ADVERTISEMENT

Secara budaya, pusat ini memiliki potensi untuk mempersatukan masyarakat dengan merayakan warisan unik Islam Aceh. Ini dapat menjadi pilar modernitas Islam, di mana nilai-nilai tradisional tidak hanya dilestarikan tetapi juga diintegrasikan ke dalam struktur sosial kontemporer. Dengan menyelaraskan diri dengan prinsip-prinsip kemajuan dan iman, gagasan ini menawarkan kesempatan untuk mengingatkan masyarakat Aceh bahwa pembangunan tidak memerlukan perpisahan dari akar agama tetapi justru dapat ditingkatkan olehnya.

Salah satu janji nyata dari Syiah Kuala Islamic Center adalah manfaat ekonominya. Melalui penciptaan lapangan kerja, bisnis lokal, dan peningkatan investasi, pusat ini bisa memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi perekonomian regional. Ketika dikembangkan sebagai pusat agama dan pendidikan, proyek ini diharapkan menarik ulama, pelajar, dan wisatawan dari seluruh Indonesia dan luar negeri, yang akan menghasilkan aliran pendapatan bagi wilayah ini.

Lebih signifikan lagi, proyek ini dapat selaras dengan tujuan pembangunan yang lebih luas dengan mempromosikan tenaga kerja yang terampil. Dengan menyediakan kesempatan kerja dalam konstruksi, pendidikan, pariwisata, dan layanan, pusat ini dapat bertindak sebagai penyeimbang di wilayah yang secara ekonomi bergejolak. Selain itu, fokus pada pendidikan Islam mungkin membantu menumbuhkan generasi pemimpin agama yang akan datang, yang berkontribusi pada kepemimpinan intelektual dan spiritual jangka panjang provinsi ini.

ADVERTISEMENT

Tantangan Kemauan Politik dan Eksekusi

Namun, meskipun menjanjikan, kesuksesan Syiah Kuala Islamic Center tidaklah dijamin. Realisasi proyek berskala besar ini memerlukan lebih dari sekadar visi. Tata kelola yang efektif, dukungan politik, dan dukungan publik adalah faktor-faktor krusial yang dapat mendorong proyek ini maju atau malah membuatnya terhambat dalam birokrasi.

Ketergantungan pada kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat menimbulkan kekhawatiran tentang kelayakan pelaksanaannya. Koordinasi antara berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemimpin politik, lembaga keagamaan, dan investor swasta, harus berjalan dengan lancar dan transparan. Sejarah menunjukkan bahwa banyak proyek pembangunan di Indonesia menghadapi keterlambatan dan kekurangan dana akibat inefisiensi administrasi dan dukungan politik yang berubah-ubah.

Selain itu, beberapa kritikus mungkin mempertanyakan apakah sumber daya keuangan yang diperlukan untuk membangun dan memelihara pusat semacam ini dialokasikan dengan cara yang paling baik. Mengingat tantangan sosial dan ekonomi yang ada di Aceh, mulai dari kemiskinan hingga kesenjangan pendidikan, ada yang mungkin berpendapat bahwa investasi lebih baik diarahkan pada infrastruktur, kesehatan, atau pendidikan dasar. Menyeimbangkan kebutuhan langsung dengan visi jangka panjang pertumbuhan adalah tugas yang rumit, dan salah kelola dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap proyek ini.

Signifikansi Simbolik dalam Identitas Islam Aceh

Dalam perspektif budaya, Syiah Kuala Islamic Center bisa menjadi tengara yang menghidupkan kembali peran sejarah Aceh sebagai pusat pembelajaran Islam. Proyek ini memiliki potensi untuk menghormati warisan ulama besar Islam dari provinsi paling barat ini, memproyeksikan Aceh sebagai provinsi Islam yang bersejarah sekaligus modern. Jika berhasil, proyek ini mungkin menjadi pilot project bagi wilayah lain di Indonesia dan luar negeri, menunjukkan bagaimana nilai-nilai Islam dan pembangunan modern dapat hidup berdampingan dan saling melengkapi.

Namun, ada garis tipis antara memanfaatkan identitas religius untuk pembangunan dan mengkomersialisasinya secara berlebihan. Agar proyek ini benar-benar merefleksikan tradisi masyarakat Aceh, proyek ini harus tetap berakar pada etos religius dan sejarahnya, memastikan bahwa manfaat ekonominya tidak mengaburkan tujuan spiritual di baliknya.

Syiah Kuala Islamic Center mewakili visi yang berani dan menginspirasi bagi Aceh. Jika dieksekusi dengan baik, proyek ini dapat menempatkan provinsi ini sebagai pemain kunci dalam bidang beasiswa dan pariwisata Islam, mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga identitas religius dan budayanya. Namun, jalan menuju realisasi penuh dengan tantangan. Komitmen politik, tata kelola yang transparan, dan alokasi sumber daya yang hati-hati adalah hal-hal penting untuk kesuksesan proyek ini.

Bagi masyarakat Aceh, proyek ini menyimpan janji besar, tetapi apakah janji tersebut akan terwujud atau tidak, sangat tergantung pada kemampuan para pemimpin untuk menjembatani kesenjangan antara cita-cita visioner dan realitas praktis. Jika hambatan ini dapat diatasi, Syiah Kuala Islamic Center bisa menjadi simbol masa depan Aceh, di mana iman dan modernitas berjalan seiring.

Tags: Acehidentitas budayainvestasi ekonomimodernisasi Islampariwisata religiuspendidikan IslamSyiah Kuala Islamic Center
SendShare212Tweet133Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Satu Tahun Mualem–Dek Fadh, Aceh Masuk 8 Besar Nasional Kinerja Pelayanan Publik

by Fazil
15 Januari 2026
0
1.4k

acehvoice.net - Banda Aceh — Pemerintah Provinsi Aceh mencatatkan capaian...

Lahan Sawah Aceh Terdampak Banjir 89.582 Ha, Kerugian Ditaksir Tembus Rp 1 Triliun

Lahan Sawah Aceh Terdampak Banjir 89.582 Ha, Kerugian Ditaksir Tembus Rp 1 Triliun

by Fazil
23 Desember 2025
0
1.4k

Lahan Sawah Aceh Terdampak Banjir 89.582 Ha, Kerugian Ditaksir Tembus...

Aktivis Reformasi 98 Kibarkan Bendera Putih di Lhokseumawe, Desak Aceh Jadi Bencana Nasional

Aktivis Reformasi 98 Kibarkan Bendera Putih di Lhokseumawe, Desak Aceh Jadi Bencana Nasional

by Fazil
20 Desember 2025
0
1.4k

Aktivis Reformasi 98 Kibarkan Bendera Putih di Lhokseumawe, Desak Aceh...

Kapolresta : Jangan ada niat menimbun BBM, karena ada unsur pidana

by Fazil
2 Desember 2025
0
1.4k

Kapolresta : “Jangan ada niat menimbun BBM, karena ada unsur...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1

KNPI Aceh Tamiang Dukung Bupati Armia Fokus Pemulihan Pascabencana

4 Februari 2026

KPI Aceh Tegaskan Pengawasan Penyiaran Internet Amanat UUPA, Bukan Upaya Membatasi Ekspresi Publik

4 Februari 2026
Akses Jalan ke KAT Sikundo Aceh Barat Kembali Bisa Dilintasi

Akses Jalan ke KAT Sikundo Aceh Barat Kembali Bisa Dilintasi

3 Februari 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In