• Latest
  • Trending
  • All

OPINI | Doa dari Hati untuk Aceh Timur: Sebuah Harapan di Hari Jadinya yang Ke-69

22 November 2025
Kapolresta Banda Aceh Anugerahkan Satyalencana Pengabdian kepada 36 Personel

Kapolresta Banda Aceh Anugerahkan Satyalencana Pengabdian kepada 36 Personel

27 Januari 2026

Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa

27 Januari 2026

Diduga Bocor Pengamanan, YLBH CaKRA Desak Audit Lapas Lhokseumawe Usai Temuan HP dan Listrik Ilegal

27 Januari 2026

Absen Dalam Forum Mahasiswa, Ketua MPM USK Kecam MWA mahasiswa

23 Januari 2026

Tim Gabungan Polsek Baiturrahman Bekuk Pelaku Pencurian dengan Kekerasan

22 Januari 2026
Kapolda Aceh Apresiasi Penanganan Bencana Aceh Tenggara

Kapolda Aceh Apresiasi Penanganan Bencana Aceh Tenggara

20 Januari 2026
Pemkab Aceh Barat Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemkab Aceh Barat Bahas Pembangunan Sekolah Rakyat

20 Januari 2026
TTI Soroti Sikap Diam DPRA soal Rehab Rekon Pascabanjir

TTI Soroti Sikap Diam DPRA soal Rehab Rekon Pascabanjir

20 Januari 2026
Wabup Aceh Tengah Minta Maaf ke Wartawan Lokal

Wabup Aceh Tengah Minta Maaf ke Wartawan Lokal

20 Januari 2026
BPBA Tegaskan Relawan Bencana Aceh Dibayar Nontunai

BPBA Tegaskan Relawan Bencana Aceh Dibayar Nontunai

20 Januari 2026

PB HIMABIR Banda Aceh Akan Gelar Musyawarah Besar ke-VIII

19 Januari 2026
MaTA Desak Evaluasi Kinerja BPBD Bireuen

MaTA Desak Evaluasi Kinerja BPBD Bireuen

18 Januari 2026
  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Januari 28, 2026
  • Login
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN
No Result
View All Result
Informasi Berita Terbaru Terkini Hari Ini
No Result
View All Result
Home Opini

OPINI | Doa dari Hati untuk Aceh Timur: Sebuah Harapan di Hari Jadinya yang Ke-69

Fazil by Fazil
22 November 2025
in Opini
0
516
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on WhatsappShare on FacebookShare on Twitter

Penulis: Mulyadi, SHI., M.Sos
(Kepala KUA Kecamatan Indra Makmu)

ADVERTISEMENT

Setiap ulang tahun Aceh Timur selalu memberi saya ruang untuk berhenti sejenak, menarik napas panjang, dan melihat kembali perjalanan sebuah daerah yang tidak hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi juga oleh sejarah panjang dan manusia-manusia yang hidup di dalamnya. Sebagai Kepala KUA Indra Makmu Aceh Timur, saya berada di posisi yang membuat saya bisa melihat denyut yang paling jujur dari masyarakat, dari akad yang digelar penuh harap, hingga tangisan yang kadang pecah di ruang mediasi keluarga. Dari sanalah saya memahami bahwa Aceh Timur bukan sekadar wilayah administratif. Ia adalah rumah yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dan rumah ini memiliki sejarah yang panjang, jauh lebih panjang dari umur kabupatennya sendiri.

BacaJuga

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

Adat Sebagai Identitas Antropologis Rakyat Aceh

Aceh Timur Tunggu Lampu Hijau Operasional Sumur Minyak Rakyat

Jejak Panjang Peradaban, Perlawanan, dan Kebangkitan

ADVERTISEMENT

Wilayah yang sekarang kita sebut Aceh Timur ini pernah menjadi salah satu gerbang utama peradaban Islam di Nusantara. Di Peureulak, yang dalam catatan Marco Polo disebut “Ferlec”, Islam telah tumbuh sejak abad ke-9. Di sana pernah berdiri Kesultanan Peureulak, salah satu kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara, tempat para pedagang Arab, Persia, dan India membangun hubungan dagang sekaligus hubungan budaya. Kayu Peureulak menjadi incaran dunia, terutama untuk pembuatan kapal. Di tanah inilah para sultan, para ulama, dan para saudagar menanam pondasi bagi sebuah negeri yang kelak mempengaruhi sejarah Indonesia.

Dua dinasti besar pernah memimpin Peureulak yaitu Dinasti Sayid Maulana Abdul Aziz Syah dan Dinasti Johan Berdaulat. Dari masa itulah lahir nama-nama sultan yang tercatat dalam sejarah Islam kawasan ini, dari Sultan Abdul Aziz Syah yang memulai era Islamisasi, hingga Sultan Malik Abdul Aziz Syah yang putrinya dinikahkan dengan Meurah Silu, lelaki yang kemudian dikenal sebagai Sultan Malikussaleh, pendiri Samudera Pasai.

Sejarah Aceh Timur bukan hanya sejarah kejayaan, tetapi juga sejarah perlawanan. Ketika Belanda mencoba menguasai Aceh, wilayah timur ini menjadi salah satu benteng gerilya. Para uleebalang, para ulama, dan rakyat biasa berdiri dalam barisan perlawanan yang panjang. Tanah ini juga menjadi salah satu lokasi pengeboran minyak tertua di Indonesia. Kekayaan alamnya menarik kekuatan kolonial untuk memanfaatkannya.

ADVERTISEMENT

Selepas kemerdekaan, Kabupaten Aceh Timur dibentuk melalui UU Darurat No. 7 Tahun 1956. Dahulu, wilayahnya sangat luas, mencakup Aceh Timur, Langsa, hingga Aceh Tamiang. Ibukotanya pun dulu berada di Langsa sebelum akhirnya dipindahkan ke Idi Rayeuk seiring pemekaran daerah.

Aceh Timur juga melewati masa-masa sulit. Konflik bersenjata membuat banyak desa menjadi sepi, pembangunan tertunda, dan rasa cemas merayap di banyak keluarga. Namun setelah MoU Helsinki 2005, daerah ini kembali menemukan jalannya. Jalan lintas diperbaiki, pelabuhan perikanan di Idi bangkit, dan masyarakat kembali menata hidup. Hingga kini, Aceh Timur dikenal sebagai salah satu pusat perikanan terbesar di Aceh.

Sejarah panjang itu membuat Aceh Timur bukan sekadar wilayah. Ia adalah napas. Ia adalah warisan. Ia adalah perjuangan.

**Aceh Timur Hari Ini

Rumah Kita, Tanggung Jawab Kita**

Ketika melihat sejarah itu, saya merasa hari jadi Aceh Timur bukan hanya soal bertambahnya usia, tetapi tentang sejauh mana kita menghargai warisan masa lalu dan menyiapkan masa depan. Masyarakat kita menyimpan kearifan yang dalam, kejujuran yang diwarisi ulama, keberanian yang diwarisi pejuang, dan keteguhan memegang agama yang diwarisi para sultan.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya melihat itu dalam bentuk paling sederhana, pasangan muda yang memulai rumah tangga dengan penuh harapan, anak-anak yang belajar mengaji di meunasah, petani yang tetap turun ke sawah meski cuaca tak menentu, nelayan yang berangkat sebelum fajar sambil menyebut nama Allah. Di titik-titik kecil seperti itulah Aceh Timur sesungguhnya tumbuh.

Tema “Aceh Timur Garang, Kuat Bersama Rakyat, Maju Bersama Syari’at” terasa sangat sesuai dengan jiwa daerah ini. Sejarah mengajarkan kita untuk tidak takut, tetapi juga tidak sombong. Syari’at mengajarkan kita untuk maju, tetapi tetap menjaga akhlak. Dan rakyat mengajarkan kita bahwa pembangunan bukan hanya proyek, tetapi pelayanan.

Harapan Saya untuk Aceh Timur

Saya ingin Aceh Timur tumbuh menjadi daerah di mana setiap keluarga merasa dihormati. Di mana anak-anak tidak hanya cerdas di sekolah, tetapi juga kukuh iman dan akhlaknya. Saya ingin pelayanan publik yang lebih ramah, lebih cepat, dan lebih peka pada kebutuhan masyarakat. Saya ingin melihat petani yang hasil panennya lebih baik, nelayan yang mendapat harga layak, pedagang kecil yang usahanya makin stabil.

Sungguh besar harapan saya agar nilai syari’at tetap hidup dalam keseharian kita, bukan sekadar slogan, tetapi perilaku jujur, adil, menghargai perbedaan, dan menjaga martabat diri serta orang lain.

**Harapan Kepada Bupati Aceh Timur

Iskandar Usman Al Farlaky**

Pada momentum hari jadi yang penuh makna ini, saya ingin menyampaikan harapan yang hangat dan tulus kepada Saudara Kita sekaligus Sahabat, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al Farlaky. Beliau memimpin daerah yang tidak hanya luas secara geografis, tetapi luas secara sejarah, luas secara beban moral, luas secara nilai.

Saya berharap beliau terus diberi kekuatan dan kejernihan hati dalam memimpin Aceh Timur. Sejarah panjang daerah ini membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat, tetapi juga sabar, yang tidak hanya tegas, tetapi juga peka. Saya berharap setiap kebijakan yang beliau ambil dapat menyentuh lapisan masyarakat yang paling bawah, para petani yang bangun pagi, para nelayan yang kembali sore, para ibu yang menjaga rumah, para pemuda yang mencari masa depan.

Saya percaya bahwa dengan dukungan masyarakat dan bimbingan nilai-nilai agama, kepemimpinan beliau dapat menjadi jembatan bagi Aceh Timur menuju masa depan yang lebih baik, lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat.

Doa saya semoga Allah memberi beliau kekuatan, kesehatan, keikhlasan, dan kesabaran dalam mengemban amanah. Semoga beliau tetap menjadi pemimpin yang mendengar rakyat, menghargai ulama, dan merangkul semua kalangan. Dan semoga Aceh Timur di bawah kepemimpinannya terus tumbuh sebagai daerah yang ramah, aman, dan diberkahi.

Sejarah Aceh Timur telah mencatat banyak hal, kejayaan, kesedihan, perjuangan, dan kebangkitan. Kini tugas kita adalah memastikan halaman-halaman berikutnya terisi dengan hal-hal yang membangun, menenteramkan, dan memuliakan. Semoga Aceh Timur terus melangkah maju, dengan akar yang kokoh di masa lalu dan cahaya yang kuat menuju masa depan.

Semoga Allah menjaga negeri yang kita cintai ini.
Amin Ya Rabbal Alamin.

Tags: Aceh TimurAl-FarlakyPemerintah Kabupaten Aceh TimurSejarah Aceh
SendShare206Tweet129Share
ADVERTISEMENT

Berita Lainnya

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

by Fazil
5 Desember 2025
0
1.4k

Alfarlaky Laporkan Dampak Banjir, Mualem Minta Pendataan Infrastruktur Aceh Timur

Adat Sebagai Identitas Antropologis Rakyat Aceh

Adat Sebagai Identitas Antropologis Rakyat Aceh

by Fazil
19 November 2025
0
1.4k

Adat Sebagai Identitas Antropologis Rakyat Aceh

Aceh Timur Tunggu Lampu Hijau Operasional Sumur Minyak Rakyat

by Fazil
13 November 2025
0
1.4k

“Pemerintah daerah siap menjalankan seluruh mekanisme yang ditetapkan, karena pengelolaan...

Empat Koperasi dan Satu BUMD Siap Kelola Sumur Minyak Rakyat Aceh Timur

by Fazil
13 November 2025
0
1.5k

Menurutnya, sektor minyak dan gas bumi merupakan salah satu pilar...

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kapan PPPK 2024 dibuka? Berikut Penjelasan Menpan-RB

Operator Layanan Operasional PPPK: Peran, Tanggung Jawab, dan Keterampilan yang Dibutuhkan

4 September 2024
Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

Tugas Operator Layanan Kesehatan: Kualifikasi dan Estimasi Gaji

28 Agustus 2024
Vidu AI Studio: Solusi Cerdas untuk Pembuatan dan Pengeditan Video

Vidu Studio: Tutorial Menggunakan Langkah demi Langkah

26 Agustus 2024
PPPK Bisa Ikut Seleksi CASN Agustus 2024

Jadwal Lengkap Seleksi CPNS 2024 Diumumkan

1

Final, DPP PA Tetapkan Al-Farlaky Calon Bupati Aceh Timur

1
Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

Cara Memesan Penerbangan melalui Traveloka: Panduan Lengkap

1
Kapolresta Banda Aceh Anugerahkan Satyalencana Pengabdian kepada 36 Personel

Kapolresta Banda Aceh Anugerahkan Satyalencana Pengabdian kepada 36 Personel

27 Januari 2026

Menjelang Pemilihan Rektor USK, Tujuh BEM Fakultas Ungkap Retaknya Representasi Mahasiswa

27 Januari 2026

Diduga Bocor Pengamanan, YLBH CaKRA Desak Audit Lapas Lhokseumawe Usai Temuan HP dan Listrik Ilegal

27 Januari 2026
ADVERTISEMENT
acevoice.net

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Menu Navigasi

  • Redaksi
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Opini
  • Budaya
    • Wisata
  • Hukum
    • Kriminal
  • Politik
    • Pemerintahan
  • Sosial
    • Ekonomi
    • Pendidikan
  • Gadget
  • CASN

Copyright © 2021 - 2025 acehvoice.net
All right reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In