acehvoice.net – BALI – Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, S.Pd., M.Ag., meraih penghargaan The Indonesia Leadership Matrix Awards (ILMA) 2026 dalam acara yang berlangsung di Bali, Jumat (16/10/2026).
Dalam ajang tersebut, Lismawani menerima penghargaan kategori Pemimpin Perempuan Terbaik dalam Tata Kelola Kelembagaan Terintegrasi, Pemberdayaan Organisasi Perempuan, dan Inovasi Lintas Sektor.
Penghargaan ini menjadi momentum penting bagi Lismawani untuk terus memperkuat peran perempuan, mendorong kolaborasi antarlembaga, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Aceh Timur.
Dalam sambutan dan ucapan terima kasihnya, Lismawani menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT atas penghargaan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata sebuah pencapaian, melainkan amanah untuk melanjutkan pengabdian dengan lebih baik.
“Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah bagi saya untuk terus memperkuat peran perempuan, membangun sinergi lintas sektor, dan menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Aceh Timur,” ungkap Lismawani.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan membersamai perjalanan pengabdiannya selama ini.
Menurut Lismawani, penghargaan tersebut diharapkan menjadi motivasi untuk terus bekerja dengan tulus, berkarya dengan ikhlas, serta memperluas kontribusi bagi masyarakat.
Sebagai Ketua TP PKK Aceh Timur, penguatan peran organisasi perempuan menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong pemberdayaan keluarga dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor juga diperlukan agar berbagai program pemberdayaan dapat berjalan lebih terintegrasi dan memberikan dampak yang berkelanjutan.
Lismawani berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi penyemangat untuk terus memperkuat komitmen tersebut, sekaligus mendorong semakin banyak perempuan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
Ia menegaskan bahwa penghargaan bukanlah akhir dari perjalanan pengabdian, tetapi menjadi pengingat untuk terus menghadirkan perubahan yang berarti.
“Penghargaan bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan pengingat untuk terus mengabdi, menginspirasi, dan menghadirkan perubahan yang berarti,” demikian pesan Lismawani.
Penghargaan ILMA 2026 ini diharapkan menjadi dorongan bagi keberlanjutan upaya pemberdayaan organisasi perempuan, penguatan tata kelola kelembagaan, dan pengembangan inovasi lintas sektor demi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Aceh Timur.[R]


























