Acehvoice.net – Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan) mengalokasikan program bajak sawah gratis seluas 4.018 hektare di Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Program ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan di wilayah kepulauan tersebut yang tergolong terpencil.
Bupati Simeulue, Muhammad Nasrun Mikaris, dalam keterangannya pada Selasa (27/5), menyatakan bahwa program bajak sawah gratis ini merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat kepada petani dalam mengurangi beban biaya produksi, khususnya saat proses pengolahan lahan sawah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, terutama tanaman padi.
“Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk mendorong peningkatan produksi padi dan ketahanan pangan nasional, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan seperti Simeulue,” jelas Muhammad Nasrun Mikaris.
Pelaksanaan program ini dilakukan secara bertahap di seluruh kecamatan penghasil padi yang ada di Kabupaten Simeulue. Program ini dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Simeulue bekerja sama dengan berbagai kelompok tani lokal. Bajak sawah dilakukan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan) bantuan dari Kementan, seperti traktor roda dua dan roda empat yang telah mulai dioperasikan sejak beberapa waktu lalu.
Bupati menambahkan bahwa program bajak sawah gratis ini merupakan wujud nyata komitmen bersama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Simeulue dalam menciptakan swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Tak hanya bajak sawah gratis, Kementan juga turut memberikan bantuan alat mesin pertanian berupa traktor roda empat yang diserahkan kepada brigade pangan di Simeulue. Bantuan ini bertujuan untuk mempercepat proses pengolahan lahan dan meningkatkan efisiensi kerja petani.
“Kami juga berharap ke depan Kementan dapat memberikan dukungan tambahan berupa kilang padi modern. Ini penting untuk mempercepat proses pengolahan hasil panen serta menjaga ketersediaan beras di daerah, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat Simeulue,” tutup Bupati Nasrun.


























