Acehvoice.net, BANDA ACEH – Politisi senior Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ghazali Abbas Adan, kembali menyampaikan seruan moral yang ditujukan kepada seluruh kader, simpatisan, dan tokoh partai menjelang pelaksanaan Muktamar X PPP yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 27–30 September 2025.
Dalam pernyataan reflektif yang diterima Media, Senin (8/9/2025), Ghazali mengingatkan pentingnya menjaga integritas serta menegakkan nilai-nilai keislaman dalam proses pemilihan kepemimpinan partai. Ia menegaskan bahwa praktik menyimpang, seperti suap dan sogokan (rasywah), tidak boleh mencemari forum muktamar yang seharusnya menjadi momentum konsolidasi dan pembaruan organisasi.
“Jika perilaku rasywah benar-benar terjadi dan pelakunya menang, maka PPP akan dipimpin oleh mereka yang jauh dari nilai-nilai perjuangan ulama,” tulis Ghazali.
Mengutip ayat Al-Qur’an, Ghazali menekankan bahwa rasywah merupakan perbuatan keji dan munkar yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Ia menyerukan agar para senior, kader, dan seluruh elemen PPP tidak membiarkan praktik politik transaksional menguasai dinamika internal partai.
Sebagai partai yang lahir dari rahim para ulama dengan simbol Ka’bah Musyarrafah, PPP dinilai memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga marwah politik Islam. Menurut Ghazali, PPP harus tampil bersih, transparan, serta berorientasi pada kemaslahatan umat, bukan sekadar menjadi arena perebutan kekuasaan.
Pernyataan tersebut memperkuat sikap Ghazali yang menolak kelompok-kelompok tertentu merebut kepemimpinan partai dengan cara yang menyimpang dari syariat. Ia menegaskan bahwa muktamar harus menjadi ajang untuk memperkuat ukhuwah, menegakkan kejujuran, serta menunaikan amanah umat.
Ghazali, yang sudah berkiprah di PPP sejak 1979 dan pernah menjabat di DPR/MPR RI serta DPD RI asal Aceh, menutup seruannya dengan kalimat penuh doa: “Nashrum minalaahi wa fathun qariib” (pertolongan Allah dan kemenangan yang dekat).
Sementara itu, Muktamar X PPP yang akan digelar akhir September 2025 memiliki agenda utama pemilihan Ketua Umum DPP PPP periode 2025–2030. Forum ini juga menjadi ajang konsolidasi partai menuju Pemilu 2029.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai calon ketua umum. Di antaranya Muhammad Mardiono dan Husnan Bey Fananie. Husnan Bey, yang merupakan cucu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, telah secara resmi mendeklarasikan diri sebagai caketum di Kantor DPP PPP Jakarta pada 18 Agustus 2025.
Selain itu, muncul kabar bahwa KH Idror Maimoen, putra dari ulama karismatik KH Maimoen Zubair, juga sedang aktif melakukan konsolidasi internal. Hingga kini, arah dukungan DPW PPP Aceh dalam muktamar masih belum terungkap.
Menjelang pelaksanaan muktamar, situasi diwarnai harapan agar forum berlangsung secara sejuk, inklusif, serta bebas dari praktik politik transaksional. Seruan moral Ghazali Abbas pun dianggap sebagai pengingat penting bahwa PPP harus kembali ke khitah perjuangannya sebagai partai Islam yang menjaga integritas dan marwah politik ulama.


























