Acehvoice.net, BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur menyalurkan bantuan masa panik kepada korban terdampak bencana angin kencang yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang mengalami kerugian akibat bencana tersebut.
Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, Senin (14/8), mengatakan bahwa bantuan ini diharapkan dapat membantu masyarakat melewati masa-masa sulit pascabencana. “Kami berharap bantuan ini meringankan beban warga. Pemerintah daerah bergerak cepat memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.
Bantuan masa panik yang disalurkan meliputi berbagai kebutuhan pokok, seperti ikan kaleng, minyak goreng, gula pasir, saus, kecap, roti, makanan siap saji, kasur, mukena, jilbab, selimut, handuk, mi instan, dan air mineral. Selain itu, Bupati juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperbarui data korban agar proses pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur, Ashadi, melaporkan bahwa bencana angin kencang tersebut berdampak pada 206 jiwa yang tersebar di 15 gampong di tujuh kecamatan. Meskipun tidak ada korban jiwa, sebanyak 49 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, tujuh rumah rusak berat, 15 rumah rusak sedang, dan 27 rumah rusak ringan.
Wilayah terdampak di antaranya Kecamatan Idi Rayeuk (Gampong Seunebok Rambong, Kuta Lawah, Ule Blang, Gureb Blang, Seunebok Tuha), Kecamatan Darul Aman (Gampong Jungka Gajah, Seunebok Baroh, Seunebok Tuha), Kecamatan Idi Timur (Gampong Matang Bungong), Kecamatan Ranto Pereulak (Gampong Senebok Baro), Kecamatan Idi Tunong (Gampong Blang Guci, Seunebok Teupin Panah, Buket Rumiya), Kecamatan Darul Ihsan (Gampong Buket Peulawi), serta Kecamatan Banda Alam (Gampong Blang Rambong, Seuneubok Bayu).
Selain merusak rumah, angin kencang juga menumbangkan pohon yang menghalangi akses jalan antar gampong. Hal ini menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.
BPBD mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem disertai hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Aceh Timur.


























